PERNIKAHAN TERLARANG

PERNIKAHAN TERLARANG
BAB 3 Hari pertama di kota


__ADS_3

Dinda berjalan menyusuri trotoar. kota yang sangat ramai di dominasi dengan bentuk kendaraan yang sangat bervariasi serta beragam bangunan yang aneh menurutnya, membuat dinda tak henti hentinya berdecak kagum. Terik matahari cukup membuat orang orang di kota itu bercucuran keringat. Apalagi Dinda, ia sudah berjalan sangat jauh dan ia belum tau kemana ia akan pergi.


Bagaimana ini?. Kemana aku harus pergi?.Pikiran dinda sudah mulai tidak tenang, apalagi sang surya sudah mau menuju ke tempat peraduan nya.


Kalau ia belum menemukan tempat untuk beristirahat hingga malam nanti, lalu dia akan tinggal dimana malam ini?.


Jalan ini agak sepi. Tidak seperti tadi yang ramai sekali. Batinnya.


Sekarang ia sedang berada di kawasan perumahan elite.


ketika ia hendak menyebrang jalan, tiba tiba sebuah mobil melaju dengan kencang kearah Dinda.


"Aaaaaaaaa"


Dinda menutup wajahnya dengan kedua tanganya. Barang barang nya sudah jatuh berserakan di atas jalan.


Masih berdiri tegak tepat di tengah jalan tersebut, Ia pasrah.


" kamu tidak apa apa?"


Masih hening, diam, bahkan Dinda belum berani membuka matanya. Ia takut kalau ini hanya mimpi.


Mungking aku sudah meninggal. Hanya itu yang ada di pikiran nya.


" Hei, kamu tidak apa apa?". Dinda membuka matanya, tepat di depannya telah berdiri seorang laki laki tua, dengan pakain rapih seperti seorang pegawai.

__ADS_1


" aku tidak meninggal? ini hanya mimpikan?" Ia masih ragu dan masih beripikir bahwa ini hanya mimpi semata.


" kamu belum meninggal, mari" Laki laki itu membawa Dinda ke kursi taman yang ada di dekat jalan tersebut. Lalu laki laki itu berlari kecil kearah mobil nya, ia segera menepikan mobil nya dan mengambil barang barang dinda yang berserakan diatas jalan. Laki laki tua tersebut kembali dan di tangan nya ada sebotol air mineral dan memberikannya kepada Dinda. Ia menerima air tersebut dan meneguk nya hampir habis setengah dari isi nya. Terlihat jelas bibir dan tangan nya masih gemetar, lutut nya lemas, bahkan jika di suruh berjalan mungkin ia tidak akan mampu lagi, seluruh badan nya terasa sangat lemas.


" Terima kasih air nya tuan" hanya itu yang keluar dari mulut nya.


" Ahhh jangan panggil saya tuan, panggil saja Parjo nak"


katanya sambil mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri kepada Dinda.


" Ahh iya iya maaf pak Parjo, nama saya Dinda" katanya membalas uluran tangan Pak Parjo.


" Kelihatannya kamu baru datang dari kampung, kamu kesini sama siapa nak?"


" Jadi kamu sendiri? Mari sini kuberitahu. Kamu nanti jangan jalan sendiri di jalan yang sepi. jangan mudah percaya sama orang, hidup di kota keras, tidak sama dengan hidup di kampung. Orang orang akan menggunakan segala macam cara untuk bertahan hidup. Jadi, jagalah barang barang mu sebaik mungkin dan ingat hindari jalanan sepi" pak Parjo memberi nasehat kepadanya.


Dinda menganggukkan kepala tanda mengerti.


" Terima kasih Pak"


Seperti nya bapak ini orang baik. Batinnya


" Ya sudah, saya mau pergi sekarang. saya harus bekerja" pak Parjo hampir lupa, bahwa ia harus pergi ke kantor Bos nya untuk menjemput sang Bos.


" Baik pak, sekali lagi terima kasih" Dinda berterima kasih.

__ADS_1


pak Parjo sudah berjalan ke mobil nya


" Ahhh iya saya hampir lupa, kamu tinggal dimana nanti malam?"


Pasti dia belum punya tempat tinggal. Pak Parjo


" Ehhh iya Pak, saya belum tau Pak dan saya bingung harus tinggal dimana" pikiran Dinda mulai tidak tenang lagi.


Nanti malam aku harus tinggal dimana.


" Ya sudah, ayo ikut saya" katanya kepada Dinda.


" Hah?" bukan nya bersyukur Dinda malah membuka mata nya lebar lebar.


Bukannya Bapak ini baru bilang" jangan mudah percaya sama orang baru" kenapa sekarang dia malah mengajakku pergi?. Batinnya


Dinda segera menepis pikirannya itu jauh jauh.


Kenapa harus ragu, bukannya Bapak ini terlihat baik?.


" Ehhh iya, maaf Pak. Ya sudah saya ikut Bapak saja" Akhirnya Dinda pun ikut.


pak Parjo membukakan pintu mobil buat Dinda wajah nya berseri seri dan senyuman nya tidak hilang sejak Dinda mengiyakan permintaan nya.


Mudah mudahan Bapak itu baik Dinda.

__ADS_1


__ADS_2