Perjodohan Tak Terduga

Perjodohan Tak Terduga
Karena Game


__ADS_3

HAPPY READING!!


Cinta, ana dan sisil berjalan menuju salon di mall itu, dengan sangat bersemangat


Mereka masuk ke salon, itulah surga dunia para wanita cinta hanya creambath dan pedicure sedangkan ana dan sisil creambath, luluran, potong rambut dll.


Mereka sangat senang, 2 jam usai setelah nyalon mereka pun keluar dari salon dan kembali ke tempat tadi dimana para cowok cowok menunggu


Saat di tempat itu mereka pun tidak melihat siapa siapa, tidak ada dimas, rangga maupun varel cinta pun ingin menelfon dimas saat melihat ke arah layar hp ada pesan masuk dari dimas cinta pun tidak jadi menelfon dimas


2 pesan masuk


Dimas❤: sayang aku tunggu kamu di restaurant tempat kita biasa makan ya


Cinta: ok


Cinta memberi tau ana dan sisil bahwa cowok cowok berada di restaurant tempat biasa mereka makan, mereka semua pun berjalan sepanjang jalan ke restaurant banyak sekali pasang mata yg mengagumi kecantikan mereka bertiga


Ana dan sisil sangat risih dengan tatapan seperti itu, beda dengan cinta cinta sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu


Ana: "ngapain si pada liatin kita risih deh gua" bisik ana


Sisil: "au nii"


Cinta: "biarin aja sii, gausah di peduliin"


Mereka pun mendengar perkataan cinta dan mulai tidak peduli dengan orang orang di sekitarnya, saat depan pintu restaurant langkah cinta terhenti


Cinta melihat ke arah dimas, rangga dan varel sedang fokus dengan hp nya masing masing


Cinta: "ngapain mereka?" tanya cinta menghentikan langkah ana dan sisil, membuat ana dan sisil bingung


Sisil: "iyaa ya ngapain mereka, fokus banget" ucap sisil yg juga bingung


Ana: "gue tauu, cin coba lo telfon dimas" suruh ana ke cinta


Cinta: "buat apa? tanya cinta bingung


Ana: "udah aja sii, cepet!"


Cinta: "okee"


Cinta mengeluarkan ponsel dari tas nya dan menelfon dimas, ana, sisil, dan cinta fokus melihat ketiga cowok itu


Dimas: "aghh, cinta nelfon guaa lagii" ucap dimas kesal dari dalam restaurant yg terdengar oleh cinta, ana dan sisil karena tidak jauh dari meja mereka


Cinta mencerna perkataan dimas dia sangat kesal sekali sama dimas apa maksud si dimas pikir cinta


Cinta: "sialan si dimas!" ucap cinta sangat kesal


Ana: "haha, liat noh pacar lo kesel banget sampe telfon lu di rijeck" ana tertawa


Sisil: "ko lu malah ketawa si?" tanya sisil bingung

__ADS_1


Cinta: "au lu, emang mereka pada lagi ngapain sii" tanya cinta bingung baru kali ini dimas merijeck panggilan telfon dari cinta


Ana: "lo liat deh, dia tuh sambil ngoceh ngoceh gajelas gua yakin dia lagi main game" ucap ana tepat sasaran


Cinta: "main game? minta gua tampol nih si dimas" cinta masuk ke dalam restaurant dengan wajah kesalnya


Sisil: "tamatlah riwayat lu dim"


Ana: "hahah, kita liat perang dunia ke tiga yu"


ana tertawa terbahak bahak


Cinta menghampiri dimas mencolek lengan dimas tapi dimas tidak merespon


Dimas: "diem"


Cinta: "lagi ngapain bro" ucap cinta menirukan suara cowok


Dimas: "buta lo mata lo" ucap dimas ngegas


Cinta kembali mencolek dimas lagi, tapi dimas menepis tangan cinta kencang sampai cinta terjatuh


brughhh


(suara cinta terjatuh)


Cinta memegang kepala nya, kepala cinta berdarah akibat terbentur meja


Ana&Sisil: "cintaa!" teriak mereka berdua menyadarkan dimas


Ana: "lo gpph kan?" tanya ana khawatir


Sisil: "berdarah na, ayu kita bawa cinta ke rumah sakit" ucap sisil ingin membantu cinta bangun


Dimas: "cintaa" teriak dimas menghampiri cinta


Dimas: "yg mana yg sakit?" tanya dimas khawatir


Cinta: "haha gpph" cinta tertawa sinis


Dimas: "maaf ya aku ga sengaja, iya aku salah aku janji ga main game berlebihan kaya tadi" kata dimas menunduk memeluk kaki cinta


Rangga dan varel yg baru sadar pun menghampiri ana, sisil, cinta, dan dimas


Rangga: "cinta kenapa sil?" tanya rangga ke sisil


Sisil: "tuh dimas"


Varel: "yaudah dim mending lu bawa ke rumah sakit" suruh varel


Dimas mengendong cinta dengan gaya cool nya, cinta pun mengalungkan tangan nya di leher dimas banyak pasang mata yg melihat mereka berdua wajah cinta memerah dia pun menutupi wajahnya di dada bidang dimas


Cinta: "aku gpph ko, gk perlu di bawa ke rumah sakit berlebihan banget"

__ADS_1


Dimas: "tapi kepala kamu berdarah, aku takut aja kamu kenapa napa nanti" kata dimas dengan penuh rasa khawatir


Cinta: "engga gpph, turunin aku" pinta cinta dan di turuti oleh dimas, dimas menurunkan cinta


Ana: "bener lo gpph?" tanya ana meyakinkan


Cinta: "santai aja, gue gpph ko"


Sisil: "awas aja ya lo dim gitu lagi" ucap sisil kesal


Dimas: "iya gue ngegame juga di ajak rangga" seketika mata sisil melotot seakan mau keluar


Rangga: "hehe ampun" rangga mengangkat dua jarinya


Sisil: "gua gk ngelarang kalian para cowok cowok buat main game karena tadi lo lo pada juga nungguin kita tapi jangan berlebihan dong" ucap sisil kesal


Rangga: "iya maap disini gue yg salah"


Sisil: "gua bukan cuma nyalahin lu, tapi lu semua" sisil menunjuk dimas, varel dan rangga


Varel: "ampun bosque"


Cinta: "yaudah lah gausah salahin mereka, dia aja yg terlalu fokus sampe berani berani nya ngerijeck telfon dari gua" ucap cinta ke sisil dan menunjuk dimas


Dimas: "iya ampun" dimas menjewer kedua telinga nya sendiri seperti anak yg dihukum oleh ibunya, cinta pun mencubit pipi dimas gemas


Cinta: "yaudah gpph" ucap cinta melepaskan tangan dimas dari telinganya


Dimas mengobati luka cinta yg lumayan besar, membuat dimas merasa bersalah karena dia cinta jadi terluka begini


Dimas: "selesai"


Cinta hanya tersenyum dan mengelus rambut dimas lembut, mereka semua yg melihatnya sangat iri dengan ke romantisan dimas dan cinta


Rangga: "guys udah malem ni, gue duluan ya" kata rangga bangun dari duduknya


Varel: "bareng ga"


Rangga: "ok, lu bawa apa?"


Varel: "motor gua lah"


Rangga: "ouh" rangga membulatkan mulutnya


Dimas: "bareng aja, kita juga mau pulang besok kan kita juga harus kuliah"


Sisil: "yaudah yu"


Mereka pun memutuskan untuk pulang, karena sudah larut malam dimas sangat khawatir karena cinta pulang sendiri tapi mau gimana lagi itu kemauan cinta.


Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan normal, sepanjang jalan dimas hanya memikirkan kejadian tadi dimana dimas melukai cinta cuma karena game.


Dimas mengacak ngacak rambutnya kesal kenapa dia bisa sebodoh itu pikirnya

__ADS_1


Haii guys gimana ceritanya?


Maklumin aja ya kalo masih belepotan kata kata nya, makasih yg udah pantengin cerita aku


__ADS_2