
Hoek ...
Hoek ...
Dinda masih muntah, ia tidak peduli dengan keberadaan majikannya.
"Dinda kenapa?" tanya Carmila pada Ozzy.
"Ehh ini bu, tadi dia langsung muntah muntah setelah abis makan mie instan" terang Ozzy. Waduh kecoplosan. Teriak Ozzy dalam hati.
"kenapa harus muntah kalau hanya makan mie doang" tanya Carmila penuh penyelidikan.
"Mie nya keasinan nyonya" sahut Dinda di sela sela muntah nya.
"Ozzy!" Carmila berteriak kepada Ozzy.
"Ini pasti ulah kamu Ozzy! ngaku kamu" ucap Carmila dengan nada marah.
"Ini mah, barusan aku ... "
"Alah jangan banyak alasan. Sudah berapa kali mamah bilang, jangan pernah berlaku seenak nya sama pembantu di rumah ini. Mereka yang bekerja dan mengurus makan mi Ozzy" ucap Carmila menegaskan.
"Iya mah, Ozzy minta maaf" Ozzy minta maaf dan berlalu meninggalkan tempat itu. Sebelum melangkah, ia menatap Dinda dengan tatapan tidak suka. Dinda tersenyum penuh kemenangan.
Sesampainya di kamar Ozzy membanting pintu kamar dengan keras.
"Bisa bisa nya mamah membela pembantu sialan itu" Ozzy sangat emosi di buat nya. Tapi sedetik kemudian Ozzy tersenyum tipis ketika mengingat senyum Dinda.
"Akan ku buat kau tunduk dan memohon ampun padaku Dinda" ucap Ozzy sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Sementara itu di ruang makan.
"Maafkan Ozzy ya nak Dinda. Dia itu memang suka begitu" Carmila meminta maaf pada Dinda.
Nyonya ini baik sekali, bahkan ia tidak marah sama sekali. Padahal aku yang salah. Batin Dinda.
"Hei, kamu kenapa" Carmila merasa heran melihat Dinda yang tampak bengong.
"Ahh, tidak apa apa bu. Ehh ... " Dinda ingin menarik kembali kata katanya. Namun, dia sudah terlanjur mengatakannya.
"Maaf nyonya, saya ... " belum sempat Dinda menyelesaikan kalimat nya, Carmila sudah memotongnya.
"Tidak apa apa, panggil ibu juga boleh" Carmila memegang kedua pipi Dinda sambil mengatakannya.
Ohh tuhan, kenapa nyonya ini baik sekali. Aku bahkan belum genap sehari bekerja disini. Batin Dinda.
"Baiklah, panggil senyaman mu aja. Kalian boleh balik bekerja" kata Carmila sambil tersenyum ramah pada Dimda dan bu Lastri
Dinda dan bu Lastri kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang belum beres, karna waktu mereka bekerja sedikit tersita gara gara drama barusan.
Sesampainya di dapur.
"Bu, nyonya itu orang nya baik dan ramah ya. Tidak seperti yang di ceritakan tetanggaku, Katanya semua orang kaya pada sombong sombong. Tapi nyonya seperti nya tidak seperti itu" kata Dinda. Karna dia kagum pada Carmila. Selain kaya raya, dia juga ramah dan tidak sombong.
"Ya seperti itulah nyonya. Sudah ayo kerja lagi. Kalau sampai nyonya tahu kita membicarakannya di belakang, bisa bahaya kita. Meskipun kita membicarakan kebaikannya" kata bu Lastri mengakhiri percakapan mereka. Dinda hanya mengangguk dan melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Sementara itu Carmila menaiki tangga hendak menuju ke kamar nya. Ia melewati beberapa pembantu lainnya yang sedang bersih bersih. Ya pembantu ini adalah pembantu yang bekerja tengah hari, setelah membersihkan rumah mereka akan pulang. Begitu juga dengan pembantu yang merawat dan membersihkan taman. Yang tinggal di rumah itu sampai malam hanya pembantu yang memasak dan penjaga rumah, karna mereka akan di perlukan seharian di rumah itu.
Ketika ia melewati kamar Ozzy, ia mendengar suara dari dalam sana. sepertinya Ozzy sedang berbicara dengan seseorang.
__ADS_1
Carmila mendekati pintu yang terbuka sedikit dan mendorong nya perlahan. Tampak seorang Ozzy sedang berdiri di depan Kaca super besar. Ia hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada. Sambil bergaya layak nya seorang binaragawan, ia terus melihat diri nya. Tanpa ia sadari Carmila telah melihat nya dari tadi sambil tersenyum lebar.
Sudah besar juga masih saja berkelakuan seperti anak kecil. Batin Carmila.
"Ehmm ... " Carmila sengaja membuat Ozzy kaget.
"Ehh mamah" Ozzy kaget setengah mati. Refleks ia menutup bagian atas tubuh nya dan menyambar baju yang ia buang barusan.
Ozzy sudah selesai memakai bajunya.
Dan muka nya tampak memerah karna malu sama ibu nya sendiri.
Sambil tersenyum lebar, Carmila mendekati Ozzy yang sedang duduk di sebuah sofa dan duduk di samping nya.
"Anak mamah kenapa, kok senyum senyum sendiri. Hmm ... ?" tanya Carmila sambil tersenyum lagi. Ia ingin tertawa. Karna jarang jarang dia melihat Ozzy seperti ini.
"Tidak apa apa mah" jawab Ozzy masih dengan wajah yang merah seperti kepiting rebus.
"Ya sudah, lanjutkan acaramu" kata Carmila sambil berlalu dari kamar Ozzy.
Anak muda anak muda. Kalau suka, ya bilang. Batin carmila. Dia meninggalkan kamar Ozzy sambil tersenyum karna mengingat kelakuan anak semaya wayang nya itu.
Ozzy menutup pintu kamar nya danembanting diri nya di atas kasur.
Ia menarik menarik rambut nya dan mengusap wajah nya kasar.
Kenapa dia sampai membuat aku menjadi gila seperti ini, padahal baru beberapa jam yang lalu aku melihat nya. Batin Ozzy.
"Baiklah Ozzy, mungkin karna dia polos. Ini hanya sebentar saja. jangan sampai jatuh hati padanya. Ingat! dia hanya seorang pembantu. Dia hanya pembantu Ozzy" kata Ozzy pada diri nya sendiri.
__ADS_1