PERNIKAHAN TERLARANG

PERNIKAHAN TERLARANG
BAB 5 Ozzy Djanuardy


__ADS_3

Seorang pemuda mematikan komputernya dan mengusap wajah nya kasar


Cih.


"Kenapa sih ayah selalu saja begitu, dia tidak mengerti dengan apa yang aku inginkan, aku ingin menjadi seorang gamer yang terkenal dan hebat. Terkenal di dalam negeri maupun di luar negeri" ia berbicara sendiri sambil mebayangkan jika mimpi nya terwujud, ia pasti akan di kenal banyak orang di dalam negeri maupun di luar negeri. Menjadi seorang gamer yang terkenal adalah mimpi nya sejak dulu.


Dia adalah Ozzy djanuardy. Seorang pemuda yang terkenal, dia terkenal bukan karna ia anak orang kaya atau anak seorang pengusaha terkenal. Dia dikenal karna wajahnya yang tampan dan mampu memikat para wanita. Hal itulah yang membuat dia jadi terkenal dan satu lagi ia dikenal dengan sifat playboy nya.


Bukan Ozzy namanya kalo tidak mempunyai banyak pacar, itulah prinsip nya. Banyak sekali wanita yang mendekati nya karna kertampanan nya, bahkan ada yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian seorang Ozzy djanuardy. Namun hal itu di anggap biasa saja oleh Ozzy, dan ia menggunakan kesempatan untuk mengoleksi wanita dan bahkan sebagai pemuas nafsu semata.


Satu hal yang tidak disukai oleh ayahnya adalah ia masih suka bermain main dan tidak mau belajar mengelola perusahaan. Sebagai ahli waris ayahnya ingin dia meneruskan mengelola perusahan milik keluarga nya. Namun berbeda dengan Ozzy, ia lebih ingin menjadi seorang gamer terkenal yang tidak ada guna nya sama sekali menurut ayahnya.


...* * *...


"Jangan marah terus sama dia pa, dia sudah dewasa. Dia pasti tau apa yang harus dia perbuat" Carmilla membela anaknya. Ya dia adalah seorang wanita berhati lembut yang sangat mengerti sikap anak nya itu. Carmilla astari ibu sekaligus satu satu nya orang yang bisa memahami sikap Ozzy.


"Semakin kesini dia semakin aneh, bisa bisa nya dia tidak mematuhi perintahku. Mau jadi apa dia kedepan nya jika dia tidak mau belajar mengelola perusahaan. Mau jadi gelandangan?" sang ayah berbicara masih dengan nada suara marahnya. Ia tidak habis pikir kenapa Ozzy tidak mau mengelola perusahaan, padahal itu jauh lebih menjamin hidup nya daripada menjadi seorang gamer yang entah apa untung nya. Ayah nya sendiri tidak tahu apa untung nya menjadi seorang gamer.


"Biarkanlah dia yang memikirkan nya sendiri, jangan terburu buru. Apalagi dia sama sepertimu, waktu itu kau juga tidak mau mengelola perusahaan kan? bahkan ketika ayah memaksamu, kau malah membantahnya. Dia keras kepala sama sepertimu, nanti dia akan mengerti sendiri kenapa dia harus belajar mengelola perusahaan" kata Carmila mengingat ingat masa lalu.


"Sudah, jangan kengungkit ungkit masa lalu" Radian protes, masa lalu nya yang memalukan di ungkit ungkit.


"Bilang saja kau malu dengan masa lalu mu" Carmila masih terus mengejek. Ya tepat nya mengejek, karna dia mengatakan itu sambil tersenyum lebar.


"Sudahlah, aku mau mandi" ia meninggalkan istri nya yang masih tersenyum lebar penuh kemenangan.

__ADS_1


Sementara itu, di balik pintu Ozzy sedang menguping pembicaraan ayah dan ibu nya.


Kau bahkan tidak lebih baik dariku ayah. Termyata benar apa kata orang, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Haha.


...* * *...


ceklek.


Terdengar suara pintu dibuka, namun Dinda masih belum bangun dari tidurnya. Mungkin karna perjalanan yang cukup jauh membuat nya lelah.


Hmm, seorang gadis yang manis. Batinnya


Ia menyimpan barang barang bawaan nya, ia baru pulang bekerja. Ia menjadi pembantu di rumah seorang pengusaha paling sukses di kota ini.


Tapi siapa?. Batinnya


Ia bangun dan melihat sekeliling nya, namun ia tidak menemukan apa apa.


"Ahh kau sudah bangun ya?" seorang wanita paruh baya melangkah dari arah dapur. Dinda mencoba mengingat ingat. sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana. Begitulah yang dipikirkan Dinda.


"Ahh iya, perkenalkan nama saya Lastri istri nya pak Parjo" sambil mengulurkan tangan ia memprrkenalkan diri kepada Dinda.


Ahh benar, dia wanita yang ada di foto itu.


Dinda menyambut uluran tangan tersebut dan memperkenalkan diri juga.

__ADS_1


" Nama saya Dinda bu, saya baru datang dari kampung" Dinda seperti merasakan sesuatu, ia teringat ibu nya.


Ahh, kenapa tangan nya hangat seperti tangan ibu.


"Baiklah nak Dinda, kamu mandi dulu. Mari ku tunjuk kan kamar yang akan kau tempati"


Sepertinya dia anak yang baik.


Dia mengajak Dinda ke salah satu kamar. Kamar itu lengkap dengan isi nya, ada lemari pakaian, meja,kursi dan sebuah kasur yang lumayan besar.


"Untuk sementara kamu tinggal di kamar ini dulu". Bu Lastri menunjukan kamar mandi di kamar itu.


Katanya mereka bekerja sebagai pembantu, tapi rumah mereka besar sekali. Dinda bertanya tanya dalam hati nya.


Ia melihat ke arah meja yang berada di pojok kamar itu dan di atas nya terdapat sebuah foto. Seorang gadis manis tersenyum tipis dalam foto tersebut.


Ternyata ini kamar anaknya yah, tapi anak nya kemana? dari tadi aku belum melihat nya. Ia memandangi foto tersebut, begitu juga dengan lastri.


" Dia cantik, tapi kemana dia? dari tadi aku belum melihatnya langsung" Dinda bertanya tanpa ragu.


Tapi tiba tiba raut wajah lastri berubah jadi sedih.


"Andai dia masih hidup, dia pasti seumuranmu sekarang" kata lastri dengan nada sedihnya.


"Ahh, maaf aku tidak bermaksud ... "

__ADS_1


__ADS_2