PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR

PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR
Episode 20 Harta Karun


__ADS_3

“ Ini….! “ guman Xia Yun pelan dengan ekspresi terkejut dapat terlihat di wajahnya, Xia Yun tidak bisa melanjutkan perkataannya, melihat apa yang ada di hadapannya.


Di hadapannya sekarang terlihat ada ruangan sebesar lapangan sepak bola, dan tepat di langit-langit di bagian tegah goa ada bongkahan keristal yang memancarkan cahaya yang cukup terang. namun bukan itu yang mengejutkan Xia Yun.


Xia Yun terkejut karena melihat setumpukan harta berupa koin emas yang membentuk bukita kecil di tengah- tengah ruangan, sedang kan di pojok-pojok ruangan ada setumpuk batu Qi kuaitas rendah dan tinggi dan ada juga tumpukan senjata seperti pedang, tameng, dan lain lain. Mereka semua di letakan seperti barang yang tidak berguna.


Dan masih ada satu rak yang penuh dengan buku-buku, semua itu yang membuat Xia Yun terkejut. Xia Yun masih berdiri termenung di depan jalan masuk goa, setelah beberapa saat kemudian Xia Yun tersadar kemudian sudut bibirnya sedikit berkedut.


“ I..i..ini beneran, ini beneran semua harta peninggalan klan SUN. “


“ Haha..haha…hahahah, Aku kaya! Hahaha aku kaya! “ ucapa Xia Yun lantang sambil tertawa dengan keras dan itu membuat suara nya mengema di dalam goa membuat suaranya bertambah semakin keras.


Setelah beberapa saat puas tertawa Xia Yun menghampiri semua harta yang ada di sana satu persatu dengan girang, ia tak henti hentinya tertawa sambil memeriksa kesana kemari semua harta yang ada di dalam goa.


“ Hahaha dengan semua harta ini aku tidak akan kekaranga uang dan bahan cultivasi ku.” Ucapnya sambil melihat tumpukan harta yang ada di depannya.


“ Hufff, tenang Xia Yun tenang” ucapnya sambil mengelus dadanya pelan menenang kan dirinya karena sebelumnya dirinya tidak terkontrol karena terlalu senang.

__ADS_1


“Baiklah Xia Yun sebaiknya sekarang kita periksa dengan teliti apa saja benda yang ada disini.” Setelah berkata seperti itu Xia Yun berjalan kea rah rak buku yang ada di pojok paling belakang goa, tidak lagi terlalu memperdulikan tumpukan koin emas dan batu Qi, karena sebelumnnya ia sudah puas mengamati harta itu semua.


Saat ini Xia Yun berdiri di depan rak buku, rak buku itu lumayan besar dan da sekiitar sertus buku yang ada di sana. Tak butuh waktu lama karena penasaran, Xia Yun segera memeriksa satu persatu buku yang ada arak itu. Dan itu kembali membuat Xia Yun terkejut. Bahkan melebihi keterkejutanya sebelumnya.


Bagaimana tidak, setelah Xia Yun memeriksa semua buku yang ada di rak, yang teryata hampir semua buku yang berjumlah serratus itu adalah buku – buku tehnik beladiri dan tingkatan yang paling rendah adalah tingkat emas dan yang tertinggi adalah tingkat raja.


Yang mana seni bela diri tingkat raja sangat lah langka, bahkan kekaisaran dan sekte-sekte besar hanya memiliki paling banyak dua, dan sekarang di hadapanya ada lima tehnik beladiri tingkat raja, dan yang lainnya juga termasuk tingkatan yang langka yang bahkan di kota besar dan sekte-sekte menengah belum tentu memiliki tehnik bela diri di tingkat dibawah tingkat Raja.


Xia Yun hanya bisa terdiam tidak bia bekata-kata, Apa lagi setelah melihat tiga buku yang berdampingan yang lebih tebal dari buku lainya.


karena penasaran Xia Yun menbaca buku itu dan setelah cukup lama , akhirnya Xia Yun tau bahwa Buku itu berisikan semua pengetahuan yang berkaitan dengan Alkemis, aray dan penempaan senjata. Bahkan terdapat catatan pengetahuan dan pengalaman dari seorang yang mendalami ketiga provesi tersebut.


“ Untung saja aku yang menemukannya, jika orang jahat dan tidak manusiawi yang menemukannya entah apa yang akan terjadi pada benua ini , “ ucapanya pelan


“ Ya walau pun aku bukan orang baik, namun aku masih bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah dan juga yang paling penting pembela ke adilan “ ucap Xia Yun tegas sambil mengankat satu tangannya ke atas.


“ Hah sudahlah jagan banyak bergaya, kekuatan aja masih lemah banyak omong lagi, huff… yang penting jalanin aja dulu dan bertambah kuat. “ ucap Xia Yun ambil mengelengka kepalanya pelan.

__ADS_1


“ tapi ada satu yang aku bingung, jika senior Sun Dayun saja sudah menjadi tengkorak, yang mana sudah sangat lama. Tapi kenapa kodisi semua harta dan buku-buku ini masih terawat dan baik- baik saja, bahkan tidak berdebu sedikitpun, seperti ada yang membersihkannya setiap hari. “ setelah berkata seperti itu Xia Yun kembali mengamati sekitar goa.


Setelah beberapa mencari , akhirnya Xia Yun berhasil menemukannya , terlihat di atas permukan tanah terlihat garis- garis yang saling terhubung membentuk sebuah pola menutupi semua permukaan tanah goa itu. Dan pola- pola itu sedikit menegluarkan cahaya redup. Yang sepetinya adalah sebuah aray.


Xia Yun hanya bisa mengedutkan alisnya, karena tadi terlalu senang, dirinya tidak waspada dan tidak menyadari sesuatu yang bahkan sangat jelas sepeti pola – pola yang bercahaya redup di seluruh permukaan goa. Jika saja ada suatu mekanisme jebakan yang mematikan, Xia Yun yakin dirinya pasti sudah menjadi mayat dari tadi.


Menyadari itu Xia Yun hanya bisa menghela napas panjang dan bersukur karena tidak ada jebakan di dalam goa ini, dalam hati Xia Yun sangat berterimakasih pada senior Sun Dayun yang membuat goa ini, karena tidak memeberikan mekanisme jebakan di dalam goa ini.


Setelah itu Xia Yun lebih berhati- hati dalam bertindak, Xia Yun kembali memeriksa barang yang laiannya dan itu adalah sebeuah kotak peti yang cukut besar yang dari tadi membuat Xia Yun penasaran, peti itu ada diatas altar yang berada di ujung goa.


Setelah yakin tidak ada yang aneh pada altar itu, Xia Yun mendekati kotak peti itu dan dengan perlahan menbukanya, setelah terbukan di situ terlihat ada dua buku yang lumayan usang dan ada satu pedang panjang yang ukurannya hampir satu meter dan lebarnya sekitar lima cm, dengan sarung berwarna hitam pekat dengan mutiara merah di tengah di pangkal sarung pedang dan gagang yang juga berwarna hitam pekat dengan pangkal gagang berbentuk kepala naga . Dan dilihat dari tampilan dan bentuk luarnya, Xia Yun yakin pedang itu adalah pedang bermata dua.


Dan di sampingya juga ada sebual cinci hitam polos yang tersimpan rapi yang Xia Yun yakin itu adalan cincin penyimpanan. Lalu Dengan perlahan Xia Yun mengeluarkan satu persatu benda itu, dan pertama kali Xia Yun memeriksa dua buku yang lumayan usang itu, karena Xia Yun penasaran apa yangbeda dengan buku yang lainnya.


Bersambung.......


Jagan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komentar novel ini.

__ADS_1


Next........


__ADS_2