
"Ini jaket nya juga" ujar Kila lagi.
"Bawa aja" jawab Alaska singkat dan datar.
"Ga mau ah, kamu aja yang bawa" Kila langsung menaruh jaket di tangan Alaska. Lalu berjalan pergi meninggalkan Alaska.
"Etsss, tunggu dulu" ujar Alaska sambil narik tas Kila. Kila sangat kecil bagi nya kalo di banding kan dengan Alaska. Kila hanya di bawa ketek Alaska.
"Apa lagi sihh" kesal Kila. Karna ia harus terpaksa berputar kembali melihat Alaska.
"Sama sama" ujar Alaska langsung menarik tangan Kila untuk mengikuti nya dan menggenggam tangan kila. Uhhh sungguh so sweet sekali.
"ihh apaansih lepasin kaaa" risih Kila. Kila risih karna di lihat orang di sekolah nya.
Alaska tak menghiraukan perkataan Kila.
Ia terus menggenggam tangan Kila sampai di kelas nya.
Semua orang riuh melihat Alaska dan Kila.
"ihhh si batu es udah cair ya"
"Alaska ko mau sih sama tu cewe"
"Alaska kamu tega sekali sama aku"
"Wahh Alaska udah punya gandengan yaa"
"Aduh gabisa lagi nih dapetin Kila"
"Kila kok gitu sih sama aku"
__ADS_1
Begitu la yang di dengar Kila dan Alaska. Mereka ber2 tidak menghiraukan apa pun itu. Tetapi tetap saja Kila risih.
Se sampai nya Kila dan Alaska di kelas Kila.
#kelas Kila
Alaska tetap mengandeng tangan Kila sampai ia masuk kelas Kila sekali pun.
"Ihh ka ini tuh udah di kelas" risih Kila.
Sampai la Kila tempat duduk nya. Ada Fifi dan Tia di sana mereka hanya melongok tak percaya.
"Duduk" suruh Alaska ke Kila.
Kila pun hanya mengikuti perintah Alaska.
"Ga usah keluar, bentar lagi aku antar sarapan nya" kata Alaska panjang lebar ke kila. Kedua sahabat Kila di buat syok dengan perkataan dan perlakuan Alaska ke Kila.
Alaska langsung keluar kelas kila.
Melihat Alaska yang sudah keluar kelas. Kedua sahabat Kila pun langsung menyerang Kila.
"Haaaa demi apa anjirrr" histeris Fifi.
"Kalian berdua ke sekolah nya bareng???" Tanya Tia ke Kila.
Kila hanya mengangguk kan kepala nya.
"HAAAAAAA sungguh kita berdua ga mimpi kan kil" histeris Fifi dan Tia.
"ihhh kenapa sih, kalian berdua tu ga mimpi" kesal Kila ke Fifi dan Tia. Karna seakan tak percaya.
__ADS_1
"Coba kamu cubit pipi kita berdua" suruh Fifi ke Kila.
"Iya nih" suruh Tia juga.
Kila pun mencubit pipi kedua sahabat nya.
"Aduhh"
"Aduhhh sakit" ujar Fifi dan Tia kesakitan.
"Nah kan udah di bilangin ga mimpi" ujar Kila ke sahabat nya.
"Iya ya"
"Tapi beruntung sekali kamu Kila bisa Deket Deket dengan Alaska" sedih Fifi.
"Bukan cuma Deket fi tapi dia juga bakal jadi suami aku" batin Kila di dalam hati nya.
"Norak banget sih kamu monyet" menyenggol lengan Fifi.
"Kamu juga norak monyet" ketus Fifi ke Tia.
"Udah Ah ga usah berantem, sehariii aja" kesal Kila. Sudah di buat kesal dengan Alaska di tambah di buat kesal dengan Fifi dan Tia berantem. Bikin Kila stres saja.
Tia dan Fifi akhir nya diam.
Tak lama dari itu datang lagi Alaska ke kelas Kila.
"Nih" ujar Alaska sembari memberikan roti ke Kila.
"Makasih" ujar Kila ke Alaska.
__ADS_1