Perjodohan Yang Ku Hindari

Perjodohan Yang Ku Hindari
Episode Ke-5


__ADS_3

Satu jam berlalu, Kini Natasyah dan Melida sudah tiba di Bandara Kualanamu yang ada di Sumatera Utara. Namun perjalanan mereka masih jauh lagi. Melida dan Natasyah harus naik kereta api kurang lebih lima jam.


Setelah lima jam naik kereta api, kini mereka turun di sebuah stasiun kereta api. Akan tetapi perjalanan mereka masih panjang, dari stasiun kereta api mereka harus naik bis angkutan umum kurang lebih selama 5 jam agar mereka tiba di kecamatan.


Lima jam pun berlalu, mereka berdua sudah tiba di kecamatan di sebuah loket bis.


Natasyah bernafas lega karena dia berpikir mereka sudah sampai, akan tetapi perjalanan mereka masih sangat jauh lagi untuk masuk ke sebuah perkebunan sementara hari sudah gelap.


Kini dua orang menghampiri Melida menggunakan sepeda motor, ternyata mereka berdua suruhan orang tuanya Melida untuk menjemput mereka ke sebuah loket mobil bis itu.


" Tiwi ayo naik... " kata Melida


" kita kemana lagi?? "


" masih jauh ngk?? " kata Natasyah


" ngk.... "


" dekat lagi kok.... " kata Melida.


Natasyah pun menaiki sepeda motor tersebut, mereka pun memasuki kawasan perkebunan. Jalanannya masih terbuat dari tanah liat, dan bersyukur cuaca hari ini cerah, jika tidak mereka tidak akan bisa melewati jalan itu.


Natasyah melihat sejak tadi mereka tidak menemukan satu rumah pun di sepanjang perjalanan. jalanan begitu gelap, sepanjang perjalanan kiri dan kanan hanya ada pohon kelapa sawit.


Dia melihat jam tangan nya sudah tiga jam lebih naik sepeda motor tapi mereka tak kunjung sampai di tempat tujuan.


Natasyah sudah merasa ketakutan, dia takut jika kedua pria itu berbuat jahat kepada mereka berdua.


Bisa saja kedua orang itu memperkosa, membunuh atau mencopet dia dan Melida. jika itu terjadi pasti tidak akan ada yang menolong mereka.


" Mel..... "


" masih jauh tidak?? " kata Natasyah


" ngk... '


" sebentar lagi kita sampai kok" kata Melida


" dari tadi juga kamu berkata begitu, tapi nyatanya masih jauh banget. " kata Natasyah


" aku benaran kok,, "


" sebentar lagi kita sampai. " kata Melida


Natasyah kembali melihat jam tangan nya kini sudah jam setengah sebelas malam, akan tetapi mereka tak kunjung tiba di tempat tinggal Melida. belum lagi itu mereka benar-benar berada di hutan.


Setelah beberapa menit kemudian kini mereka tiba di sebuah perumahan. Hanya perumahan kecil, tinggi bangunan sekitar 8 m, dan lebar 12m sementara panjang sekitar 10 m dan kamar tidur hanya terdapat 3 buah saja, satu dapur dan satu kamar mandi kemudian ruang tamu sekitar 3x4.

__ADS_1


" Hallo..... " kata Melida menyapa orang-orang yang disana dan menyalam tangan seorang pria paruh baya, dia adalah ayah nya Melida.


Disana para tetangga Melida berkumpul di teras rumah Melida.


" hallo.... " kata Natasyah juga sambil tersenyum menegur orang-orang yang ada disana, dia juga mengikuti Melida menyalam orang-orang itu.


" masuk nak masuk.... " kata ibunya Melida ke Natasyah.


" inilah rumah ku. "


" bahkan luas rumah ku tak seluas kamar mu. " kata Melida


" Rumah mu jauh bangat ke pedalaman. "


"jujur aku tadi sangat takut, pikiran ku sudah melayang entah kemana. " kata Natasyah


" hahahaha..... "


" Cinderella masuk hutan. " kata Melida membawa Natasyah ke kamar nya.


" mel.... " kata ibunya melida dari balik pintu


" iya mak.... " kata Melida


" cepat kau keluar, bawa kawan mu kemari, biar makan kita. " kata ibu Melida dengan bahasa khas Sumatera


" iya mak... " kata Melida


" makan apa, sudah jam dua belas kurang. " kata Natasyah


" cepat lah... "


" mereka akan menunggu kita, dirumah kami harus makan bersama. tidak boleh sendiri-sendiri. " kata Melida


" oh.... "


" begitu yah?? " kata Natasyah


Mereka berdua pun keluar dari dalam kamar untuk makan.


Disana hanya menu sederhana, nasi putih dengan lauk ayam kampung rendang dan juga sop ayam kampung. hanya itu menu yang tersedia. sementara jika di banding kan dengan di rumah Natasyah berbagai jenis hidangan tersedia dimeja makan itu.


kehidupan Natasyah sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Melida.


Dirumah Natasyah, mereka akan makan di meja makan dan tentunya ruangan yang khusus. sementara di rumah Melida, mereka berkumpul di ruang tamu untuk makan dan posisi duduk dilantai membuat lingkaran.


Sebelum makan pun Ayah Melida memimpin doa terlebih dahulu, sementara di rumah Natasyah mereka tidak pernah melakukan itu.

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka semua bersama-sama untuk membereskan ruang tamu. setelah itu Melida dan Natasyah masuk kedalam kamar.


" mel.... "


" kamu tidak mandi?? " kata Natasyah


" tidak boleh... "


" ini sudah larut, mamah akan memarahi kita jika mandi di jam segini. " kata Melida


Natasyah pun terdiam, dirumah nya dia tidak pernah dimarahin mandi jam berapa pun.


" tapi rasanya aku tidak enak tidur dalam keadaan begini. " kata Natasyah


" kita cuci muka aja yuk.... " kata Melida


" iya udah deh... " kata Natasyah.


Melida pun membawa Natasyah ke dapur dan ternyata kamar mandi terletak di dapur. sementara kamar mandi Natasyah terletak di dalam kamar nya sendiri.


" Mel..... " teriak ibu Melida dari balik pintu saat mendengar suara percikan air.


" iya mak... " kata Melida


" yang mandi lagi nya kau sekarang?? " kata ibu Melida


" tidak mak... "


" kami hanya cuci muka saja. " kata Melida.


Benar saja apa kata Melida, ibu Melida akan memarahi mereka jika tahu mereka mandi di tengah malam.


Selesai berganti pakaian Natasyah mencek ponsel nya, dia begitu terkejut saat melihat ponsel nya tidak mendapat kan jaringan.


" Mel... " kata Natasyah


" iya... " kata Melida


" ponsel ku nggak ada jaringan nya. " kata Natasyah


" memang disini ngk dapat jaringan. " kata Melida dengan santainya.


" apa???? "


" terus bagaimana jika kita berkomunikasi, atau yang lainnya??" kata Natasyah


" kita harus pergi ke kantor tempat bapak ku bekerja, disana ada jaringan wifi. " kata Melida.

__ADS_1


" begitu yah... " kata Natasyah


Akhirnya mereka pin tertidur.


__ADS_2