
1 bulan setelah kelulusan saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar kota.
"yah Rani ingin melanjutkan sekolah di bandung".
Rani menunduk .
" Ayah takut membiarkanmu sekolah di bandung rann walupun ada saudara ibumu Disana, tapi ayah tidak ingin jauh dari anak ayah terutama kamu anak bungsu ayah".
"tapi yah Rani ingin sekolah di bandung, Rani ingin mandiri yah. Rani ini sudah besar yah Rani bisa menjaga diri Rani sendiri"
mata Rani mulai berkaca kaca
"Ayah tanya sama ibumu dulu, jika ibumu setuju ayah akan mengizinkan mu sekolah di bandung"
ayah tidak bisa membantah Rani jika itu yang rani inginkan, lagi pulak Rani memang anak yang mandiri.
...Keesokan ****harinya****......
Ayah memanggil Rani dan menyuruh Rani duduk di kursi ruang tamu yang Disana sudah ada ibu.
"rann ayah mu telah memberitahu ibu apa yang kamu inginkan, ibu menyetujui kamu untuk bersekolah di bandung".
"Beneran Bu.. makasih ibu ayah, Rani sayang kalian, Rani tidak akan mengecewakan kalian".
Rani senang dan memeluk ibu ayah nya.
"tapi ada syarat nya rann"
dengan jelas dan nada sedikit tinggi ayah berkata.
”apa itu yah"
__ADS_1
"kamu harus tinggal bersama saudara ibumu di sana dan kamu harus mematuhi perkataan bibi mu disana"
"tapi yah Rani ingin tinggal di kos kosan yah Rani ingin mandiri, Rani bisa menjaga diri yah"
dengan nada tinggi Rani membantah.
"ibu dan ayah mu tahu rann tapi untuk sementara ini kami harus tinggal di sana, apalagi kamu belum tau daerah disana"
"jika itu ayah dan ibu inginkan Rani setuju, Rani akan tinggal di rumah bibi hanya semetara"
dengan pasrah Rani menyetujui syarat dari ayahnya.
Setelah persetujuan ayah dan ibu Rani, Rani pun menghubungi sahabat nya yaitu Mala.
"Hallo Mal..
gue udah bilang sama ayah dan ibu, mereka mengizinkan gue"
" iya ran..
"iya mal gue udah pasti ingin ke Bandung"
" yahhhh jadi LDR dong kita kalo Lo di Bandung"
dengan sedih Mala mengatakan pada Rani.
"yaa mau gimana lagi rann
Lo jadi masuk pesantren mal"
"jadi rann gue d suruh ayah sama bunda gue masuk pesantren, walaupun gue ragu"
__ADS_1
"gak kebayang gue Lo jadi ukhti ukhti"
Rani mengatakan dengan tertawa terbahak-bahak. padahal Mala orangnya sedikit tomboy.
"Lo jangan menertawakan gue rann, besok gue masuk surga ku masuk neraka wkwkwk"
percakapan mereka lewat via telepon pun berakhir. karena Rani ingin membereskan barang barang yang harus di bawah besok ke bandung di bantu dengan ibu dan Kakak nya.
setelah membereskan pakaian dan peralatan yang ingin di bawa ke Bandung Rani pun menghubungi Niko, karena Niko juga ingin bersekolah di tempat yang sama dengan Rani, tapi Rani sekolah di Bandung bukan karena Niko, Rani juga gak tau jika Niko ingin bersekolah di sana, mala yang telah memberitahu Rani. setelah menghubungi Niko Rani langsung tidur agar tidak telat bangun karena Rani akan di antar sama ayah ibu dan juga kakaknya ke Bandung, neraka berangkat selesai salat subuh.
...**keesokan harinya..**...
Rani bangun dan langsung menuju ke kamar mandi untuk bersiap siap.
"rann cepat keluar kita mau berangkat nih Lo lama banget sih"
kakak Rani kesal
"iya sabar gue lagi mikir barang apa yang harus dibawa lagi"
dari kamar nya Rani teriak.
setelah Rani keluar dari kamar mereka berangkat ke Bandung dengan menggunakan mobil yang dikendarai oleh ayah.
bersambung...
jangan lupa vote ya...
dan dukung terus agar thor semangat membuat novelnya☺️☺️
❤️
__ADS_1
❤️
❤️