
HAPPY READING!!
Dimas hanya diam berfikir ini semua termaksud kesalahannya juga dimas hanya menunduk sedih
Sisil: "jadi lo pergi sama ana?"
Cinta: "yapp hehe"
Varel: "lo mau di jodohin cin?"
Rangga: "iya cin gua penasaran"
Cinta: "yaa gitu dehh, gua juga gatau jelas pasti tapi intinya gua mau dijodohin sama orang tua gua"
Varel: "kan di kasih tau perjodohannya pas lu abis liat dimas sama maudy tuh kenapa lu gk terima aja perjodohannya cin biar si dimas patah hati" sindir varel
Dimas: "sialann loo!!"
"Hahah" mereka semua tertawa terkecuali dimas yg masih kesal dengan ucapan varel
Sisil: "trus lo kenapa bisa kerja di caffe?"
Cinta: "ko lo bisa tau sil?"
Sisil: "dimas udah kasih tau semua ke kita' ya gk manteman?"
"Iyappp" teriak mereka bersamaan
Cinta: "oh itu karena gua bingungg, gua mau kuliah sedangkan uang aja udah gaada sama sekali" tunduk cinta sedih
Sisil: "kan lo bisa minta uang ke papa lu cin"
Cinta: "maunya si gitu, tapi gua takut papa gua marah trus gamau maafin gua"
Dimas: "Coba dulu kamu pulang kerumah, kamu minta maaf pasti papa kamu mau maafin kamu"
Ana&sisil: "iya cin nanti kita berdua yg antar"
Cinta: "oke makasih ya semua"
Cinta merasa lega dan bahagia karena ucapan sahabatnya yg meyakinkan dia walaupun sedikit ragu tapi cinta tidak mau menyerah
__ADS_1
Dia bertanggung jawab atas perbuatannya, ingin mencoba ga penting berhasil atau tidak itu masalah belakangan
Mereka berbincang' hingga matahari sudah terbenam tak terasa hari sudah mulai gelap, berada di taman dengan hiasan lampu' yg sudah menghiasai taman menjadi sangat indahh.
kurang lebih seperti itu guys
Cinta sangat nyaman di dekat semua sahabat dan kekasih nya hingga tak terasa hari sudah mulai gelap tapi mereka masih tetap berbincang'
Sisil: "trus kalian mau kuliah dimana?"
Dimas: "mereka berdua kuliah di tempat kita akan kuliah" jawab dimas cepat dan hanya diangguki ketiga sahabatnya kecuali ana dan cinta dia masih terdiam kaget
Varel: "bagus deh kalo gitu kita bisa ngumpul bareng lagi"
Rangga&sisil: "nah mantull tuh"
Cinta dan Ana pun tidak masalah mereka menyetujuinya karena itu universitas ternama di jakarta
Rangga: "guys ini udah malem banget lohh"
Dimas: "kamu aku antar ya pulangnya"
Cinta: "oh gausah kan aku mau di antar sama ana dan sisil" cinta tersenyum
Dimas: "yaudah kalo gitu" membalas senyuman cinta
Mereka pun ingin pulang kerumah mereka masing' varel menggunakan motor badai nya sedangkan dimas dan angga menggunakan mobil
Cinta dan Ana pulang menggunakan mobil Sisil mereka bertiga pun sepanjang jalan berbincang'
Setelah setengah jam akhirnya cinta dan kedua sahabatnya pun sampai depan gerbang rumah mewah
tinn tinn tinn
(klakson mobil sisil)
Gerbang pun terbuka
Sisil: "selamat malam pak didit"
__ADS_1
Pak didit: "eh non sisil, malam non"
Cinta: "haii pak didit"
Pak didit: "nonnn cinn cintta" ucap pak didit gugup karena kaget apa yg dia lihat
Cinta: "haha iya pak ini cinta, cinta permisi dulu ya pak"
Pak didit: "iya non silahkan"
Sisil memarkirkan mobilnya dan mereka semua pun turun dari mobil, sejenak cinta terdiam dia rindu papa dan mama kemudian meneteskan air matanya
Sisil: "ayuk cin, kenapa diam aja" ajak sisil
Ana: "iya ayuk cin ko lo nangis sii" ana dan sisil pun kembali menghampiri cinta
Cinta: "aku rindu papa, mama" cinta menangis
Sisil: "yaudah makannya kan kita mau ketemu papa, mamah kamu cin"
Ana: "iya sudah ah jangan menangis"
Cinta: "terimakasih" sisik dan ana hanya mengangguk
Ana menekan bel beberapa kali dan pintu nya pun terbukaa
"selamat malam bi mirna" ucap mereka bertiga bersamaan
Bi mirna: "non cintaaa?"
Cinta: "iyaa ini cinta bi"
Bi mirna: "yaampun non bibi kangen banget sama non"
Cinta: "cinta juga bii, papa sama mama ada bi?"
Bi mirna: "ada non di kamar"
Cinta: "oke bi makasih"
mereka pun masuk kedalam rumah mewah itu, ana dan sisil menunggu cinta diruang tamu.
__ADS_1