
"nih makanan nya" seru Fifi sambil membawa makanan mereka.
Fifi melepas kan makanan nya di meja dan ia langsung duduk di depan Kila.
"Makasih ya nona cantik" olok Tia ke Fifi.
"Sama - sama monyet jelek" jawab Fifi dengan ejekan.
"Udah aku puji juga, masi aja" kesal Tia ke Fifi.
"Udah udah makan aja" ujar Kila ke Tia dan Fifi.
Mereka pun memakan makanan dengan lahap.
Apalagi Kila.
Kila tidak sadar bahwa ia sedang di perhatikan oleh Alaska.
"Kalo memang suka samperin" olok Dio yang memperlihatkan Alaska.
"Berisik" jawab Alaska singkat.
Dio pun hanya diam dan melanjutkan makan.
"Nah loh Yo, Lo tau kan dia bisa sendiri" timpal Rifki. Rifki tau cepat atau lambat Alaska akan nyamperin cewe itu. Jadi serah kan saja ke Alaska.
Alaska nya dari jauh memperhatikan wajah cantik Kila.
__ADS_1
Tak lama dari ituu....
"Woii.. lo kan yang di gendong Alaska tadi pagi" seru siswi itu.
Siswi itu tiba tiba melabrak meja makan Kila.
Kila yang merasa di gendong Alaska pun hanya mengangguk kan kepala. Dan tak menjawab apa Apa pun dari siswi itu
Siswi itu membawa ke 2 teman nya. Memakai baju ketat, bedak yang menor... Uh sangat jelek. Yaps itu adalah ceril dan teman teman nya. Benar kata Fifi tadi, Kila sedang di incar ceril dan teman teman nya.
"Berani - berani nya ya Lo Deket dekat sama pacar aku" tunjuk ceril ke wajah Kila.
Semua orang di kantin melihat kejadian itu. Apalagi alaskan dan sahabat sahabat nya.
"Pacar kamu??? Heh emng suka ya alaska sama cewe model kek nenek lampir" jawab Kila kasar. Sahabat sahabat Kila pun berada di samping Kila, untuk mendukung Kila.
Ceril yang merasa di diri nya di hila langsung menarik rambut Kila dengan kuat.
Alaska yang melihat itu pun langsung berdiri untuk nyamperin Kila dan ceril. Sahabat sahabat Alaska pun ikut di belakang nya.
"Sakit bodoh" kata Kila yang kesakitan. Fifi dan Tia di tahan sama teman - teman ceril.
"Lepasin dia" ujar Alaska tiba - tiba datang ke ceril dan Kila.
"Ehh sayang" ujar ceril lebay ke alaska dan
langsung melepaskan rambut Kila di tangan nya.
__ADS_1
"Akhh gila ya kamu, untung ga copot ini rambut aku" kata Kila yang kesakitan.
"Diem Lo" ketus ceril ke Kila.
"Sayang kenapa di sini" ujar ceril lebay ke alaska.
"Jangan sentuh Kila lagi, atau Lo akan menanggung akibat nya" kata Alaska panjang lebar hanya untuk memperingati ceril.
Alaska langsung menarik tangan Kila untuk keluar dari kantin. Kila pun hanya mengikuti nya.
"ihh apaansih kok Alaska berpihak ke dia, apa cantik nya coba, masi Cantikan gue" ketus ceril dengan kesal.
"Ya iya lah cantik Kila dari pada nenek lampir kaya Lo" kata Rifki kasar ke ceril.
"Huuuuuuuu" seru siswa siswi di Kantin mengolok - olok ceril.
"ihh menyebalkan" kesal ceril, ia langsung pergi meninggalkan kantin dan di ikut oleh ke2 teman nya.
"Untung ada Alaska" ujar Fifi yang merasa lega, karna sudah di hentikan Alaska.
"Eh tpi Kila di bawa kemana sama Alaska" takut Tia yang baru sadar Kila di tarik Alaska keluar kantin.
"Udah tenang aja, Alaska ga bakal macem - macem kok" tenang Dio ke Tia.
"Iyaa santai aja,, eh btw bole gabung gak he he??" Tanya rifki cengengesan.
"Iyaa boleh aja" jawab Fifi ke Rifki.
__ADS_1
"Kami berdua ngambil makanan nya dulu ya" kata Rifki berjalan ke tempat semula untuk mengambil makanan nya dan di pindahkan ke tempat teman - teman Kila. Dio hanya mengikuti jalan Rifki.
Sampai la Rifki dan Dio di tempat ia bersama Alaska tadi.