
Malam ini mereka bertiga masih perlu menjalankan tugas seperti sebelumnya,mereka terus memburu Ketua Pembunuh Upahan.Informasi yang mereka terima ialah,Perkumpulan Pembunuh Upahan ini sangat dikehendaki oleh Istana Suzu kerana terlibat dengan kasus pembunuhan kaisar yang sebelum ini.
Setibanya mereka di tempat yang dibilang oleh Emeranda,kelihatan dua orang sedang berbual mesra disitu.
"Keluar lah kamu,sudah dua hari mengikutiku"kata wanita tersebut.Emeranda yang terkejut terus melompat turun.
"Hai"kata cowok tersebut.Emeranda menoleh dan melihat wajah cowok tersebut secara langsung.Tiba tiba air matanya mengalir.Cowok tersebut tersenyum nipis.
__ADS_1
'Kenapa aku menangis? Apakah ini reaksi dari Permaisuri?' tanya Emeranda di dalam hatinya sambil memegang pipinya yang basah.
"Kamu masih mengingat aku. Jadi apa kamu masih ingat sama janji kita?"tanya cowok tersebut sambik mendekati Emeranda.
" Janji? "tanya Emeranda kehairanan. Tiba tiba sebuah ingatan nya berputar dalam minda nya seperti cerita yang berlayar di television. Cowok dihadapannya merupakan sesworang yang sangat bererti pada dirinya suatu masa dahulu.
'Apakah penyakit kakak kambuh' gumam mereka.
__ADS_1
"Long Mian" namanya tanpa sengaja diucapkan oleh Emeranda membuatkan cowok tersebut terus memeluknya.
"Kenapa?!" tanya Emeranda sambil menangis minta dilepaskan.
"Hah?" tanya Long Mian bingung.
"Walaupun kita dulu mempunyai kisah silam yang bahagia dan merupakan sahabat sejati dan setia tetap kamu ingin melawan Yang Mulia Kaisar Xiang Jiang. Jadi jangan ingat aku akan membiarkan mu lolos" kata Emeranda sambil mengelap air matanya. Dia mengeluarkan senjata miliknya dan menghunus kearah Long Mian. Rakan rakannya juga turut memunculkan diri sambil mengeluarkan senjata mereka.
__ADS_1