
" kamu....... " kata Natasyah menunjuk kearah orang tersebut.
" Siapa Wi.... " kata Melida
" kenapa kamu bisa ada disini?? " kata Natasyah namun kemudian pun dia tersadar.
" apa kita pernah bertemu?? " kata Gunawan
" ah.... "
" tidak kok tidak.... "
" kamu hanya mirip dengan teman ku. " kata Natasyah berbohong
" teman mu yang mana?? " kata Melida
" itu... teman satu kantor temapat ku bekerja." kata Natasyah berbohong.
" ini laptop kamu. " kata Gunawan
" terimakasih " kata Natasyah menerima laptop itu dan langsung menarik tangan Melida menjauh dari Gunawan.
" kita rapat di lantai mana nih" kata Natasyah
" lantai tiga, temanku sudah ambil bangku untuk kita. " kata Melida sambil memencet tombol pintu lift.
Setelah pintu lif tertutup, namun pintu lift kembali terbuka karena Gunawan dan Max masuk kedalam lift untuk bergabung dengan Natasyah dan Melida. Natasyah tidak menyadari bahwa Gunawan ada disana.
" kamu tahu ngk, sebenarnya aku kesal bangat sama pemilik PT ini. "
" apa dia pikir kita ini robot apa, yang bisa dia perintah tanpa lihat waktu" kata Natasyah
" khm.... " kata Gunawan berdehem namun sontak Max menyenggol lengan Gunawan.
" iya sama.... "
" aku juga, pas enak-enak nya tidur, eh.... malah harus bangun. "
"mentang-mentang punya banyak duit tapi sombongnya ngk ketulungan. "
kata Melida
" kalau bisa nanti, kita tabok saja kepalanya itu" kata Natasyah
" pffftt " Gunawan tersenyum melirik kearah Max. sementara Max memperhatikan mereka berdua lewat pintu lift itu.
Kini mereka ber empat tiba di lantai tiga. Melida dan Natasyah duduk bersama, sementara Max dan Gunawan duduk di depan, Saat melihat Max dan Gunawan memasuki ruangan rapat, seketika ruangan itu mendadak hening dan bahkan tidak ada suara apa pun.
" dia kenapa bisa disini sih ? " kata Natasyah berbisik ke Melida
" siapa?? " kata Melida
" dia pria yang aku temui pada saat kencan buta itu, orang yang ketabrak tadi. " kata Natasyah
" apa..... " kata Melida dengan suara keras.
Sontak kedua orang itu jadi pusat perhatian di ruangan itu.
" kamu.... "
" sepertinya kamu menarik perhatian ku. " kata Max kepada Natasyah
" i... ia... pak " kata Natasyah
" kamu dari perkebunan mana? " kata Max
" saya dari perkebunan Ujung Gading pak. " kata Natasyah
" kamu dari unit kantor administrasi atau dari PMKS? " kata max bertanya dengan dingin.
__ADS_1
" dari PMKS pak. " kata Natasyah
" sudah berapa bulan pembangunan PMKS di Perkebunan Ujung Gading? " kata Max
" delapan belas bulan pak. " kata Natasyah
" berapa total keseluruhan biaya untuk membangun pabrik tersebut. " kata Max
" maksud bapak itu seluruhnya ikut dengan harga material?? " kata Natasyah
" ya iya.... " kata Max dengan suara keras
" untuk material pak, kita ada administrasi khusus untuk itu. " kata Natasyah
" lalu kamu??? " kata Max
" saya hanya merekap gaji karyawan pak. " kata Natasyah
" oke.... "
" sekarang berapa keseluruhan rupiah upah yang sudah terbayar. " kata Max
Natasyah mencoba membuka laptopnya.
" upah yang terbayar selama 18 belas bulan ini sekitar 3.521.456.679.700 rupiah pak" kata Natasyah
" berikan saya rincian perbulan nya. "
" dan juga realisasi perharinya " kata Mac
" baik pak... " kata Natasyah
Setelah satu jam lebih, Natasyah menghampiri Max memberikan beberapa lembar kertas kepada nya.
Max pun menghitungnya dengan kalkulator yang ada dihadapan nya. setelah tiga puluh menit, Max tiba-tiba melemparkan seluruh kertas itu dengan sembarangan arah.
" jadi selama ini kamu sudah menipu saya. " kata Max
" gaji yang terbayar lebih besar dari realisasi perharinya, seharusnya ini akan balance. lalu kenapa bisa selisih sekitar 457.523.890. rupiah " kata Max
" saya tidak tahu pak" kata Natasyah
" kamu yang menangani ini, kenapa kamu tidak mengetahuinya. " kata Max
" saya masih tiga bulan menangani ini, akan tetapi gaji dan realisasi yang saya kerjakan selama tiga bulan itu semua balance kok. " kata Natasyah
Plak...... Max memukul meja.
" saya paling tidak suka jika sebuah pekerjaan di alihkan ke orang yang lain. "
" dari sini saja kamu menunjukkan dirimu bahwa kamu adalah salah satu orang yang tidak bertanggung jawab. " kata Max memarahi Natasyah di depan orang banyak.
" bapak kok nyalahin saya sih" kata Natasyah dengan keras kepalanya
" terus..... "
" kamu pikir ini salah siapa?? "
" saya begitu... ? " kata Max
" saya tidak menyalahkan bapak, saya sudah bilang pada bapak bahwa gaji yang selisih itu bukan pada saat saya yang mengerjakan nya. seharusnya bapak tanya kepada orang yang sebelumnya " kata Natasyah
" yang bertanggung jawab membuat buku gaji siapa?? " kata Max
" selama tiga bulan ini saya pak" kata Melida
plak.... plak... max memukuli mejanya kembali.
" itu bukan jawaban dari pertanyaan saya."
__ADS_1
" yang saya tanya, siapa yang bertanggung jawab membuat buku gaji? . " kata Max dengan suara yang kuat dan keras.
" saya pak" kata Natasyah
" sekarang kamu harus mengembalikan uang itu sebesar 457.523.890 rupiah ke saya sekarang. " kata Max
" apa??? " kata Natasyah marah.
" bagaimana mungkin saya menanggung kesalahan yang tidak pernah saya buat. " kata Natasyah
" ini bagian pekerjaan mu kan?? " kata Max
" sekarang saya tanya balik pada bapak. "
" keselisihan itu terjadi di bulan dan tahun berapa?? " kata Natasyah
" ini terjadi satu tahun sebelumnya, dan di setiap bulannya. " kata Max
" oke.... " kata Natasyah mengambil laptop nya dan kembali menghampiri Max.
" bisa bapak lihat, disini siapa-siapa saja orang yang bertanggung jawab?? " kata Natasyah
" terus??? " kata Max
" ia minta saja pada orangnya, kenapa jadi saya."
" disini tidak ada tertulis nama saya. "
" lagian juga ini salah bapak" kata Natasyah
" kamu menyalahkan saya??? " kata Max marah bangkit berdiri.
Gunawan pun bangkit berdiri ingin menghentikan keributan itu, akan tetapi dia tidak punya keberanian.
" ia... "
" bapak sebagai pemilik PT ini, bapak yang tertipu. "
" tapi bapak malah menyalahkan karyawan bapak sendiri. "
" bagaimana mungkin bapak mengeluarkan uang dengan mudah nya tanpa melihat bukti sekalipun. "
" seharusnya bapak periksa rinciannya terlebih dahulu. " kata Natasyah
" apa??? "
" kamu berani mengajari dan melawan saya?? " kata Max
" saya tidak melawan bapak, tapi saya hanya berkata benar. " kata Natasyah dengan tegas dan tanpa rasa takut sedikit pun.
" kamu tidak takut aku pecat" kata Max
" silahkan.... "
" saya tidak takut... " kata Natasyah
Sementara orang-orang disana hanya terdiam dan tidak ada yang berani berkata sedikitpun.
" hm..... " Max tersenyum kesal.
" saya yang mengaji kamu disini, saya yang memberimu makan" kata Max
" bapak salah.... "
" itu hak saya, saya menerima itu dengan hasil keringat saya sendiri. saya tidak makan gaji buta di perusahaan bapak ini. " kata Natasyah
Max pun kehabisan kata-kata dibuat oleh Natasyah.
" mana manager mu?? "
__ADS_1
" suruh manager mu menemui saya " kata Max
Natasyah pun langsung pergi tanpa menjawab perkataan Max.