
"gue suka sama Alfin sejak gue pertama kali dia kenalan sama gue, tapi gue takut ungkapin ke Alfin"
"jadi selama ini Lo nyimpan perasaan Lo ke Alfin?"
"iya rann, menurut Lo gue harus ungkapin atau nggak?"
"menurut gue Lo harus ungkapin ke Alfin ka, biar Alfin tau perasaan Lo sama dia,"
"oke rann, gue akan kasih tau ke Alfin perasaan gue selama ini, tapi nggak sekarang rann gue belum siap"
"terserah Lo aja ka, kapan Lo siap"
"tapi, huska harus mengatakannya ke pada Alfin agar dia tidak memendam perasaan nya seperti gue memendam perasaan ke Niko selama ini" rani mengatakan di dalam batinnya.
setelah itu, tiba-tiba Rani terkejut dengan kedatangan Alfin dan Niko yang membawa makanan mereka.
"makanan kalian telah sampai nona"
Niko membawa makanan mereka seperti pelayan tuan putri dengan sedikit tersenyum
"makasih nik"
"sama sama rann"
"makasih Fin"
"sama sama ka"
mereka makan makanan mereka di kantin seperti biasa. setelah selesai mereka lansung ke kelas, saat di kelas mereka bercanda gurau dan tidak lama kemudian guru masuk kekelas.
setelah selesai belajar mereka pulang dan lansung ke danau kecuali Niko.
dan mereka lansung pulang kerumah mereka.
pada malam harinya handphone Rani berbunyi, saat dia melihat ke hp nya ternyata Alfin yang telpon
niko: hallo rann
Rani: iya hallo niko, ada apa niko
tumben Niko nelpon gue, ada apa ya. mengatakan di dalam batinnya
niko: izinin gue besok ya rann
rani: emang Lo mau kemana nik
Niko:gue mau ngantar nenek gue kerumah sakit rann
__ADS_1
Rani:sakit nenek Lo tambah parah nik?
Niko: nggak ran, cuman check up aja rann
Rani: mau gue temani?
Niko: nggak usah rann, gue bisa sendiri. besok kan Lo harus sekolah.
Rani: iya nik, besok gue izinin Sama wali kelas, kalo ada apa apa kasih tau ya nik
Niko: iya rann, makasih rann
Rani: iya nik
tutt
tutt
tutt
percakapan mereka lewat telpon pun berakhir.
Rani lalu bersiap siap untuk tidur.
sinar pagi pun masuk ke kamar Rani, Rani terbangun dan bersiap untuk mandi dan lanjut memakai baju untuk sekolah.
"Ayok ka,Fin kita berangkat gue udah siap"
sambil mendorong keluar sepeda nya dari garasi.
"tunggu Niko dulu, Niko belum datang"
"Niko nggak ke sekolah ka, dia nelpon gue katanya bawa neneknya check up ke rumah sakit."
"yukk berangkat nanti kita telat"
Alfin memotong pembicaraan huska.
sambil mengayuhkan sepedanya.
akhirnya mereka sampai ke parkiran sepeda.
"gue ke toilet dulu ya,nanti gue susul ke kelas"
"iya rann"
ini kesempatan gue ngomong sama Alfin.
__ADS_1
"Fin, ada yang mau gue omongin sama Lo"
"ngomongin apa ka"
"hmmm......
dengan sedikit ragu huska menyampaikan ke Alfin.
"ngomongin tentang apa ka"
"gue sebenarnya.... hmm sebenarnya gue....gue..."
"gue apa sih ka"
"sebenarnya gue... suka sama Lo Fin sejak pertama gue ketemu Lo di kantin"
"gimana ya ka, maaf ya ka gue nggak suka sama Lo, tapi bukan berarti Lo jelek rann tapi gue belum kepikiran buat pacaran sama Lo"
"hmm nggak papa Fin gue tau kok Lo nggak suka sama gue, tapi gue mau nyampaikan perasaan gue karena gue nggak mau mendam perasaan gue sama lo"
"maaf ya ka"
"iya nggak papa Fin, tapi kita tetap teman kan Fin?"
"iya kita tetap temen"
"maaf ya ka, gue sebenarnya suka sama Rani"
Alfin mengatakannya dalam batin nya.
mereka pun berjalan menuju kelas dengan hening dan canggung
"gue berharap Lo juga suka sama gue Fin"
di dalam batin huska mengatakan dengan perasaan sedih dan kecewa.
"huska Alfin"
"eh rann, Lo lama banget ke toiletnya"
"hahahah maaf ka, tapi kalian kok belum masuk ke kelas"
"iya tadi huska ada yang mau diomongin dulu Sama gue
"ngomongin apa?"
"kepo Lo rann"
__ADS_1
mereka pun sampai di kelas, huska pun hanya diam dan merasa sedikit canggung dengan kejadian tadi.