Perjodohan Yang Ku Hindari

Perjodohan Yang Ku Hindari
Episode Ke-4


__ADS_3

Ditempat lain Gunawan sedang menyetir menuju kantor nya.


" pak presidir," kata Gunawan


" Iya.... " kata Max sambil membuka ponselnya.


" apa bapak yakin ingin menikahi putri dari keluarga Vatinson? " kata Gunawan


" kenap?? "


" papah menginginkan nya, jadi mari kita berikan. " kata Max memasukkan ponselnya kedalam jas nya.


" tapi pak ketua hanya ingin anda menikah, anda bisa menikah dengan perempuan yang lain dan bukan dengan dia. " kata Gunawan


" biarkan saja, sepertinya wanita itu sengaja melakukannya. "


" mungkin dia juga terpaksa melakukan perjodohan ini. " kata Max


" apa??? " kata Gunawan


" tidak mungkin kan dia tidak mengerti fashion, bahkan sementara keluarga nya bergerak di bidang fashion. " kata Max


" saya berharap semoga saja dugaan anda benar. " kata Gunawan


" hm.... " kata Max


Sore hari pun tiba,


Setelah pulang bekerja Melida langsung menuju kos nya. saat dia masuk dia melihat Natasyah tidur disana.


" Tiwi.... "


" bangun... " kata Melida


" hm.... tunggu sebentar lagi" kata Natasyah dengan suara yang berat.


" kamu bangun tidak. " kata Melida sambil menarik tubuh Natasyah.


" apa sih ah.... " kata Natasyah


" kamu lihat ini" kata Melida melemparkan sebuah amplop ke Natasyah.


" apa ini" kata Natasyah mengambil amplop itu dan membacanya.


" huh.... "


" kamu di pecat juga? " kata Natasyah


" iya.... "


" itu gara-gara kamu, kata pak ketua jika aku bisa membujuk mu menikah maka dia akan mempekerjakan aku lagi dan menaikkan jabatan ku juga. " kata Melida

__ADS_1


" terus kamu di pihak siapa?? " kata Natasyah


" ia kamu lah" kata Melida


" aduh.... "


" kamu benar-benar temanku yang baik" kata Natasyah memeluk Melida.


" yang jadi masalah sekarang gimana cara kita untuk bertahan hidup. biaya di Jakarta ini sangat mahal. "


" kita harus mencari pekerjaan secepatnya. " kata Melida


" bukan nya kamu bilang ayah mu bekerja di sebuah perusahaan sebagai manager yah?"


" kenapa tidak kita coba saja disana melamar pekerjaannya. " kata Natasyah


" bagiku itu tidak mungkin. " kata Melida


" kenapa?? " kata Natasyah


" perusahaan tempat bapak ku bekerja tidak diperbolehkan satu keluarga bekerja di perusahaan yang sama. " kata Melida


" begitu yah.... "


" bagaimana jika aku saja yang bekerja disana?" kata Natasyah


" serius kamu akan ke Sumatera. " kata Melida


" kenapa tidak?? "


" lagian aku ingin cari suasana dulu disana." kata Natasyah


" jika begitu aku juga akan cari pekerjaan disana saja. " kata Melida


" benarkah?? "


" terus kapan kita berangkat?? " kata Natasyah


" besok gimana?? " kata Melida


" oke deh.... " kata Natasyah


" aku cek dulu jadwal penerbangan Jakarta- Medan untuk besok. " kata Melida memeriksa ponselnya.


" ini ada Jam lima pagi" kata Melida


" benarkah,,, kalau begitu kamu harus berkemas. kita harus tiba di bandara jam setengah lima. " kata Natasyah


" bantuin aku dong " kata Melida


Natasyah pun membantu Melida mengemasi barang nya.

__ADS_1


Keesokan harinya pun tiba, Kini Natasyah dan Melida sudah duduk di pesawat, keduanya saling tersenyum saat pandangan mereka menyatu.


" aku tidak pernah menyangka untuk membawa mu kesini. " kata Melida


" hm.... "


" aku juga tidak pernah berpikir sebelum nya akan kesini, tapi karena perjodohan sialan ini aku harus lari sejauh ini. " kata Natasyah tersenyum.


******


sementara di tempat lain.


" apa kamu menyinggung putri dari keluarga Vatinson? " kata James kepada Max


" kenapa papah bertanya seperti itu. " kata Max


" dia menolak lamaran mu. " kata James. Max dan Gunawan saling memandang.


" pokoknya aku hanya ingin menikahi nya, aku tidak ingin menikahi perempuan lain selain dia. " kata Max.


" jika begitu, kamu yang membujuk nya. " kata James.


" baik.... "


" katakan padanya aku ingin bertemu dengan nya malam ini. " kata Max


" Tunggu sebentar " kata James menghubungi Charles


" halo, begini pak. "


" anak saya ingin menemui anak anda malam ini, apakah Anda bisa membantu kami? " kata James


"........ "


" apa... "


" oh.... "


" jadi begitu,,,, "


" oke baik lah pak" kata James dengan wajah kecewa.


" kenapa pah?? " kata Max


" dia pergi meninggalkan rumah. "


" dan bahkan dia memblokir nomor ayah nya. "


" jadi dia tidak bisa di hubungi. " kata Jame


" bagus dong jika begitu, setidaknya aku tak perlu sibuk lagi merayakan kencan buta ini. " kata Max

__ADS_1


Namun didalam dirinya dia penasaran seperti apa putri dari keluarga Vatinson itu, sehingga berani menolak seorang Maxiver Town yang terkenal sangat tampan dan bagaikan dewa.


__ADS_2