Perjodohan Tak Terduga

Perjodohan Tak Terduga
Wanita gila


__ADS_3

HAPPY READING!!


"cintaa!!"


Cinta yg mendengar panggilan itu pun langsung berbalik menatap ke arah wanita itu.


"sombong banget lo!"


Cinta: "maksud lo apa? kita saling kenal sebelumnya?" ucap cinta dengan wajahnya yg sangat sinis


"haha, inget gk cewek paling hits waktu SMA?" tanya wanita itu sombong


Cinta: "bela?"


"yap betul"


Cinta: "oh bela yg genit itu? yg suka menebar nebar kecantikan?"


Dimas yg mendengar nya seketika tertawa


Bela: "berani ya lo"


Cinta: "sejak kapan gue takut sama lo?"


Bela: "gausah songong deh lo"


Cinta: "haha gue Naisyla Cinta Anatasya gk pernah takut sama lo!"


Bela: "oh gituu?"


Cinta: "yaa menurut lo? ayuk dear kita harus jauh jauh dari wanita gila ini" ajak cinta menarik tangan dimas lembut


Bela: "sialan loo"


Dimas: "ayuk kita pergii"


Cinta dan dimas pergi meninggalkan bela sendiri begitu aja, cinta merasa sangat kesal dengan bela ingin sekali dia mencabik cabik muka si bela.


"cinta, dimas sinii"


Dimas: "rangga? ko ada rangga?" tanya dimas bingung


Cinta: "iyaa kan ada ana,sisil dan varel"


Dimass: "oh, yaudah yuk"


Dimas dan cinta berjalan ke arah rangga untuk menyusul teman teman yg lain, cinta menceritakan kepada temannya tentang kejadian tadi yg gk sengaja bertemu dengan bela dan menabraknya


Semua nya pun merasa kesal dengan perlakuan bela kepada cinta, sangat tidak tahu malu sekali pikir semua


Cinta memang menceritakan semua nya tapi tidak masa lalunya, karena menurut cinta tidak penting untuk di ceritakan karena itu cuma masa lalu


Mereka masing masing memisahkam diri untuk olahraga.


Usai olahraga tepat pukul 09:10 mereka memutuskan untuk sarapan pagi bersama karena memang belum ada yg sarapan.


Mereka semua makan bubur ayam di pinggir jalan langganan mereka pada masa masa SMA.


Dimas: "mang dodi pesen bubur ayam nya 6 porsi ya mang"


Mang dodi: "siap dim"


Sisil: "dim, cin sinii" ucap sisil memanggil dimas dan cinta duduk bersama mereka


Dimas: "okee" balas dimas mangacungkan jempol


10 menit usai makanan mereka pun datang dan siap untuk di sajikan


Varel: "wihh mantepp udah lama ni gue gk makan bubur ayam mang dodi"

__ADS_1


Rangga: "iyaa mentul bangett broo" ucap rangga polos


Sisil: "ko mentul?" tanya sisil bingung


Rangga: "iyaa mentull" ucap rangga percaya diri membuat teman teman nya bingung


Ana: "gajelas loo"


Rangga: "kenapa si lo, sirik aja"


Varel: "emang mentul apa"


Ranga: "gatau" ucap rangga sangat polos


Ana: "**** gue kira lo tau"


Rangga: "yaamaap sii"


Sisil sendari tadi memikir apa yg di maksud perkataan rangga dan akhirnya dia tau yg di maksud rangga


Sisil: "maksud lo mantul?" tanya nya ke rangga


Rangga: "itu maksudnya" rangga memukul keningnya


Sisil: "mantul itu mantap betul makannya jangan main coppy coppy aja kata kata orang harus tau maksudnya"


Rangga: "hehe iya sil iyaa"


Dimas: "kudett lo" ucap dimas tiba tiba


Rangga: "iya maap dim maap"


Cinta: "haha, rangga rangga imut banget si lo" ucap cinta


Rangga yg melihat tatapan dimas yg sangat sinis pun tertawa


Rangga: "cin jangan gitu deh liat pacar lo sinis banget takutt gue"


Cinta: "apaan si kamu" ucap cinta menahan tawanya karena melihat wajah dimas yg sangat imut


Varel: "lo imut ama si dim kaya marmut"


Cinta: "hahah" ucap cinta ngakak tidak bisa menahan tawanya


Dimas: "diem lo!" ucap dimas semakin kesal dengan varel


Ana: "udah ah lo ayu makan nanti keburu dingin ga enak" ucap ana membuat mereka melanjutkan makannya yg sempat terhenti


Seusai makan mereka memilih untuk pulang, cinta menolak tawaran dimas untuk mengantarkan nya pulang dan memilih menggunakan transportasi online.


Cinta: "aku pulang dulu ya"


Dimas: "serius gamau aku antar?" tawar dimas kembali yg khawatir


Cinta: "gpph gausah, semuanya gua pulang duluan ya" ucap cinta berjalan menghampiri mobil


Rangga: "hati hatii cin"


Varel: "iyaa"


Ana: "okee cin, sampai jumpa"


Sisil: "besok jadi kan?" tanya sisil


Cinta: "okee, jadi siil"


Usai cinta pergi dimas yg penasaran dengan ucapan sisil dan cinta pun bertanya


Dimas: "mau kemana lo sil sama cinta"

__ADS_1


Sisil: "mall, mau ikut gk lo lo pada" menunjuk dimas, rangga dan varel


"mau mau" ucap mereka berbarengan


Dimas: "guys gua duluan yaa bye"


Rangga: "iyaa dim"


Varel: "oke broo"


Sisil dan ana hanya mengangguk dan tersenyum.


Dimas mengendarai mobilnya menuju rumah dengan kecepatan normal sesampainya dirumah dimas duduk di balkon kamarnya memikirkan sesuatu


Dimas sangat penasaran sejak tadi siapa bela itu dia pun meminta varel dan rangga mencari tau sebenernya.


Dimas hanya merasa bela itu bukan orang baik baik, dia takut bela macam macam kepada cinta walaupun cinta sangat berani terhadapnya


drttt drtt drtt


(panggilan masuk)


Dimas: "ya halo rel, gimana?" tanya dimas penuh harap informasi itu


Varel: "gua sama rangga udah nemuin indentitasnya nanti gua kirim lewat email" ucap varel


Dimas: "ok, makasih rel"


Varel: "iya dim, saran gua lu harus jaga cinta dengan baik lu bener dim si bela emang bukan wanita sembarangan dia wanita yg sangat licik"


Dimas: "iya siap rel"


Varel: "tenang aja dim gua sama yg lain bakal jaga cinta"


Dimas: "thanks bro lu sama rangga emang sahabat terbaik gue"


Varel: "hahah"


Dimas: "yaudah gua masih ada urusan"


tuutt tutt tutt


(panggilan berakhir


Dimas mulai merasa resah setelah mengangkat telfon farel karena omongan farel tadi, dia takut kalo bela benar benar macam macam kepada bela


Dimas pun menuju ruang kerjanya membuka laptop nya yg berlogo apel dan melihat email masuk dari varel, betapa terkejutnya dimas setelah melihat identitas bela


Emosi nya pun meluap luap mengapa dia tidak tau pikirnya, dimas baru tau kalo bela ini bela teman maudy yg sering menggangu cinta walaupun cinta selalu melawan tapi dimas tetap tidak terima.


Dimas mengambil ponselnya dan langsung menelfon varel


Varel: "ya kenapa dim?"


Dimas: "dia itu bela teman maudy" tanya dimas yg sangat emosi


Varel: "iya gua juga baru tau"


Dimas: "arrggg, kalo maudy kesini lagi gimana" ucap dimas sangat frustasi


Varel: "tenang aja dim, cinta gk sendiri walaupun sendiri gua yakin cinta tuh bukan wanita lemah dia pasti ngelawan kalo ada orang yg cari masalah sama dia" ucap varel sedikit menenangkan dimas


Dimas: "betul juga lu rel, pintar juga lu "


Varel: "haha varel gitu lo"


Dimas: "haha, yaudah gua tutup dulu ya bro"


tut tut tut

__ADS_1


(panggilan berakhir)


__ADS_2