
Melida dan Natasyah tertidur pulas mereka tidak menyadari sudah jam sepuluh pagi.
" mel.... " teriak ibu Melida dari luar pintu kamar.
" iya mak... " kata Melida dengan suara berat.
" cepat bangun kalian... "
" sudah jam berapa ini, ngk makan kalian?? " kata Ibunya Melida
" iya mak sebentar.... " kata Melida membanguni Natasyah.
Melida dan Natasyah pun terbangun, mereka berdua langsung masuk ke kamar mandi secara bersamaan.
Padahal sebelum nya mereka tidak pernah melakukan itu. Setelah mandi Natasyah dan Melida pun makan diruang tamu, tapi kali ini mereka makan berdua saja karena ayah Melida sudah berangkat bekerja.
setelah mereka selesai makan Melida dan Natasyah menghampiri ibunya di ruang tamu. duduk di sebuah kursi yang terbuat dari bahan plastik sambil menonton.
" mak.... " kata Melida
" hm.... " kata ibu Melida sambil pokus ke televisi.
" kira-kira bisa ngk aku kerja disini. " kata Melida
" kenapa?? "
" kalau berbeda kebun mungkin bisa. " kata Ibu Melida
" mak.... "
" bilangin dulu ke bapak, kami berdua ingin kerja disini. " kata Melida, spontan ibu Melida melihat kearah Melida.
" kau kenapa??! "
" bukannya kau kerja dijakarta sana?? " kata Ibu Melida
" semalam aku di pecat mak" kata Melida.
__ADS_1
" kenapa bisa?? " kata Ibunya Melida.
" gara-gara dia... " kata Melida, ibu Melida pun melihat Natasyah namun Natasyah hanya tersenyum.
" masalah nya apa rupanya, makanya kalian berdua di pecat. " kata Ibu Melida.
" jadi begini mak... "
" selama ini kan kami bekerja diperusahaan orang tua nya dia. "
" tapi kemarin orang tuanya menjodohkan dia dan memaksa nya menikah. "
" si Tiwi ini ngk mau menikah, terus karena dia teman ku, bapak itu pun memecat ku juga. "
" katanya kalau aku bisa membujuk si Tiwi menikah aku akan diterima lagi bekerja dan dengan posisi aku naik jabatan. "
" nah begitu ceritanya " kata Melida menjelaskan kepada ibunya.
" yang jahat lah pula bapak mu itu,,,, "
" udah jaman modern ini sekarang." kata Ibunya Melida
" namanya juga pengusaha. " kata Melida
" alllllaaahhh.. "
" seribu kali pengusaha pun itu... " kata ibunya Melida
Sementara Natasyah tertawa mendengar repetan ibunya Melida.
" bisa ngk mak.... " kata Melida menghentikan repetan ibunya.
" iya... "
" nanti aku coba ngomong sama bapak mu. " kata Ibunya Melida.
" Jadi tau nya bapak mu kau datang kesini nak?? " kata ibunya Melida ke Natasyah.
__ADS_1
" ngk mak... " kata Natasyah mengikuti Melida memanggilnya mak.
" bah..... "
" telepon lah dulu orang tua mu, nanti khwatir dia sama mu. " kata Ibunya Natasyah.
" biarkan saja mak, aku malah lebih takut jika ayah tahu aku disini. dia pasti akan menjemput ku. " kata Natasyah
" jadi bagaimana dengan ibumu?? " kata Ibunya Melida
" mamah sama ayah sudah bercerai mak, dan mamah pun sudah menikah kembali dengan orang Jepang dan tinggal di Jepang mak. " kata Natasyah
" ooh... " kata ibu Natasyah menganggukkan kepala nya.
" jadi berapa lah kalian anak bapak mu?? " kata Ibunya Melida
" hanya aku aja mak... " kata Natasyah
" huh.... "
" lihat lah, cuman kau pula nya anaknya, tapi tega lah dia menjodohkan kau lagi. yang kayak mananya bapak mu itu?? "
" kurasa udah adanya kurang-kurang nya itu. "
" suruh lah dulu itu periksa kerumah sakit jiwa sana, entah sudah larinya amper nya. " kata ibu Melida merepet.
Natasyah pun tertawa mendengarkan umpatan ibunya Melida. menurut nya ibunya Melida sangat lucu mengatakan hal-hal itu.
" apanya mamak ini... "
" sembarangan kalau ngomong. "
" nanti sakit hati lah dia baru tau mamak. " kata Melida
" ah... biarkan situ sakit hati... '
" memang betul nya" kata ibunya Melida tak perduli.
__ADS_1