
setelah menenangkan istrinya galih pergi ke dapur untuk mengambil air putih ia akan memberikan air itu kepada susan jujur saja galih menyesal sudah memberi tau hal ini kepada istrinya tapi ini sudah terlanjur mau bagaimana lagi sementara.
susan yang masih saja menangis di dalam kamar tidak bisa berbuat apa apa dia hanya diam kini dia menyesali apa yang dia katakan seandainya dia tidak menyuruh suaminya untuk menelepon mbah ageng mungkin ini tidak akan pernah terjadi...
galih yang sudah selesai mengambil air langsung menuju kamar untuk memberikan air ini kepada susan dan ketika dia sampai di sana dia masih melihat istrinya yang masih menangis galih tidak tau lagi harus bagaimana.
semenjak dia memberi tau hal ini kepada susan galih bingung apa yang harus dia lakukan akankah dia siap untuk kehilangan anaknya namun mungkin itu akan dia pikirkan nanti saat ini yang harus dia lakukan adalah menenang kan istrinya dulu.
galih pun langsung memberikan air itu kepada susan sambil berkata..."San di minum dulu airnya"Aku nggak haus mas saat ini yang aku pikirkan hanyalah anak kita"Mas tau ini berat buat kamu
tapi kita nggak bisa berbuat apa apa mungkin ada cara lain apa kita tanyakan ini lagi ke mbah ageng"Buat apa mas pasti nggak akan ada cara lain ujung ujungnya pasti tetap anak
__ADS_1
kita yang jadi korban mas ngapain lagi tanya itu semua percuma gini aja kalo mas mau ambil anak kita ambil aja tapi aku nggak akan pernah ikut terlibat dalam perjanjian ini lagi"Tapi san masa kamu gitu sama mas jangan bikin mas tambah pusing
kalo kayak gini sekarang harus bagaimana"Itu urusan mas silakan pikir sendiri aku kan udah bilang sama mas waktu itu jangan sampai anak kita jadi tumbal apa mas lupa sama janji mas sendiri"
Enggak mungkin mas lupa san tapi ini sudah terlanjur kita nggak mungkin bisa menolak"Kalo gitu mas ambil danu" galih yang mendengar hal itu langsung kaget dan tidak bisa berkata apa apa
setelah diam beberapa menit barulah dia kembali bicara..."Apa aku nggak salah dengar kenapa kamu ngomong kayak gitu"Mas bilang kita nggak mungkin bisa menghindar dari ini semua
terus maunya gimana kita nggak punya cara lain kalau pun ada pasti syaratnya berat dan ribet nanti ini juga sudah terlanjur mau bagaimana lagi"Emangnya kamu rela anak kita jadi tumbal kamu yakin
galih pun langsung menelepon mbah ageng kembali beberapa menit kemudian telefon pun tersambung..."Halo mbah ini galih saya mau tanya soal syarat tumbal malam satu suro nanti"Apa kamu sudah bicarakan ini kepada istri kamu
__ADS_1
kalo sudah ini syaratnya kamu masih menyimpan bambu ireng jiwo kan"Masih mbah emang nya kenapa ya"Nah itu adalah syaratnya kamu tinggal melakukan hal yang sama ketika kamu
mengambil dua bayi di rumah sakit itu kamu lakukan itu kepada anak kamu"Loh mbah bukannya mbah pernah bilang sama saya kalo saya harus membunuh anak saya dengan tangan saya sendiri"
Itu kalo kamu nggak bisa carikan tumbal untuk wedhus ireng tapi ini kan untuk malam satu suro ya pasti berbeda dari yang lain"Baik mbah saya akan bicara tentang ini kepada istri saya" setelah selesai galih menjelaskan kepada istrinya
soal yang tadi dibicarakan dengan mbah ageng setelah mendengar itu susan kembali menangis dia pasti akan mendengar tangisan danu anaknya susan yakin danu pasti ketakutan..."Enggak mas
aku nggak tega dengar suara tangisan nya besok mas aku nggak tega"Mau bagaimana lagi san kita nggak punya pilihan lain cuma ini satu satunya cara untuk menumbal kan danu putra kita" keesokan malam nya
galih memulai ritual nya dia sudah menaruh pot berisikan tanah dan dia tinggal menancapkan bambu ireng jiwo ke dalam nya setelah itu keluar kamar putra sementara
__ADS_1
susan memeluk danu untuk yang terakhir kali nya di pelukkan susan danu tertidur pulas ini dia lakukan supaya dia tidak mendengar tangisan danu
beberapa jam kemudian tumbal berhasil dilakukan susan hanya bisa menangis meratapi kepergian anaknya namun ini sudah terjadi dia tidak bisa berbuat apa apa...