PERNIKAHAN TERLARANG

PERNIKAHAN TERLARANG
BAB 7 Pembantu baru


__ADS_3

Seorang wanita cantik sedang menuruni tangga, dengan langkah yang santai iya berjalan menghampiri meja makan.


"Selamat pagi semua nya" ia menyapa semua pembantu di rumah itu. Tidak seperti nyonya lain, ia ramah terhadap pembantu nya. seperti itulah dia, ia tidak sombong dan


dia sangat menghargai orang orang yang bekerja di rumah yang megah itu.


"Selamat pagi juga nyonya, saya sudah menemukan orang yang nyonya cari" bu Lastri lalu menyuruh Dinda memperkenalkan diri.


"Nama saya Dinda nyonya" ucap Dinda sambil menunduk penuh hormat.


Dia yang akan menjadi majikanku. Batin Dinda.


"Umur kamu berapa dan asal mu darimana?" Carmila ingin menanyakan data diri Dinda sedetail mungkin.


"Umur saya 19 tahun nyonya dan saya berasal dari desa A"


masih dengan posisi yang tunduk penuh hormat.


"Ohh. Baiklah, kamu bisa mulai kerja disini sekarang. Bu Lastri tolong beritahu dia aturan di rumah ini dan apa yang harus dia kerjakan" Carmila menatap Dinda yang masih menunduk, ia belum melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajah Dinda.


"Dinda, jangan menunduk terus" ucap Carmila.


Dengan cepat Dinda mengangkat kepala nya dan terlihat lah wajahnya dengan jelas.


Hmm, dia sangat manis. Carmila tersenyum tipis ketika melihat wajah Dinda.

__ADS_1


"Baiklah, kalian semua. Dengarkan ini!" Carmila menyuruh semua pembantu di rumah itu untuk berkumpul. Ya, bukan hanya bu Lastri saja yang menjadi pembantu di rumah itu, tetapi banyak pembantu pembantu lainnya yang bekerja dengan tugas berbeda beda.


"Dengarkan ini, kalian yang sudah bekerja terlebih dahulu disini tidak boleh keras terhadap orang baru. Jika ada kesalahan ajari dia dengan cara yang benar. Paham?" ucap Carmila tegas.


Ada apa ini. Dari dulu saya bekerja disini, baru kali ini nyonya berkata begitu. Bu lastri.


Demikian juga dengan pembantu lainnya, mereka saling pandang dengan penuh tanda tanya.


Carmila melihat sekilas kearah Dinda, lalu menuju meja makan dan mulai sarapan. Pagi ini ia sarapan sendiri karna suami nya sudah berangkat kerja pagi sekali, ketika para pembantu belum sempat menyiapkan sarapan. Ozzy? jangan di tanya dia masih tidur.


...* * *...


Semua orang yang ada di rumah tampak nya sibuk dengan kegiatan masing masing, para pembantu sibuk membersihkan rumah megah itu dan sibuk memasak di dapur.


Dan Seorang Ozzy djanuardy baru beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi, ia bergegas turun ke bawah untuk sarapan. Ketika ia hendak mengambil minum, ia melihat seorang gadis yang sedang di ajari masak oleh bu Lastri. Ozzy segera menuju ke arah dapur dimana bu Lastri dan Dinda berada.


" Ehh Selamat pagi juga tuan muda, ada yang bisa saya bantu". Anda kesini karna penasaran dengan gadis ini kan tuan muda?. Batin bu lastri.


"Saya hanya ingin mangambil minum bi" ucap Ozzy sambil mengambil gelas dan segera menuangkan minuman yang ada di atas meja tersebut.


Sementara Dinda masih diam dengan wajah tertunduk. Ia ingat akan kata kata bu Lastri.


"Hei nama kamu siapa?" kali ini Ozzy berbicara kepada Dinda. Tapi yang di ajak bicara masih diam dan tetap menunduk.


"Hei aku berbicara sama kamu" ucap ozzy sekali lagi dengan nada yang agak sedikit tinggi.

__ADS_1


"Ehh iya tuan muda nama saya Dinda, saya pembantu baru disini" Dinda menjawab sambil mengangkat kepala dan deg. Kenapa dia tampan sekali. Batin dinda dan dia menunduk lagi.


"Ohh Dinda ya" ucap Ozzy dan berlalu meninggalkan dapur ia bahkan tidak kembali ke meja makan dan sarapan, ia malah menuju ke kamar nya dan mengunci pintu.


"Ahh, kenapa kamu harus jadi pembantu. Manisnya" Ozzy berkata sambil guling gulingan di atas kasur.


"Bagaimana ini, dari semua wanita yang pernah kulihat kenapa dia yang paling manis?" Ozzy bahkan tak habis pikir, kenapa gadis yang imut dan semanis itu harus bekerja sebagai pembantu.


Sementara itu Dinda menahan malu di depan bu Lastri, karna dari tadi bu Lastri hanya senyum senyum melihat adegan yang barusan terjadi.


"Kenapa, dia tampan yah?" ucap bu Lastri sambil tertawa lepas.


"Kamu suka?" tawa bu Lastri makni menjadi jadi saat melihat wajah Dinda yang makin memerah.


"Hati hati dengan tuan muda, dia itu seorang plaboy" bisik bu Lastri kepada Dinda. Dinda kaget mendengarnya, akan tetapi dengan cepat Dinda menjawab.


"Untuk apa aku takut, mana mungkin tuan muda mau sama pembantu" ucap Dinda, berharap bu Lastri mengiyakan pendapat nya.


"Ya ya ya. Baiklah ayo kerja lagi". pekerjaan mereka belum seberapa, jadi mereka harus lanjut bekerja.


Seberat inikah?. Batin Dinda


Semangat Dinda kamu pasti bisa, kamu bukan lagi Dinda kecil yang harus di manja manja. Batin Dinda memberi support pada dirinya yang mulai capek. Padahal belum seberapa.


Di dalam sebuah kamar, Ozzy sedang berpikir keras. Tadi ia sudah salah tingkah di depan Dinda dan bu Lastri. Perut nya sudah minta di isi, tapi dia malu pada Dinda dan bu Lastri. Setelah cukup lama ia berpikir ia beranjak dari atas ranjang nya dan berjalan menuruni tangga.

__ADS_1


Ia melihat ke arah meja makan, ada Dinda disana. Ia menatap gadis itu. Ehh dia melihatku.


__ADS_2