
"Dindaa ... " Ozzy berteriak sambil mengepal kan tangan nya.
"Dindaa ... " ia memanggil sekali lagi, tapi kali ini lebih keras. Bu Lastri yang berada di dapur segera berlari ke arah ruang makan.
"Ada apa tuan muda" bu Lastri kaget setengah mati, karna baru kali ini Ozzy teriak seperti itu.
"Mana Dinda bi" Ozzy bertanya pada bu Lastri, namun bukannya menjawab pertanyaan Ozzy bu Lastri malah balik bertanya.
"Dinda kenapa tuan muda?". Apa Dinda melakukan kesalahan. Bu Lastri menerka nerka.
Mungkin tuan muda masih mau mengerjai Dinda. Begitulah yang di pikirkan bu Lastri. Karna merasa ini tidak penting, bu Lastri hendak balik dapur. Tapi lagi lagi Ozzy bertanya.
"Bibi, Dinda mana sih" kali ini Ozzy benar benar kesal, ia berteriak sekuat tenaga memanggil nama dinda. Bahkan bu Lastri sampai menutup telinga.
"Dindaa ... "
"Ia tuan muda, saya lagi di kamar mandi" Dinda berteriak dari dalam kamar mandi.
"Hahaha Rasain, emang enak. makan tuh garam" Dinda tertawa puas di dalam kamar mandi karna berhasil membalas tuan muda yang sombong itu.
Tok tok ...
Tok tok ...
Tok tok ...
Ozzy menggedor pintu kamar mandi dari luar.
"Apa yang kau lakukan di dalam situ Dinda?" Ozzy sudah tidak bisa menahan diri. Ia ingin sekali memukul gadis itu sampai pingsan.
__ADS_1
"Bukankah tuan muda sudah tahu apa yang orang lakukan kalau sedang berada dalam kamar mandi?" Dinda berusaha mengelak dan membela diri.
"Oh jadi kau pandai juga mencari alasan ya. Hmm, baiklah. Cepat keluar atau kau akan kehilangan pekerjaanmu" ancam Ozzy.
Sementara itu bu Lastri semakin bingung, ini tidak lagi termasuk dalam tahap mengerjai tapi ini adalah masalah serius.
"Cepat keluar! atau kau saya pecat" dengan nada yang cukup tinggi, lagi lagi dia mengancam Dinda.
Aduh bagaimana ini. aku melakukan kesalahan yang fatal. Dinda semakin gemetar.
"Saya hitung sampai tiga. Satu.." Ozzy semakin berteriak kencang, ia melirik ke arah bu Lastri yang tampak sangat bingung. Ozzy tersenyum tipis seperti mengatakan 'saya sedang mengerjai nya' bu Lastri yang mengerti akan arti senyum itu segera berlalu dari tempat itu dan kembali bekerja.
Rasanya saya ingin memukulmu tuan muda. Batin bu Lastri.
sementara itu dari dalam kamar mandi, Dinda keluar dengan cepat karna takut di pecat dan tidak lupa tersenyum yang di paksakan.
"Kau bilang ada apa?"
"Ayo ikut dengan saya" Ozzy menarik tangan Dinda secara paksa dan menyuruh nya duduk di meja makan.
"Kenapa tuan muda" suara Dinda sudah muali parau, ia sudah mulai gugup.
"Seperti nya kau punya bakat khusus dalam memasak. Mie yang kau buatkan untukku, sangat enak. Bahkan lebih enak daru semua mie yang pernah ku makan" Kata Ozzy dengan penuh penekanan.
"Oh, benarkah tuan muda?. Ah, tuan muda pasti bercanda" jawab Dinda dengan berlagak bodoh.
"Saya serius. untuk itu kau juga harus mencoba nya, supaya kau tau bagaimana rasanya" Ozzy menyodorkan piring yang berisi mie tersebut dan menyuruh Dinda memakannya.
"Ta tapi tuan muda, saya membuat nya khusus untuk tuan muda" Dinda masih berusaha mengelak. Karna dia tahu, seberapa banyak garam yang dia berikan di mie tersebut.
__ADS_1
"Saya sudah berbaik hati padamu, makanlah. Kalau kau tidak mau makan, kau akan saya pecat" Lagi lagi Dinda di ancam.
"Ba baiklah tuan muda" jawab Dinda dan segera mengabil mie tersebut dan secara perlahan ia memasukan suapan pertama ke dalam mulut nya. Mata nya melotot, ia ingin segera memuntahkan makanan tersebut. Tapi sorotan mata dari seorang Ozzy seakan akan memberi nya peringatan agar ia menghabiskan mie tersebut.
Dengan sekuat tenaga Dinda memasukan suapan terakhir ke dalam mulut nya dan segera meraih gelas minuman yang ada di depan nya. Ozzy tersenyum puas karna barusan dia lagi lagi berhasil mengerjai Dinda, dan kali ini dengan senjata nya sendiri.
Dinda meneguk isi gelas tersebut sampai habis.
Dengan gerakan secepat kilat, ia bangun dari kursi dan berlari ke arah kamar mandi. Ozzy kaget melihat gerakan Dinda yang begitu cepat. Dia kenapa?. Ozzy bertanya dalam hati.
sesampai nya di kamar mandi Dinda memuntahkan seluruh makanan yang barusan dimakan nya.
Hoek ...
Hoek ...
Ozzy mendekati pintu kamar mandi yang tidak tertutup dan menertawakan Dinda.
"Kalau mau balas dendam, bukan begitu cara nya. haha" Ozzy masih berdiri di depan pintu kamar mandi tersebut dan melihat Dinda yang tampak kesusahan mengatur nafas. Bu Lastri mendekati Dinda dan mengelus elus punggung nya. Tanpa di sadari Ozzy juga mendekat dan ikutan memegang tangan Dinda. Ia memegang tangan Dinda dan mengelus punggung nya. Bu Lastri semakin bingung dengan sikap tuan muda nya.
Dinda sudah berhenti muntah, tapi Ozzy masih mengelus elus punggung Dinda. Dinda dan bu Lastri saling pandang.
sedetik kemudian.
"Ehh ... " Ozzy menyadari akan hal itu. Ia sangat malu. ketika ia hendak melangkah meninggalkan kamar mandi tersebut, tiba tiba ibu nya muncul dari arah ruang makan.
"Kalian kenapa ada disitu bersamaan?" Carmila bertanya pada Ozzy.
"Ehh ini bu"
__ADS_1