Perjodohan Rahasiaa

Perjodohan Rahasiaa
BAB ~ 56


__ADS_3

"Iyaaa, bentar aku cariin" ujar Alaska di depan pintu lemari.


"Baju dalem sama celana dalem nya gi mana??" Tanya Alaska sambil menggoda Kila.


"Bawa aja, ntar kamu keluar kalo aku ganti baju" ujar Kila sedikit malu. Dengan kedua pipi nya merah merona.


"Nihh baju nya" Alaska membawak baju pendek selengan ke arah kasur Kila.


"Emh ga mau ah pake baju selengan, carik dester aja di situ, soal nya masih sakit pake celana" ujar Kila menolak baju yang di bawa Alaska.


"Ya udah deh aku cariin" ujar Alaska berjalan kembali ke depan lemari baju Kila.


"nihhhh dapet" ujar Alaska yang memegang baju destes selutut berwana kuning. Lalu Alaska berjalan ke arah Kila.


"Baju dalem nya mana??" Tanya Kila ke Alaska.


"Astgaaaaa pake lupa lagi" ujar Alaska kembali lagi ke lemari. Kila hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat tingkah laku Alaska.


"Nihh udah" Alaska membawakan baju baju Kila.


"Mau di bantuin ga make baju nya" goda alaska berjalan ke arah Kila.


"Engga ahh, ntar liat liat lagi" ketus Kila sini.


"Kan emng udah liat semalem" goda Alaska.

__ADS_1


"Engga ya kaa, gihh keluar dulu" suruh Kila menyuruh Alaska keluar kamar. Karna ia ingin mengantikan pakai nya.


"Iya iyaaa, tapi cepetan, kalo butuh bantuan tinggal teriak aja" ujar Alaska mengusap rambut Kila lalu berjalan keluar kamar. Dan langsung menutup pintu kamar.


"Ga usah ngintip yaaa, awas kamu" ancam Kila. Lalu dengan cepat Kila menggantikan pakai nya.


Kila masih bisa berdiri tapi tidak dengan berjalan.


"Udah belommmm" teriak Alaska di luar kamar.


"Belommmm, tunggu duluu" teriak Kila dari dalam.


"Cepatann" teriak Alaska.


..........


"Udahhh" teriak Kila dari dalam. Alaska yang mendengar teriakkan Kila itu dengan cepat Alaska membuka pintu nya.


Alaska melihat Kila terdiam.


"Makin cantik" batin Alaska melihat Kila yang mengenakan dester setulut berwanar kuning. Dengan wajah natural nya, dan kaki nya yang mulus sekujur badan, membuat Alaska menelan ludah.


"Kenapa nunggu di depan pintu" ujar Kila membuyarkan lamunan Alaska.


"Ehh engga" ujar Alaska hendak berjalan ke arah kila.

__ADS_1


"Sini aku keringin rambut nya" ujar Alaska lagi. Lalu menggendong Kila ke meja rias nya.


"Kek orang ga tau jalan aja" ketus Kila, karna alaska main Gendong gendong aja.


"Kan emng lagi ga bisa jalan" ujar Alaska sambil mengambil Hair Dryer. Lalu mengarahkan ke rambut Kila.


"Udah di salepin?" Tanya Alaska.


"Belom, ga tau cara pake nya" jawab Kila polos.


"Sini biar aku yang pakein nya" goda Alaska hendak duduk menyama Kila di kasur.


"Engga ya, ini sakit juga gara gara kamu" sinis Kila ke Alaska.


"Maaf" ujar Alaska menunduk, Alaska merasa bersalah soal semalam. Kila tak tega melihat Alaska yang meminta maaf kepada nya. Padahal itu memang sepenuh nya hak alaska.


"Udah ga usah minta maaf, kamu ga salah, emng aku nya aja yang belom siap" ujar Kila merasa bersalah.


"Sekarang udah siap??" Tanya Alaska cengengesan menggoda Kila.


"ihhh apaan sih" ujar Kila malu.


"Udahhh yukkk ntar di salepin nya, kalo emang ga ilang sakit nya baru di salepin" ujar Alaska mengusap rambut Kila lembut.


"Hmm" Kila hanya mendehem saja.

__ADS_1


__ADS_2