Perjodohan Tak Terduga

Perjodohan Tak Terduga
Percaya


__ADS_3

Cinta: "Pagii guyss" sapa nya. Semua pandangan beralih ke arah Cinta


Sisil: "Pagiiiiii Cintaaa" ucap Sisil histeris.


Varel: "Tumben baru dateng, dari mana lo??"


Cinta: "Haha..,, kejebak macet."


Dimas: "Ehem." Dimas berdehem. Cinta langsung melihat ke Arah Dimas yg sibuk memainkan ponsel nya.


Cinta: "Pagi Dim!"


Dimas: "Hehe iyaa, dikira lupa sama aku"


Cinta: "Engga dong"


Rangga: "Alay bangett heran"


Dimas: "Napaa?? gasuka??"


Varel: "Slow Bro, Haha.."


Cinta tersenyum melihat tingkah Dimas yg seperti anak kecil. Dimas memang cowok yg terlihat sangat Cool tapi sifat nya saat bersama dengan Cinta Bisa sangat berubah drastis.


Teman-teman nya pun sudah sangat mengenal sifat Dimas.


Dimas bangun dari duduk nya dan langsung memeluk tubuh Cinta.


Ana: "Woii apa-apaan inii!!"


Varel: "Astagfirullah. Hormatin yg jomblo dongg"


Sisil: "Parah sii"


Rangga: "Haha, Sil??"


Sisil: "Haa??"


Rangga: "Berpelukann.."


Sisil: "Ishh, ogahhh!!"


Varel: "Yah Parah, ngakak bangett"


Rangga: "Parah amat si lu Sil."

__ADS_1


Ana: "Sil jangan mau di peluk Rangga, dia bau belum mandi" Ledek Ana. Rangga langsung memberikan tatapan tajam nya.


Dimas: "Lo pada kenapa si?? sirik banget kaya nya kalo gua sama Cinta mesra-mesraan."


Rangga: "Gua paham. Kalo Sisil mau gua peluk si ga masalah bro, tapi ini masalah nya dia gamau gua peluk" Ucap Rangga mulai terbuka.


Dimas: "Ohh udah mulai terbuka nih cerita nya? jadian sabi kali!"


Rangga: "Sabi sabi, yok mau kapan Sil??"


Varel: "Asik Sisil, Sekarang gitu Sil" ledek Varel. Wajah Sisil sudah sangat merah seperti kepiting rebus.


Cinta: "Cie Sisil, Udah Aga tembak aja langsung"


Varel: "Haha jangan, nanti Rangga masuk penjara"


Cinta: "bukan gitu maksud gua"


Ana: "Enak ya jadi Sisil mau di tembak Rangga" Ucap Ana


Varel: "lu mau di tembak juga?? gua panggil Mang Jaya ya?? tukang gorengan di belakang kampus"


Ana: "Ish Varell"


"Hahah.." tawa mereka semua pecah


Mereka semua berjalan beriringan menuju Kantin, Cinta Bergelayut manja di lengan Dimas membuat semua pandangan tertuju ke mereka berdua.


Cinta tidak peduli dengan Tatapan mereka kaum hawa yg menatap nya dengan penuh iri, tapi tidak semua banyak juga yg mendukung hubungan mereka berdua.


Saat masuk kantin suasana kantin di buat heboh dengan kedatangan mereka.


"woww my prince"


"sumpah dah gua mah betah di kampus kalo ngeliat Dimas setiap hari"


"kating gua kenapa keren-keren banget ya.."


"Ka Cinta, omaigattt"


"Duh, Farel jomblo kan ya??"


"gue Rangga aja deh"


"CINTA,, LOVE U BEB" teriak salah satu mahasiswa yg sangat menggelegar di kantin, semua mata langsung tertuju ke arah asal suara tersebut.

__ADS_1


"gila siapa tuh? nyari mati"


"berani banget anjirr, liat dah si Dimas udah emosi banget tuh kaya nya"


"woi bangunin singa tidur"


Bisik-bisik Mahasiswa-Mahasiswi


Dimas: "Siapa lu?" Tanya Dimas. Dimas mengepalkan tangannya


"Gua mantan Cinta." ucap nya santai, tapi justru membuat Cinta panik.


Dengan cepat Cinta menarik tangan Dimas pergi dari kantin. Rangga, Varel, Ana dan Sisil pun menyusul mereka berdua.


Suasana Kantin semakin heboh,


Cinta menarik Dimas pergi ke arah parkiran. Dimas hanya bisa menurut, dia mengikuti langkah kaki Cinta.


Cinta: "Dim, plis jangan percaya" ucap Cinta tiba-tiba, Cinta meraih tangan Dimas dan langsung menggengam nya erat.


Dimas: "Aku ga percaya ko" Dimas tersenyum, Dia mengacak-ngacak rambut Cinta


Cinta: "Ha?? Serius?" tanya Cinta tak percaya dengan ucapan Dinas barusan


Dimas: "emang aku keliatan ga serius??"


Cinta mencari kebohongan dari Dimas tapi nihil. Cinta langsung memeluk tubuh Dimas.


Cinta: "Hehe, Makasi yaa"


Dimas: "Sama-sama"


Rangga: "Ehemm" Rangga berdehem. membuat Dimas dan Cinta langsung melepaskan pelukan nya.


Sisil: "Lo ganggu mereka aja Ga"


Ana: "Auu nii"


Rangga: "Yaa Sorry, Haha.."


Varel: "Yu ah balik lagi, laper ni guaa"


Ana: "Iya yu, sama gua juga laper banget, tenggorokan gua juga seret"


Cinta: "Yaudah Yu.."

__ADS_1


Rangga: "Lo selesain masalah sama tuh orang tadi. gua dukung lo" Bisik Rangga, Dimas mengangguk samar.


Mereka semua kembali menuju Kantin.


__ADS_2