PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR

PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR
Episode 7 Pertualangan


__ADS_3

Keesokan harinya Xia Yun pagi-pagi sekali pergi meninggalkan kediamannya, Xia Yun di antar hingga gerbang klan oleh kedua orang tuanya dan juga Xia Mei kekasihnya, degan menggunakan kuda Xia Yun pergi menuju desa yang berdekatan degan hutan mati melewati jalan setapak yang menghubungkan kota dengan desa tersebut.


Tak butuh waktu lama hanya dalam dua jam, Xia Yun sudah dapat melihat sebuah gerbang yang bertuliskan desa Batu, desa yang terdekat degan hutan mati.


Desa ini juga salah satu desa kekuasaan klan Xia. Desa ini bisa di bilang ramai penduduknya dan mayoritas adalah pedagang dan pembisnis, karena merupakan salah satu tempat singgah para pemburu best yang ada di hutan mati untuk di jual kembali mau itu dagingnya atau bagian tubuh yang lainnya.


Setelah sampai di depan gerbang terlihat beberapa orang yang sedang mengantri untuk masuk Desa Batu. Kebanyakan mereka adalah seorang pemburu, terlihat dari tingkatan kultivasi mereka yang lumayan tinggi.


Setelah tepat berada di barisan aling belakan, Xia Yun turun dari kudannya dan ikut mengantri, kedatangan Xia Yun menarik perhatian orang- orang yang sedang mengantri di depannya, namun itu hanya sebentar.


telah menunggu beberapa menit Xia Yun mendapat gilirannya untuk masuk ke desa, sebenarnya degan setatusnya Ia bisa saja masuk tanpa mengantri , namun Xai Yun tidak ingin melakukan itu ia ingin low profil saja agar tidak terlalu menarik perhatian.


“ Satu koin perak untuk satu orang “ ucap salah satu penjaga gerbang. Degan lambaian tagan kecil Xia Yun mengeluarkan satu koin perak dan memberikannya ke salah satu penjaga itu.


Setelah itu Xia Yun dan kudanya di perbolehkan memasuki desa. Untuk kenapa kedua penjaga gerbang tadi tidak mengenali Xia Yun yang seorang tuan muda Klan, itu karena memang hanya sedikit orang yang tau seperti apa wajah dari anak tetua pertama klan Xia.


Karena memang Xia Yun yang jarang sekali berinteraksi jauh dari rumah dan banyak menghabiskan waktunya di dalam perpustakaan.

__ADS_1


Setelah di dlam desa, terlihat banyak toko di pinngir jalan yang mejual sejata dan bebagai benda-benda seperti bagian tubuh binatang best dan juga inti binatang best. Xia Yun berjalan melewati jalan utama degan menuntun kudannya, dia hanya berencana untuk melewati desa tersebut untuk bisa memasuki hutan mati.


Namuh Xia Yun juga membeli perlengkapan seperti beberapa pisau kecil dan juga tali tambang. Yang mungkin akan berguna dalam perburuan kali ini pkirnya.


Setelah sudah lengkap menurutnya ia segera melanjutkan perjalananya menuju hutan mati ia tidak mau sampai di hutan mati pada malam hari, karena itu akan sangat berbahya. Karena menurut informasi yang iya dapat kan pada malam hari para binatang best yang ganas akan mencari makan.


Iya kembali manaiki kudanya dan memacu menuju perbatasan huta mati. Tak butuh waktu lama tepat oada siang hari Xia Yun telah sampai di perbatasan hutan mati, dari kjauhan terlihat ada beberapa orang yang juga akan memasuki hutan mati.


Setelahturun dari kudanya Xia Yun melepaskan kekang kudanya dn menyuruh kuda itu pergi.


“ Udah sekarang kamu bebasya kuda, terimakasih telah megantarku ke sini. Pergi lah jagan sampai bertemu binatang best yang buas “ kata Xia Yun sambil mengelus leher kuda itu dan kemudian menepuk pantatnya, kuda itu pun lari menjauh dari hutan mati.


“ Aku tidak meyangka akan merasakan rasanya menjadi sorang ninja yang bisa melompat-lompat di dahan pohon, hahaha ini sangat seru!... dan pohon-pohon disini sagat besar di bandingkan degan pohon yang pernah aku temui di bumi.” Kata Xia Yun yang sekarang tengah berada di salah satu dahan pohon sambil melihat sekeliling meencari target pertamanya.


Xia Yun sudah hampir satu jam mencari binatang Best di pinggiran hutan mati, namun ia belum menemukan satupun binatang Best.


“ Hemm…. kemana para binatang Bestnya, kenapa sejak tadi belum ada tanda-tanda terlihat satupun, atau mungkin binatang Best yang ada di pinggiran hutan mati sudah habis karena sering di buru, hmm bisa jadi. “ guman Xia Yun pelah.

__ADS_1


“ hah… baik lah aku akan istirahat terlebih dulu sebentar disini “ Xia Yun pun duduk bersandar di dahan pohon tempat tadi ia berdiri.


Baaamm….


Baru juga bersandar sebentar terdegar suara dentuman dari kejauhan dan terlihat para burung kecil yang berterbangan.


“ Hm!.. akhirnya ada juga, mari kita lihat binatang Best apa kah itu dan sepertinya mereka sedang berkelahi. “ setelah berkata itu iya pun segera bangkit dan melesat kembali melompat di dahan-dahan pohon dan sesekali berlari di tanah.


Setelah beberapa saat Xia Yun sampai di tempat suara dentuman tadi, dan ia degan mengendap-endap dengan perlahan dan dari atas pohon iya melihat di depannya ada dua binatang Best yang sedang bertarung. Kedua binatang Best itu adalah seekor singa dan seekor musang masing – masing mereka tinginya satu meter lebih dan kedua binatang Best itu sama- sama memiliki elemen api.


“ Hm.. kedua Best itu adalah binatang Best level satu dan dari auranya kedua binatang Best itu sama degan cultivator bintang perunggu tingkat Sembilan yang artinya mereka berada di level satu puncak dan kenapa mereka bertarung.” Guman Xia Yun sambil masih mengamati kedua binatang Best itu bertarung.


Setelah itu Xia Yun mencari sumber penyebabnya, setelah melihat sekeliling iya pun tertuju degan salah satu pohon yang tingginya hampir dua meter, namun bukan pohon itu yang menjadi perhatian Xia Yun buah yang yang berwarna ke emasan bentuknya seperti jambu air yang ada di bumi dan haya ada satu buah pada pohon itu.


“ Buah kondensasi Qi!... “


Bersambung.......

__ADS_1


Neks....


__ADS_2