Perjodohan Yang Ku Hindari

Perjodohan Yang Ku Hindari
Episode Ke-1


__ADS_3

" berhentilah bermain-main, umur mu sudah 23 tahun sekarang dan sudah waktunya untuk mu menikah. " kata Charles


" ayah.... ".


" aku bahkan baru saja lulus dari Perguruan tinggi, tapi ayah sudah langsung menyuruh ku untuk menikah. "


" aku tidak ingin menikah, dan aku masih ingin bermain-main. " kata Natasyah.


" kamu tidak punya waktu untuk bermain-main " kata Charles


" ayah... "


" tidak adakah hal yang lain yang ingin ayah sampai kan selain pernikahan padaku?? "


" bahkan hari ini adalah hari ulang tahun ku, tetapi ayah belum mengatakan selamat ulang tahun padaku. " kata Natasyah kesal.


" kamu sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi sekarang. "


" maka mulai lah pokus dengan masa depan mu. " kata Charles


" aku tidak mau,,, "


" lagian katakan saja jika memang ayah ingin menikah, jika ayah mau menikah maka menikah lah, aku tidak akan keberatan. " kata Natasyah.


" kamu... "


" besok pergilah berkencan,, "


" ayah sudah mengaturnya. "


" dia adalah anak teman ayah, anaknya seorang direktur muda yang baru saja datang ke Indonesia ini. "


" kami sudah mengatur pertemuan kalian, kosongkan jadwal mu besok dan temui dia. " kata Charles


" ayah mengadakan kencan buta tanpa persetujuan aku dulu. jika begitu, ayah saja yang pergi berkencan dengan nya. " kata Natasyah


" memangnya jika ayah ijin terlebih dahulu padamu apa kamu akan menyetujuinya?? "


" kamu pasti akan menolak nya seperti biasanya. " kata Charles


" jika begitu ayah sudah tahu kan jawapan ku?? " kata Natasyah


" pokoknya ayah tidak mau tahu. " kata Charles meninggalkan Natasyah yang masih duduk di meja makan itu.


Dengan Kesal Natasyah meninggalkan meja makan dan pergi menuju kamarnya.


Setelah Disana Natasyah menghubungi sahabatnya.


" Mel.... "


" kamu dimana?? " kata Natasyah


" aku ada dikamar kos, memangnya kenapa?? " kata Melida.


" temani aku minum. " kata Natasyah


" apa??? "

__ADS_1


" sekarang?? " kata Melida


" iya... "


" aku kesana yah. " kata Natasyah


" iya deh... " kata Melida


Natasyah pun langsung membersihkan dirinya setelah itu dia langsung meninggalkan rumahnya menuju kos-kosan milik Melida.


Tin.. tin.. suara klakson mobil milik Natasyah.


Melida pun langsung berlari menghampiri Natasyah, kemudian mereka berdua pergi menuju Club malam yang biasa mereka kunjungi.


" selamat ultang tahun kawan " kata Melida kepada Natasyah.


" huh..... "


" ulang tahun ku kali ini sangat sial rasanya. " kata Natasyah


" kenapa??? "


" apa kamu berantam lagi dengan pak Ketua?? " kata melida


" Iyah apalagi selain itu? " kata Natasyah sambil meneguk minuman nya.


" apa dia menyuruh mu berkencan buta lagi?? " kata Melida


" iya.... "


" dia tidak pernah memikirkan perasaan ku, dia selalu mementingkan dirinya sendiri. dia sangat egois. " kata Natasyah


" mungkin saja pak ketua ingin memberikan mu kado yang spesial di hari ulang tahun mu yang ke dua puluh tiga ini. " kata Melida


" aku tidak ingin menikah... "


" lagi pula jika pernikahan terjadi, aku hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar aku cintai. " kata Natasyah


" memang benar sih.... "


" menurut ku tidak ada salahnya kamu mencoba nya. "


" siapa tahu saja itu sesuai dengan kriteria mu. " kata Melida


" kriteria apa??? " kata Natasyah


" setidaknya bahagiakan dia, coba kamu turuti permintaan nya kali ini. " kata Melida


" kamu memihak nya?? " kata Natasyah


" tidak.... "


" tapi kali ini saja, Mudah-mudahan saja tidak berhasil. " kata Melida


Saat mengatakan itu, tiba-tiba sesuatu terlintas di pikiran Natasyah.


" kamu benar" kata Natasyah tersenyum.

__ADS_1


*****


Sementara di tempat lain seorang pria paruh baya berdiri disebelah mobil yang sangat mewah, sepertinya dia sedang menunggu seseorang.


Pria paruh baya tersebut terseyum saat melihat orang yang dia tunggu sudah datang.


" Max.... " kata Pria paruh baya itu, dia adalah ketua direktur dari sebuah perusahaan terbesar yang bergerak dibidang industri Minyak goreng yang ada di Indonesia.


" papah.... " kata Max memeluk Ayahnya.


" selamat malam pak ketua. " kata Gunawan Asisten pribadi Max.


" iya selamat malam juga...." kata Jamestown ayah nya Max.


Gunawan pun langsung mengambil alih mobil untuk dia setir, sementara Max dan James duduk di belakang bangku pengemudi.


Max duduk sambil pokus ke Ponsel nya, dan Jamestown pun menyadari kesibukan anaknya itu.


" papah sudah sangat tua sekarang, " kata Jamestown


" dari dulu memang papah sudah tua, apa papah baru menyadari nya sekarang?? " kata Max.


" kamu,,,, " kata James kesal.


" kebahagiaan terbesar ku didunia ini adalah, dimana saat-saat nya aku bisa menggendong seorang cucu. " kata James


" jika begitu besok aku akan menyumbangkan sper** ku keseseorang" jawab Max dengan asal dan masih fokus ke ponsel nya.


mendengar perkataan Max, Gunawan melirik Max dari kaca spion sambil tersenyum.


" apa??? "


" kamu selalu mengabaikan perkataan ku. " kata James


" bukan kah papah menginginkan seorang cucu dari ku?? " kata Max


" iya.... "


" tapi tidak dengan cara begini. " kata James


" lalu dengan cara seperti apa?? "


" aku belum menikah dan masih tidak ingin menikah. " kata Max


" besok kamu harus menghadiri kencan buta, dia adalah putri teman papah dari perusahaan Vatinson Shop yang bergerak di bidang fashion. " kata James


" jika begitu papah saja yang menemuinya, bukan kah papah yang menginginkan nya?? " kata Max


" apa kamu ingin papah menikah lagi?? "


" aku sudah cukup tua untuk itu. " kata James


" kenapa tidak,,, "


" aku sangat kewalahan mengurus semua perusahaan papah ini dengan seorang diri, setidaknya berikan aku saudara agar aku bisa membagi kesibukan ini padanya. " kata Max


" papah tidak mau tahu, pokoknya papah sudah membuat janji itu dengan pihak sebelah. "

__ADS_1


" setidaknya temui dia walau sekali ini saja. " kata James


Max pun tidak menjawab.


__ADS_2