
HAPPY READING!!
Dimas yg sehabis mengangkat telfon Dari seorang seketika raut wajahnya berubah menjadi sangat merah padam.
Dimas langsung bangun dari duduknya membuat mama nya bingung dengan raut wajah Anaknya yg seketika langsung berubah sehabis mengangkat telfon dari seseorang yg mungkin membuat Dimas sangat kesal.
Cepat-cepat Dimas meneguk air nya yg berada di meja makan saat ingin berjalan seketika langkahnya terhenti saat Mama nya Memanggil Nama Dimas.
Mama dimas: "Dimas..Mau kemana nak? Makanan kamu masih sangat banyak" Tanya Mama Dimas yg sedang menatap Dimas lekat.
Dimas: "Ada urusan bentar Ma" Jawab Dimas berjalan menaiki tangga ke arah kamar nya meninggalkan meja makan yg masih ada Papa dan Mama nya yg masih sibuk melahap makanan di meja makan.
Dimas masuk ke dalam kamar mewah nya untuk mengambil jaket dan kunci mobil miliknya tanpa menutup pintu nya kembali dimas berlari kecil menuruni tangga ke arah meja makan.
Dimas: "Pa, Ma Dimas pergi dulu" Pamit Dimas kepada Papa dan Mama nya sambil menggenakan jaket nya
"Iya nak Hati-Hati" Jawab orang tua Dimas berbarengan
Tidak ingin membuang waktu lagi dimas langsung berlari ke arah garasi untuk mengambil mobilnya, Tidak lama Mobil dimas keluar gerbang rumah mewah milik keluarga nya.
Dengan kecepatan tinggi Dimas mengendarai mobilnya itu menuju tempat tujuannya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Dimas sampai di caffe XX.
Dimas memarkirkan mobilnya di parkiran VIP, dengan wajah kesalnya dmDimas memasuki caffe XX
-Caffe XX-
"Malam Pak Dimas, Ada yg bisa saya bantu" Ucap manajer Caffe XX
Dimas: "Malam, Apa ada yg mencari saya? tepatnya perempuan yg usianya tidak jauh dari saya?" tanya Dimas
"Oh ad..ada pak, atas nama nona Maudy bukan?" tanyanya gugup karena melihat wajah atasannya yg sudah sangat emosi itu.
Dimas: "Ya dia, Dimana?"
"Di sebelah sana pak" Mengarahkan satu jarinya ke arah meja di pojok Caffe XX yg sudah terlihat keberadaan maudy yg sedang sibuk memainkan ponselnya yg berada di tangannya.
Dimas: "hmm..makasih han" Ucap Dimas kepada manajer yg bernama rehan
"Iya pak.." Melontarkan senyumnya kepada atasannya itu
Dimas bisa di sebut pemilik caffe XX karena dimas lah yg mengurus caffe itu sejak pertama kali di buka sampai sekarang pun masih dimas yg mengurus.
__ADS_1
Mama dimas pun sudah menyerahkan Caffe nya kepada Putra semata wayang nya itu namun Dimas menolak karena masih ingin fokus dengan kuliahnya untuk saat ini. Dimas sangat smart karena diusia muda nya memiliki kemampuan yg sangat luar biasa bagaimana tidak? Dimas mampu mengembangkan Perusahaan milik Papa dan Caffe Mama nya bukan hanya perusahaan dan caffe saja tapi masih banyak lagi salah satu nya rumah sakit yg di kelola oleh dimas sampai saat ini, Bahkan Dimas selalu menjadi incaran kaum hawa yg ingin mendapatkan Dimas banyak sekali Wanita yg tergila-gila oleh Dimas bagaimana tidak, Ganteng? Iya, Kaya? Iya, Keren? Iya, Pintar? Apalagi udah udah paket lengkap udah si Dimas.
Dimas berjalan ke arah Maudy dengan wajah yg sudah seperti Udang rebus dan wajah yg sangat menyeramkan.
Maudy: "Datang juga lo! gue kira lo bakal diem aja kalo Cinta lo gue sakitin..eh tapi mana mungkin" Maudy memulai percakapan saat melihat Dimas yg baru saja datang
Dimas: "Langsung To The Point aja mau lo apa?! Gua ga punya waktu lama buat dengerin ocehan lo yg ga berguna itu" Timpal Dimas dengan tatapan Sinis
Maudy: "Haha..Dimas Dimas lupa gue kalo lu itu CEO di perusahaan Mahendra jadi sibuk deh apalagi pemilik caffe ini."
Dimas: "Gua bilang gua ga ada waktu buat nimpalin ocehan luu, jadi mau lu apa sekarang jangan sampe gua berubah pikiran!"
Maudy: "Jangan galak-galak dong lo tambah cool tau ga" Maudy mencoba menggoda Dimas
Brakkk!!! Gebrakan meja
Dimas: "Mau lo apa!!!!"
Maudy: "Oke oke, Gimana kerja sama kita? lo setuju kan dengan syaraynya?" Tanya maudy dengan sangat percaya diri membuat Dimas tertawa sinis
Dimas: "Haha, bercanda lo gua ga bakal dan ga mungkin mau kerja sama dengan perusahaan lo yg gaada apa-apa nya itu" Dimas terkekeh membuat siapa saja yg mendengarnya menjadi merinding
Maudy: "Jangan sombong lo, Apa susah nya si lo terima syaratnya dan kita bisa kerja sama"
Maudy: "Kenapa si lo selalu memilih Cinta dan Cinta kenapa di pikiran lo cuma ada Cinta kenapa lo ga pernah nganggep guaa, Gua sayang sama lo Dim" Maudy langsung memeluk tubuh Dimas
Dimas: "Lepasss..!! Lepas atau gue bakal benci lo seumur hidup gue" Ucap dimas dengan aura dingin yg membuat Maudy langsung melepaskan pelukannya itu
Maudy: "Apasi yg lo banggain dari Cinta? Dia tuh cewek kampung dan lo bahkan gatau asal usul Cinta!!!" Teriak Maudy yg sudah sangat emosi karena ucapan Dimas
Dimas yg mendengar ucapan Maudy seketika emosi nya sudah berapa di ubun-ubun ingin sekali dia menghajar Maudy untung saja Maudy cewek kalo Cowok sudah habis oleh Dimas.
Brakkkkkkkk
Pukulan meja yg kedua kalinya itu
Kali ini pukulan nya lebih kencang dari sebelumnya membuat banyak pasang mata yg langsung melihat ke arah suara pukulan itu.
Dimas: "Apa lo bilang?!! Cinta cewek kampung? Pacar gue lo bilang kampung? Ngaca lo mulut lo tuh yg kampungan jijik gua dengernya" Ucap Dimas yg sudah sangat emosi
Maudy yg sadar banyak pasang mata melihat ke arah Dia dan Dimas hanya menunduk malu karena ucapan Dimas yg sangat sadis itu.
__ADS_1
Maudy: "Itu kenyataan, Gua ngomong fakta kalo Cewek lo itu Murahan keluarga nya aja gajelas ga punya asal usul!"
Dimas: "Cewek gua ga murahan, Gua kasih tau lo ya jangan sampe lo nyesel sama ucapan lo ini"
Maudy: "Haha..Kenapa gua harus nyesel.."
Dimas: "Satu lagi yg murahan itu lo bukan cewek gue, Lo menghalalkan segala cara untuk ngerebut gua dari Cinta apa itu bukan murahan? gua aja sebagai cowok yg udah kenal lo malu liat tingkah lo apalagi cowok yg baru kenal lo...Bukan cuma malu tapi jijik, harusnya lo jadi cewek jangan terlalu bar bar kalem dikit lah kaya cewek gua" Ucap Dimas pergi meninggalkan Maudy.
Maudy: "Brengsekk!!" Teriak Maudy yg sangat kesal dengan Dimas karena sudah di permalukan di depan umum oleh Dimas.
Maudy mengambil ponselnya yg berada di meja dan langsung menelfon seseorang.
Maudy: "Hallo?..Lo bisa kesini ga?" Ucapnya dengan seseorang dari telfon
Maudy: "Oke, nanti gua shareloc..!"
🍃🍃🍃🍃
Maudy: "Belll!" Teriak maudy sambil melambaikan tangannya kepada Bella temannya
Bella dengan cepat menghampiri Maudy dan langsung duduk di hadapan Maudy
Bella: "Ada apa Dy? Ko muka lo kaya kesel gitu sama orang? Coba cerita ke gue" Tanya bella yg bingung melihat wajah temannya itu
Maudy mendekatkan mulutnya ke telinga Bella dan mulai berbicara untuk memberitahu sesuatu yg mungkin sangat penting
Bella: "Whattt?!! Serius lo? Jangan nekat deh lo dari pada nanti lo juga yg nyesel" Tanya Bella yg sedikit syok dengan ucapan Maudy
Maudy: "Udah deh lo gausah banyak tanya ikutin aja rencana guee, Oke?"
Bella: "Yaudah oke gua mau bantu lu"
Mereka berdua ber tos ria sambil tertawa puas, Maudy yg sudah menceritakan semua kejadian tadi kepada Bella membuat Bella ikut emosi dan setuju oleh rencana Maudy.
__ADS_1
Disisi lainn....