
Tiga bulan kemudian,
Selama tiga bulan ini Natasyah harus benar-benar menyesuaikan dirinya dengan lingkungan tempat dia tinggal.
Awalnya memang sangat sulit baginya, akan tetapi seiring berjalannya waktu dia sudah mulai terbiasa.
Dulunya dia selalu memakai pakaian yang bermerek dan tentunya mahal. akan tetapi, sekarang Natasyah harus memakai pakaian yang di jual dipasaran dan termasuk pakaian murahan jika di bandingkan dengan pakaian hasil pabrik keluarga nya sebdiri.
Dari pola makanan pun Natasyah sudah mulai terbiasa, dulunya dia selalu makan dengan hidangan yang mewah dan tentunya sangat higenis dan berkwalitas. sedangkan sekarang dia sudah merasakan bagaimana rasanya makan ikan asin dan daun gulai singkong, sekali gus makan mi instan.
Selama tiga bulan tinggal di perkebunan, Natasyah bahkan tidak pernah keluar ke kecamatan, karena untuk kesana membutuhkan waktu empat jam lamanya menggunakan sepeda motor. Dan bukan itu saja, membayangkan jalanannya pun yang hanya terbuat dari batu-batuan dan tanah liat membuat kita sudah patah semangat.
Orang-orang di sekitar nya tidak ada yang tahu bahwa Natasyah itu anak dari pengusaha, akan tetapi jika melihat dari penampilan dan kecantikan nya orang-orang akan percaya bahwa Natasyah adalah anak orang kaya.
Banyak para pria yang jatuh cinta padanya, bahkan para pimpinan yang hidung belang sudah beristri pun sering menggoda Natasyah. Bahkan pimpinan proyek mereka langsung terang-terangan mengatakan perasaan nya kepada Natasyah dan pria tersebut masih lajang. akan tetapi Natasyah tidak terpancing sedikitpun dengan rayuan mereka.
Malam ini Natasyah tidur dengan nyenyak, akan tetapi dia harus terpaksa terbangun karena seseorang mengetuk pintu rumahnya.
Natasyah melihat sudah jam 1.45 pagi. Dengan perasaan ngantuk dia pun membuka pintu itu.
" ada apa?? " kata Natasyah melihat Julius yang mengetuk pintunya.
__ADS_1
" kita harus rapat sekarang ke perkebunan Bukit Mas" kata Julius
" rapat apa? ini masih jam dua kurang. " kata Natasyah
" anak dari pemilik PT ini sedang ada disana, jadi dia mengadakan rapat mendadak dengan para tim anggota proyek. " kata Julius
" harus sekarang yah??? " kata Natasyah
" iya.... "
" kita baru saja dapat berita Ratel" kata Julius. orang-orang disana menyebut Ratel itu adalah Radio telepon.
" iya sudah, kamu tunggu sebentar aku cuci muka dulu. " kata Natasyah
" apa yang kita bawa. " kata Natasyah
" bawa laptop saja. " kata Julius
Natasyah pun kembali kekamar nya untuk mengambil laptopnya. saat keluar, natasyah melihat mobil pemimpin proyek itu sudah disana dan juga satu orang temannya lagi.
setelah itu Natasyah dan Julius bergabung dengan temanya masuk ke mobil itu.
__ADS_1
Natasyah duduk di bagian depan.
" Bukit Mas jauh tidak dari sini?? " kata Natasyah
" sekitar tiga jam lah" kata Stanley teman Natasyah juga.
" berarti masih sempat tidur "
" jangan ada yang gangu iya" kata Natasyah
Natasyah pun melanjutkan tidurnya.
Lebih dari tiga jam, kini mereka sudah tiba di Bukit Mas, disana Natasyah juga bertemu dengan Melida. Begitu banyak para peserta rapat yang berdatangan dari beberapa cabang.
Saat memasuki gedung rapat Natasyah dan Melida asyik mengobrol hingga dia tidak sengaja menabrak seseorang.
Seketika Laptop Natasyah terjatuh dan utungnya tidak kenapa-kenapa.
" maaf.... maaf... " kata Pria itu mengambil laptop itu.
" rusak tidak om... " kata Natasyah karena orang yang menabrak nya sedikit tua darinya.
__ADS_1
Orang yang disebut Natasyah om, dengan kesal mengangkat kepalanya melihat kearah Natasyah dengan maksud ingin memarahinya namun Natasyah pun sangat terjejut.