
galih bagas kara menikahi susan putriani pernikahan mereka sudah ada 13 tahun mereka di karuniai tiga anak dua perempuan dan satu laki laki...
anak pertama mereka bernama nadia syakila ashifa dia berumur 7 tahun dan anak yang kedua nama nya serena amira putri yang.
berumur 5 tahun dan si anak laki laki yang terakhir nama nya danu ardi saputra umur nya 2 tahun pernikahan mereka jauh dari kata sempurna...
hidup mereka yang pas pasan membuat galih harus pintar dalam mencari uang sang istri hanya bekerja sebagai...
pembantu dan dia hanya sebagai kuli bangunan
mau bagaimana lagi dia harus bisa menghidupi anak dan istri nya setiap hari dia banting tulang...
untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga nya sampai pada akhir nya galih lelah dengan keadaan...
Yang di alami nya sikap nya berubah kepada anak dan istri nya"Mas sabar aku tau kita hidup kekurangan''
"Tapi nggak kayak gini maksud kamu apa kita harus Terima sama keadaan yang kayak gini gini aja"
"Aku capek susan kamu nggak ngrasain apa yang aku rasa karena kamu"
"Bisa nya urus anak jadi ibu rumah tangga kamu emang kerja tapi ini aja masih kurang liat sepatu nadia"
"Udah jelek tas nya serena sering putus apa kamu masih mau bilang sabar"Mas galih aku tau
__ADS_1
"Yang kamu rasain tapi kita harus bisa kuat di depan anak anak kalo mereka denger gimana kasian mas"
"Biarin aja mereka denger itu emang kenyataan nya bahwa kita ini miskin percuma aku ngomong sama kamu"
"Tiap hari cuma bilang sabar terus" galih meninggal kan susan yang sedang menangis susan hanya diam...
terpaku tanpa di sadari putri mereka nadia mendengar semua pembicaraan yang di lakukan oleh orang tua nya...
nadia pun mendekati ibu nya"Bu kenapa nangis ayah marah marah lagi ya sama ibu"
"Nggak nadia ibu nggak papa kamu nggak usah khawatir ibu baik baik aja mendingan kerjain pr kamu"
"Ibu mau beres beres dapur dulu bantuin serena kalo dia nggak bisa kerjain pr nya" iya bu nadia ke kamar dulu" nadia pun
"Ibu bohong sama kamu ibu nggak bisa cerita sama kamu kalo ayah mu marah sama ibu" setelah memberes kan dapur
susan pergi mengecek keadaan anak anak nya ternyata mereka sudah tertidur
pulas karena diri nya sangat lelah ia juga memutus kan untuk tidur di sebelah anak nya Baru saja ingin menutup mata
Susan di kejut kan ketokan pintu dia pun berlari ke arah pintu ketika ia membuka pintu betapa terkejut nya dia
ternyata itu galih suami nya dia pulang dalam keadaan mabuk minumman keras" kamu mabuk lagi mas"
__ADS_1
"Kenapa sih harus begini" heh susan aku mabuk ini gara gara kamu kamu itu cuma bisa bikin aku"
"Stres bukan nya cari solusi malah cerewet bikinin aku teh anget sana kepala ku pusing tau dari pada"
"Ngoceh nggak jelas" susan yang mendengar kata suami nya segera membuat teh hangat yang di minta
setelah selesai membuat teh nya susan kembali kepada suami nya untuk memberi kan teh
itu setelah itu duduk di sebelah suami nya galih pun langsung meminum teh itu begitu di minum ia
langsung menyembur kan teh nya" Teh apaan ini pahit amat" maaf mas gula pasir nya abis"
"Nih kamu liat masih mau bilang sabar hah kamu itu nggak sadar sadar kalo kita itu emang miskin"
galih yang menjambak rambut istri nya kemudian melepas kan nya susan hanya bisa menahan rasa sakit dan tangis nya supaya anak nya tidak terdengar
"Nih buat bayar kontrak kan jangan sampai kita di usir lagi "galih memberi kan uang kepada susan
"INI uang dari mana mas" kamu nggak usah banyak tanya dari pada aku hajar kamu lagi mau kamu hah"
"Iya mas maaf" nah gitu dong tinggal ambil aja kok repot amat" susan hanya bisa menurut kepada suami nya
dari pada di hajar lagi semenjak galih kasar pada susan dia menjadi seenak nya dan juga kasar
__ADS_1