Perjodohan Yang Ku Hindari

Perjodohan Yang Ku Hindari
Episode Ke-2


__ADS_3

Hari ini Natasya masih sibuk untuk menghitung dana yang masuk dan keluar untuk perusahaan nya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan disana Charles yang menelepon.


" ia ayah, ada apa?? " kata Natasyah


" dimana kamu sekarang?? " kata Charles


" aku masih di kantor ayah, pekerjaan ku banyak yang tertinggal karena belakangan ini aku lebih fokus untuk urusan wisuda. jadi aku memutuskan ingin lembur malam ini " kata Natasyah


" apa kamu bilang?? "


" aku tidak ada alasan yang lain, pokoknya kamu harus melakukan kencan buta ini. " kata Charles


" ayah memaksa ini cerita nya?? " kata Natasyah


" iya... "


" ayah tidak ingin dengar alasan mu lagi. " kata Charles.


" baiklah,,"


" jika begitu aku akan kesana. "


" dimana tempat nya" kata Natasyah


" Restoran matahari, jam 8 malam." kata Charles


" iya.... " kata Natasyah langsung merapikan meja kerja nya.


Natasyah pun pergi keruangan Melida untuk mengajaknya pulang.


" Mel..... "


" kita pulang Yuk. " kata Natasyah


" bukan nya kamu bilang malam ini kamu lembur?? " kata Melida


" itu tuh.... "


" si tua keladi memaksa ku" kata Natasyah


" hahahaha.... "


" nanti pak ketua mendengar nya. " kata Melida


" biarkan saja, " kata Natasyah


" memangnya kamu jadi ngikutin kencan buta itu?? " kata Melida


" iya... "


" ngk papa deh kali ini saja. " kata Natasyah


" iya sudah.... " kata Melida


*****


Ditempat yang berbeda.


" Gunawan kosong kan jadwalnya Max malam ini, apa pun ceritanya dia harus mengikuti kencan buta ini. " kata James


" baik ketua" kata Gunawan


" pah.... "


" aku tidak ingin berkencan dengan siapa pun. aku sudah bilang, bahwa aku tidak ingin menikah. " kata Max

__ADS_1


" kenapa??? "


" berikan aku alasan yang tepat. " kata James


" aku tidak tertarik dengan perempuan. " kata Max


" apa??? "


" aku akan memukul mu, sini kamu" kata James menyerang Max. Max pun langsung berlari bersembunyi di belakang Gunawan, tanpa sadar Max memeluk Gunawan. .


" atau jangan-jangan kalian berdua..... " kata James


" tidak pak ketua, bahkan saya tidak tertarik sedikit pun pada pak direktur. saya masih normal pak ketua. " kata Gunawan


" Nah begitu dong"


" Gunawan saya tidak mau tahu, pokoknya apapun itu, usahakan Max hadir dalam kencan buta itu. " kata James


" baik ketua" kata Gunawan


James pun pergi meninggalkan kantor Max.


" pak presidir bagaimana ini?? " kata Gunawan


" pokoknya aku tidak akan pergi. " kata Max


" pak ketua akan marah besar nanti jika anda membatalkan kencan ini. " kata Gunawan


" baik.... "


" mari kita pergi. " kata Max


" kemana?? " kata Gunawan terkejut


" bukan kah kamu bilang kita ingin berkencan?" kata Max


mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor itu.


" jam berapa acaranya? " kata Max


" jam delapan malam pak presidir. " kata Gunawan


" dimana?? " kata Max


" Restoran matahari. " kata Gunawan


Max melihat jam tangan nya sudah jam tujuh lewat.


" itu artinya kita harus tiba disana sebelum jam 8." kata Max


" benar pak... " kata Gunawan


Mereka berdua pun langsung menuju restoran matahari.


*****


Sementara Natasyah masih sibuk berbelanja busana untuk dia kenakan di acara kencan nya.


Sudah jam delapan kurang Natasyah masih berada di dalam kos nya Melida, sementara Max dan Gunawan baru saja tiba di restoran matahari.


" silahkan pak. " kata Gunawan membuka pintu mobilnya.


Max pun langsung merapikan dasi dan jas Gunawan.


" kamu yang harus berkencan menggantikan aku. " kata Max

__ADS_1


" apa??? "


" tidak Predisir "


" jika pak ketua mengetahui nya bagaimana??" kata Gunawan


" kamu bekerja untuk siapa?? " kata Max


" maafkan saya presidir " kata Gunawan


Kemudian Max menempel kan sebuah kamera tersembunyi di penjepit dasi Gunawan.


"aku akan menunggu mu di meja yang berbeda. " kata Max


Gunawan pun tidak punya pilihan, dengan keadaan terpaksa dia harus menuruti permintaannya Max.


Sudah jam delapan, Max menunggu Natasyah di dalam restoran namun meja yang berbeda akan tetapi Natasyah tak kunjung datang.


Sudah jam tengah sembilan Natasyah baru saja tiba di restoran matahari, sebelum dia masuk Charles sudah menghubungi nya.


" Natasyah.... "


" dimana kamu?? "


" dia sudah menunggu mu" kata Charles


" iya ayah,,,, "


" aku baru saja tiba disini, ini aku akan masuk "


" dimeja nomor berapa?? " kata Natasyah


" nomor sepuluh" kata Charles


Gunawan duduk di meja nomor 10 sementara Max duduk di meja nomor 7.


Max melihat Natasyah tiba di pintu masuk restoran, dengan pandangan aneh dan lucu Max mencoba menahan ketawa nya.


Natasyah berjalan melewati Max begitu saja, sementara Max memperhatikan Natasyah dari kepala sampai kaki, kini dia ingin melepaskan tawanya namun Max berusaha menahannya agar tidak terlepas.


Max tertawa saat melihat Natasyah duduk di meja nomor 10, bukan cuman dia yang melihat aneh, bahkan seluruh pengunjung pun tertawa melihat penampilan Natasyah.


Bagaimana tidak tertawa, Natasyah mengenakan kebaya tradisional di padukan dengan sepatu sport. belum lagi itu, Natasyah mengenakan rambut palsu keriting, kaca mata lensa tebal yang model bulat, dandanan yang sangat menor. Natasyah juga membuat tompel buatan di wajahnya.


Untuk memenangkan dirinya, Max meminum minuman nya sambil menonton rekaman Natasyah dan Gunawan di handphone nya.


" a... a... a... a.. apa... ka.. ka.. ka.. mu" kata Natasyah berbicara dengan gagap.


mendengar Natasyah berbicara Max sponstan langsung menyemburkan air yang ada di mulut nya. dia pun bangkit berdiri membawa ponsel nya masuk kedalam mobilnya.


" hahahhaha.... " setibanya di mobil Max melepaskan tawa yang sudah dia tahan sejak tadi


" kamu minum lah dulu" kata Gunawan menyuruh Natasyah minum.


Gunawan pun ingin tertawa, tetapi dia takut menyinggung Natasyah.


" pe... pe.... pe... per... ke... ke... ke... nal... ka.. kan.. a... a.... a... " kata Natasyah namun Gunawan langsung menghentikan Natasyah.


" iya aku tahu,,, "


" kamu putri dari keluarga Vatinson kan? " kata Gunawan


" i.... i... iya" kata Natasyah


" senang bertemu dengan mu, maaf aku masih ada miting, sebaiknya kita bertemu di lain waktu lagi. ' kata Gunawan, karena dia sudah tidak tahan lagi.

__ADS_1


Setibanya Gunawan di mobil, Gunawan dan Max pun melepaskan tawa mereka.


Natasyah melihat Gunawan pergi meninggalkan nya, dia tertawa didalam hatinya karena menurutnya rencananya berhasil.


__ADS_2