PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR

PERJALANAN XIAYUN DI DUNIA CULTIVATOR
Episode 3 Informasi ( Revisi )


__ADS_3

Keesokan harinya, Xia Yun bangun dari tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah keluar dari kamar mandi dan berpakaian sederhana namun mewah.


Xia Yun memakai pakaian seperti jas berwarna biru bergaris putih kebawah di bagaian depanya dengan celana panjang berwarna serupa dan ikat pinggang berwarna hitam, Xia Yun memandang tubuhnya di pantulan cermin.


“ Hmm…penampila anak ini tidak buruk, wajahnya sedikit lebih tampan dari wajah ku di bumi, kulitnya juga putih susu bukan putih pucat. Malah lebih ke kulit perempuan menurutku, dan tinggi badanya juga tinggi untuk anak umur 14 tahun.


Hanya satu yang kurang, yaitu otot tubuhnya sunguh buruk, lebih ke kurus. Anak ini sangat malas untuk berlatih fisik, ia lebih suka membaca buku-buku diperpustakaan, sepertinya alasan kenapa tingkatan kultivasi anak ini tertinggal bukan karena tidak berbakat, namun karena anak ini malas berkultivasi, ia lebih suka ilmu sastra dari pada kekuatan.” Kata Xia Yun yang masih berdiri di depan cermin.


“ Tapi mohon maaf untuk roh anak ini sebelumnya, aku tidak akan mengikuti jejakmu, aku akan bertambah kuat sekarang, agar tidak ada lagi yang memandang rendah mu, akan aku buat terkejut orang – orang yang selalu memandang rendah mu dengan peningkatan kekuatan ku yang melibihi mereka , jadi kau tenang aja ya di alam sana, aku akan jaga tubuh, martabat dan keluargamu.” kata Xia Yun bertekad dan tersenyum.


Setelah itu Xia Yun keluar dari kamarnya namun baru juga membuka pintu, ia di kejutkan dengan triakan seorang pria yang sepertinya berumur 30 han . Yang Xia Yun tau itu adalah pengawal yang sepertinya memang di kususkan untuk menjaga kamarnya.


“ Selamat pagi tuan muda “ sapa penjaga sambil sedikit membungkuk.


‘ Haah , ini pasti perbuatan ibuku, dia terlalu khawatir. Tapi justru itu yang aku suka ‘ pikir Xia Yun sambil tersenyum.


“ Selamat pagi juga paman, apa paman tau diamana orang tua ku berada sekarang? “ Tanya XiaYun sopan.


“ Ya, saya tau tuan muda, tetua pertama berpesan kepada saya, untuk mengantar tuan muda ke ruangan tetua pertama setelah tuan muda sudah keluar dari kamarnya” kata pengawal itu sopan.


“ Baik paman, saya akan ke sana. Terimakasih “ setelah mengucapkan itu Xia Yun segera pergi menuju ruangan ayahnya yang iya ingat lewat ingatan yang XiaYun dapat sebelumnya.

__ADS_1


Tak lama Xia Yun sampai di depan pintu ruangan Ayahnya dan mengetuk pintu, tak lama terdengar sautan dari dalam yang menyuruhnya masuk, setelah masuk dia bisa melihat ada ayah dan ibunya sedang duduk di ruangan tersebut yang sedang memandang nya.


“ Akhirnya kau bangun nak, bagaimana keadaan mu apa sudah baikan? “ Tanya Xia Shuwan ibu Xia Yun sambil berdiri dan memeriksa tubuh anaknya.


“ Sudah, ibu tenang aja, Xia Yun tidak papa “ Xia Yun berkata sambil tersenyum melihat ibunya sangat menghawatirkannya, Ia sangat senang bisa merasakan kembali kasih sayang seorang ibu.


“ Sudah-sudah, ada yang ingin ayah katakana pada mu Xia Yun, mari duduk dulu. “ kata Xia Jiang ayah XiaYun.


Lalu ibu dan anak itu pun duduk perdampingan menghadap ayah Xia Yun.


“ Apa yang ingin ayah dan ibu becarakan dengan ku ?” Tanya Xia Yun


“ 8 bulan dari sekarang akan diadakan turnamen klan yang diadakan 5 tahun sekali, untuk melihat bakat anak-anak generasi muda klan dan menentukan jenius klan generasi ini dan seperti 5 tahun sebelumnya. 5 besar pemenang akan bertanding mewakili klan untuk pertandingan di Kota Hutan Mati melawan dua klan lainnya dan tahun ini ada yang sepesial. 3 besar penang dari pertandingan di kota Hutan Mati, nantinya akan mewakili Kota Hutan Mati untuk pertandingan antar kota yang akan di adakan di kota besar nanti “ kata Xia Jiang menjelaskan, sedangkan Xia Yun dan Xia Shuwan hanya mendegarkan dengan serius.


Xia Yun yang di Tanya itu masih terdiam ia masih memikirkan langkah kedepannya setelah mendapat informasi dari ayahnya.


“ Tidak papa jika anak ibu masih ragu untuk mengikuti turnamen ini, ayah dan ibu mu tidak masalah dengan itu, Karena sepertinya anak ibu lebih suka menjadi sarjana dari pada Cultivator, itu juga bagus untuk masadepanmu “ kata Xia Shuwan sambil mengelus kepala Xia Yun lembut.


Xia Yun yang mendengar perkataan ibunya itu hanya bisa tersenyum canggung,


‘ Itu memang tujuan roh anak in sebelumnnya , tapi sekarang roh ku yang menempatinya, jadi tentu keinginanku berbeda denganya. Jika kedua orang tua anak ini tau, gimananya reaksi mereka ‘ pikir XiaYun sambil tersenyum canggung.

__ADS_1


“ Tidak ibu, ayah. Yun’er akan ikut turnamen itu 8 bulan kedepan, Yun’er akan tunjukan bahwa anak seorang tetua pertama klan XIA tidak lah lemah. Yun’er akan menjadi kuat agar bisa melindungi ibu , ayah dan orang – orang yang Yun’er sayangi. “


Xia Yun berkata yakin dan penuh semangat di depan ke dua orang tuannya.


Sedangkan Xia Jiang mendengar anaknya berkata seperti itu, ia tertawa lantang.


“ HAHAHA!, Bagus- bagus itu baru anak ayah hahaha “ kata Xia Jiang senang melihat tekad anaknya, namun tak lama setelah itu iya merasakan tatapan berbahaya dari sampingnya, setelah melihat ke samping terlihat Xia Shuwan yang sedang memandangnya tajam. Xia Jiang hanya bisa tertawa janggung sabil meggaruk belakang kepalanya tidak gatal dan menghela napas pelan setelah pandanga istrinya itu beralih ke Xia Yun.


“ Baiklah jika itu memang ke inginan mu, ibu hanya bisa mendukungmu. Tapi ingat jangan memaksakan diri mu, ibu hanya ingin melihat anak ibu baik-baik aja. “ Kata Xia Shuwan sambil memandang Xia Yun.


“ Ibu tenang aja Yun’er pasti akan berusaha sebaik mungkin dan memenangkan turnamen nanti “ kata Xia Yun meyakinkan Ibu nya.


“ Iya – iya ibu percaya, baiklah kita sudahi dulu percakapan ini. Lebih baik kita sarapan dulu, keburu dingin nanti makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan. “ kat Xia Shuwan , dan mereka pun pergi dari ruangan itu dan berjalan menuju ruang makan, setelah sampai ketiga orang itu duduk di bangku meja makan dan segera menyantap hidangan yang ada di depan mereka dengan tenang. tak butuh waktu lama mereka menyelesaikan makan.


“ Yun’er Ibu minta tolong belikan sesuatu di toko herbal “ kata Xia Shuwan sambil menyodorkan catatan kecil , dan sebuah cincin.


“ Uangnya ada di dalam cicin itu, uang lebihnya nanti kamu simpan aja gunakan untuk latihan mu “ lajut kata Xia Shuwan pada Xia Yun.


sedangkan Xia Yun hanya mengangguk dan berjalan keluar kediaman nya, menuju pasar yang dimaksud Ibunya.


Bersambung........

__ADS_1


Neks......


__ADS_2