PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR

PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR
episode 1 Berpindah (revisi)


__ADS_3

JLESS…JLESS… JLESS


SUSSSS…


Suara kereta listrik yang sedang berhenti di stasiun kreta. Tak lama setelah kereta itu berhenti, pintu kereta terbuka dan terlihat banyak orang yang keluar dari kereta tersebut, salah satunya adalah seorang pemuda tampan dengan pakaian jaket hodie lengan panjang berwarna biru, dan celana jins panjang berwarna hitam, memakai sepatu oalahraga berwarna putih bergaris biru di setiap sisinya.


Pemuda itu berjalan keluar stasiun kereta menuju trotoar jalan dan merjalan di trotoar menuju terminal bus yang tak jauh dari stasiun kereta. sambil memainkan Henphonnya.


‘ Namaku Xia Yun, Xia adalah margaku, Yun adalah namaku. Umurku sekarang 21 tahun, aku adakah orang China. Sekarang aku sedang ada di Wuhan China, sedang berjalan pulang kerumah orang tuaku, setelah menyelesaikan masa studi kuliahku di jurusan Bisnis. aku menyelesaikan kuliahku sebelum 4 tahun, memang bisa dibilang aku lumayan cerdas dan juga populer dikalangan wanita Karena aku tampan. Tapi aku tidak punya pacar sampai sekarang, bukan tidak bisa, tapi belum ada yang cock aja sama seleraku.


Aku adalah anak kedua di keluarga kecilku, tapi Ibuku meninggal setelah 2 tahun kelahiranku di karenakan sakit. Ayahku adalah pengusaha di bidang property perumahan dan perusahaan ayahku bisa dibilang besar dan punya nama di Wuhan dan sekitarnya.


Kakak ku juga sekarang bekerja di perusahaan ayah ku setelah iya lulus dari bangku kuliah. ‘


Setelah sampai di terminal bus, Xia Yun duduk di bangku terminal menunggu bus yang tujuan pemberhentiannya tidak jauh dari rumahnya, setelah hampir setengah jam menunggu akhirya bus yang di tunggunya pun datang, dan Xia Yun segera masuk dan duduk di bangku bagian belakang dengan yaman. Sambil menedengarkan music dari hendphon lewat Earphonnya.


Setelah satu setengah jam akhirnya Bus yang di naiki Xia Yun pun berhenti, dan segera Xia Yun keluar dari bus dan berjalan kearah rumahnya yang tak jauh dari terminal. Tak butuh waktu lama Xia Yun sampai di depan pagar rumahnya, dan membukanya terlihat rumah Xia Yun berlantai dua, tidak terlalu besar dengan model rumah antik yang elegan halaman rumahnya luas dan banyak tanaman yang tersusun rapi dan di kelilingi dinding setinggi hampir 3 meter.


“ Selamat datang tuan muda Xia “ Salam penjaga gerbang rumah Xia Yun sambil membungkuk kecil setelah melihat Xia Yun yang membuka gerbang.


“ Terimakasih paman, bagaimana kabar paman dan bibi? “ Tanya Xia Yun.


‘ Mereka adalah Paman Tao dan bibi An , mereka adalah suami istri yang sudah bekerja dengan keluargaku sejak aku masih kecil dan mereka juga lah yang merawatku setelah ibuku meninggal. Bibi An adalah pembantu di rumahku, umur Bibi An sekarang 43 tahun. Sedangkan paman Tao adalah penjaga gerbang dan tukang kebun rumahku, umur Paman Tao sekarang 44 tahun, mereka punya satu anak perempuan umur 16 tahun yang masih di bangku sekolah SMA, dan tinggal di rumah nenek nya untuk menemani neneknya yang tinggal sendirian. '


“ Paman dan istri paman baik-baik saja tuan muda Xia “ jawab paman Tao


“ Sukurlah paman, Xia Yun masuk dulu ya paman Tao, mau istrahat dulu ” balas Xia Yun sambil berjalana masuk kerumahnya.


“ Baik tuan muda “ jawab Paman Tao sambil tersenyum lembut dan kembali menutup gerbang.


Sesampainya di dalam, Xia Yun melihat Bibi An sedang menyiapkan makanan di mejamakan, karena sebelumnya sudah di beri tau oleh ayah Xia Yun, kalo anaknya Xia Yun akan pulang hari ini.


“ Selamat siang Bibi An” salam Xia Yun sambil mendekat kearah meja makan.


“ Ah!, salam tuan muda Xia “ jawab Bibi An sedikit terkejut.


“ Mari makan siang dulu tuan muda, Bibi sudah siapkan” lanjut Bibi An sambil tersenyum.


“ Baik, terimakasih Bibi An “ jawab Xia Yun sambil duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


“ Bibi mari sini duduk makan sama- sama, Bibi pasti belum makan kan “ ajak Xia Yun sambil memandang Bibi An yang masih berdiri di sampingnya.


“ Tidak papa tuan muda, nanti saja Bibi makan sama suami Bibi “ jawab Bibi An pelan menolak ajakan Xia Yun


“ Kalo gitu ajak aja Paman Tao kesini Bi, kita makan sama-sama, kan udah lama juga kita gak makan sama- sama “ Kata Xia Yun


“ Ayolah Bi biar enak kalo makan ramai-ramai “ Kata adrian sambil memelas


Sedangkan Bibi An hanya tersenyum lembut dan mengelengkan kepala kecil melihat tuan mudanya, yang sudah ia anggap anak sendiri itu memelas seperti anak kecil. Ia sudah baiasa dari dulu tuan mudanya ini sering merengek padanya jika minta sesuatu saat masih kecil.


“ Baiklah , kita makan sama- sama , tunggu sebentarya Bibi akan panggilkan suami Bibi.” Jawab Bibi An


“ Ok Bi! “ Balas Xia Yun senang


Tak lama pasangan suami istri itu pun datang dan duduk besebelahan di meja makan berhadapan dengan Xia Yun, mereka pun memulai acara makan bersamanya. Setelah Xia Yun menghabis kan maknan nya ia ijin pamit untuk istirahat di kamarnya.


Kamar Xia Yun ada di lantai dua, setelah masuk kekamar Xia Yun segera membersihkan dirinya di kamar mandi di dalam kamarnya. Setelah selesai membersihkan diri, hanya dengan memakai celana pendek dan kaos pendek, Xia Yun berbaring di tempat tidur dan tanpa sadar sudah terlelap.


Derttttt….. Derttttt….


Terdegar deringan hendphon di meja sebelah meja tempat tidur Xia Yun yang terganggu dengan suara itu pun terbangun dari tidurnya dan mengambil hendphonnya yang ada di meja. Dan mengeser tombol hijau yang ada dilayar hendphon.


“ Halo “ kata Xia Yun yang baru bangun tidur sambil mendekatkan Handphon ke telinganya.


“ Emm baiklah ayah, baik-baik ya Ayah sama kakak “ kata Xia Yun pelan


“ Kalo perlu apa-apa bilang aja sama Paman Tao dan Bibi An” lanjut Ayah Xia Yun berkata.


“ Baiklah Ayah” jawab Xia Yun


“ Baiklah Ayah tutup dulu telphonnya nanti Ayah hubungi kamu lagi, Jangan lupa makan malam ” setelah itu telphon pun terputus.


Sedangkan Xia Yun hanya menghela napas dan melihat jam di hendphonya yang menunjukan jam 18:25 , setelah itu Xia Yun pun bangun dari tempat tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk mebasuh mukanya sebentar, setelah itu Xia Yun keluar dari kamar dan turun ke lantai satu mencari Bibi An, tak lama Xia Yun melihat Bibi An ada di dapur, yang sepertinya akan mau memasak, melihat itu Xia Yun segera menyapanya.


“ Bibi An! “ pangil Xia Yun pelan di pintu dapur.


“ Ada apa tuan muda, apa ada yang bisa Bibi bantu” jawab Bibi An


“ Bibi mau masak makanan apa? “ Tanya Xia Yun sambil bersender di pintu dapur.

__ADS_1


“ Bibi rencananya mau bikin sup ayam sama sayur, apa tuan muda ingin Bibi masakan sesuatu” Tanya Bibi An yang menebak tujuan tuan mudanya.


“ Ia Bibi, Bibi bisa masakan nasi goreng ke sukaan ku, sudah lama aku gak makan nasi goreng buatan Bibi “ jawab Xia Yun


Bibi An yang mendegar itu tersenyum dan menjawab “ Baik akan Bibi buatkan nasi goreng ke sukaan tuan muda”


“ Baik Bi, aku tunggu sambil nonton televisi ya Bi “ kata Xia Yun


“ Baik tuan muda “ Jawab Bibi An sambil tersenyum lembut.


Setelah itu Xia Yun segera pergi dan berjalan kearah sofa yang ada di depan televisi, setelah duduk Xia Yun menyalakan Televisinya mengambil remot televisi dan mencari saluran televisi yang menurutnya seru, sambil menunggu masakan Bibi An selesai.


Setelah beberapa lama terdegar suara Bibi An dari arah meja makan memanggil Xia Yun, Xia Yun yang mendengar itu segera menghampiri Bibi An yang ada dimeja makan dan duduk di kursi meja makan yang di atasnya ada satu piring nasi goreng kesukaan nya.


“ Makasih Bi , aku makan ya Bi “ kata Xia Yun dan langsung memakan nasi gorengnya.


“ Apakah masih sama rasa nasi gorengnya tuan muda “ Tanya Bibi An sambil melihat Xia Yun makan .


“ Em masih sama kok Bi, rasanya sagat enak. Sangat berbeda dengan nasi goreng yang aku beli waktu masih di kos tempat kuliah ku dulu.” Jawab Xia Yun yang masih mengunyah makanan di mulutnya.


“ Syukur lah jika rasanya masih sama dan tuan muda suka masakan Bibi “ jawab Bibi An pelan.


“ Sebentar Bibi ambilkan minuman buat tuan muda” kata Bibi An berjalan pergi ke dapur yang baru teringat belum membawa minuman yang ia buat tadi. Sedangkan Xia Yun hanya menganguk karena mulutnya masih penuh makanan.


“ Ini tuan muda, Bibi buatkan minuman jeruk peras manis dingin kesukaan tuan muda “ kata Bibi An sambil meletakan minumannya di hadapan Xia Yun. Dan segera Xia Yun meminumnya.


“ Ahh.. Bibi sangat tau kesukan ku “ kata Xia Yun setelah meminum minuman tersebut.


Bibi An hanya tersenyum kecil menegar itu.


“ Bibi tidak ikut makan? “ Tanya Xia Yun setelah kembali memakan makanannya.


“ Tidak usah tuan muda, Nanti saja Bibi makan sam suami Bibi, lagi pula bibi belum masak makanan yang lain, sekarang Bibi mau masak buat makan Bibi sama suami Bibi dulu ya tuan muda, Bibi tinggal kedapur dulu, kalo ada yang tuan muda minta lagi bilang aja sama Bibi . “ Kata Bibi An lembut.


“ Biaklah Bi “ jawab Xia Yun singkat dan lanjut memakan makanannya . Bibi An yang mendengar itu pun berjalan pergi kembali ke dapur.


Setelah Xia Yun menghabiskan makanan nya ia kembali pergi kekamarnya dan duduk bersandar di atas tempat tidur membuka hendphonya, membuka aplikasi novel dan lanjut membaca novel yang menjadi hobinya akhir – akhir ini untuk megisi waktu luang dan menghilangkan stres.


Xia Yun juga sering berhayal tentang pergi ke dunia lain seperti di novel yang di baca nya. Malam semakin larut, tak sadar Xia Yun tertidur.

__ADS_1


Dan tepat pada waktu tengah malam, di atas Xia Yun yang sedang tertidur, tiba –tiba muncul pusaran lubang hitam cukup besar. Ruangan kamar Xia Yun sedikit bergetar dan Seketika lubang hitam itu dengan cepat menarik roh Xia Yun memasuki lubang hitam itu. Dan seketika itu pula lubang hitam itu lenyap dan ruangan kembali tenang.


Not : Novel ini hasil dari imajinasi saya sendiri hanya ingin menyalurkan hobi dan menghibur para pembaca , sukur-sukur dapat pengahasilan dan pengalaman dari penulis senior . jadi mohon dukungan, kritik dan saran yang membangun penulis . dengan cara like dan komen , kalo mau kasih hadiah juga boleh 😅. oke sekian dan selamat membaca. dan ikutin terus perjalan sang protagonis di novel ini semoga menghibur.


__ADS_2