PERNIKAHAN TERLARANG

PERNIKAHAN TERLARANG
BAB 1 Aku harus pergi


__ADS_3

" Ayah, Ibu maafkan Dinda. Dinda harus pergi"


"Dinda harus pergi mencari kebahagian Dinda. Ibu pernah bilang kan kalau Dinda tidak selamanya harus bergantung pada ayah dan ibu. Ibu juga pernah bilang kalau Dinda harus bisa hidup mandiri".


" Mungkin sekarang saat nya. Dinda yakin, Dinda pasti bisa. doain Dinda ya ayah, ibu. Biar Dinda bisa mandiri seperti kata ibu". Ia mengucapkan kata kata tersebut sambil menangis tersedu sedu.


Gadis itu masih setia duduk di samping makam ayah dan ibu nya. Ya dia adalah Dinda lestari. Gadis berumur sembilan belas tahun, yang ditinggalkan orang tua nya. Kepergian ayah nya cukup membuatnya putus asa. Dan sekarang, ia harus merelakan lagi ibunya.


Inikah yang dinamakan adil?.


Banyak orang yang bilang Tuhan itu adil. tapi nyata nya seperti ini. Disaat orang orang seusiaku membutuhkan kasih sayang orang tua untuk menata masa depan, mengapa aku harus mengalami hal seperti ini?.


seperti itulah kita.


Terkadang kita tidak bisa menerima kenyataan.


Dinda juga seperti itu, ia belum rela kalau kedua orang yang sangat disayangi nya pergi dan tidak pulang lagi.

__ADS_1


Namun percayalah bahwa, Yang maha kuasa tidak pernah memberi cobaan yang melebihi kemampuan hambanya. Ia sudah merencanakan yang terbaik untuk kita.


" Ah, apa yang sedang kupikirkan?. Mungkin Tuhan punya rencana yang baik untukku setelah cobaan ini. Bukan mungkin lagi tapi pasti ada"


Gadis itu kembali menangis tersedu sedu.


sambil menekuk lutut ia memegang nisan ibunya


" Ibu maafkan Dinda. Belum sepenuhnya rela menerima kenyataan ini. Maafkan Dinda ibu. Maafkan Dinda ayah".


Senja sudah menunjukkan warna keemasan. Keelokan nya yang di tunggu setiap orang untuk menikmatinya dan seperti mengantarkan kepergian sang surya.


Berbeda dengan gadis yang satu ini. Meskipun sudah sangat lama berada di tempat ini, ia masih ingin duduk dan berlama lama disitu.


Ya mungkin karna hari ini adalah hari terkahir nya ia berada disini. Ia tidak tahu kapan lagi ia bisa kesini. Mungkin tahun depan, dua tahun depan?. Entahlah, hanya tuhan yang tahu.


" Ayah, ibu. Besok Dinda akan pergi. Dinda akan pergi ke kota. Dinda akan cari kerjaan disana. Agar bisa bertahan hidup dan bisa hidup bahagia. Ayah dan ibu jangan lupa doain Dinda yah. biar Dinda bisa dapat kerjaan bagus dan bisa dapat uang banyak. Kalau dinda sudah dapat uang banyak, kan Dinda bisa sering datang kunjungin ayah dan ibu".

__ADS_1


"Dinda janji kok, Dinda bakal sering datang kesini. Dinda akan kangen sama ayah sama ibu tiap hari. Ibu sama ayah pasti kangen juga kan, sama Dinda?. Jadi dinda akan sering kesini, biar rindu kita terobati".


Ayah, ibu. Sebenarnya aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Maafkan aku yang belum bisa merelakan kalian. Maafkan aku yang belum bisa merelakan kalian pergi dengan tenang. Mungkin aku butuh waktu belajar untuk menerima kenyataan ini. Mungkin, dengan aku pergi dan menjauh dari kalian aku akan belajar dan bisa membiarkan kalian pergi dengan tenang. Batinnya


Dia adalah anak satu satu nya dari keluarga itu. Dia manja? Boleh di bilang seperti itu. karna dia anak tunggal, dia perlakukan manja oleh ayah dan ibu. Dan sekarang ia harus mulai belajar untuk hidup mandiri.


Bukankah setiap orang wajib untuk hidup mandiri?. Karna suatu saat kita akan mengalami hal yang sama dengan Dinda. Dimana kita tidak ada lagi tempat bergantung.


Hari sudah mulai gelap.


Dan dia seperti nya akan meninggalkan tempat itu.


" Ayah, ibu. Aku pulang dulu yah. Nanti kalo Dinda ada waktu dinda akan kesini lagi".


Dia meninggalkan tempat itu setelah ia pamit kepada ayah dan ibunya. Ia harus cepat cepat pulang, menyiapkan segala hal berkaitan dengan hari keberangkatan nya besok. Ia akan ke kota dan mencoba mengadu nasib melawan keras nya hidup dikota.


Semoga kau menemukan kebahagiaanmu Dinda.

__ADS_1


__ADS_2