
Alifah menerima Amplop dari kepala sekolah, dengan hati-hati ia membukanya.
Hari ini adalah kelulusanya, sebelum membuka Amplop tersebut Alifah membaca Basmalah dan doa.
"Bismillahirrohmanirrohiim, semoga aku lulus ya Allah" bisik doanya lalu meniup Amplop tersebut dan membukanya pelan takut.
"Alhamdulillah" soraknya sambil memeluk erat surat kelulusanya.
Alifah berlari pulang dengan girang, ia sudah tak sabar ingin memberitahukan pada keluarganya tentang berita bahagia ini.
jarak sekolah ke rumahnya lumayan jauh -+ 2 km...
Alifah terus berlali, sehingga orang yang menyapanya pun tak dilihatnya hanya ucapan "aku lulus" yang keluar dari mulutnya sambil terus ia berlari.
"Assalamu'alaikum" Salam Alifah saat tiba dirumahnya.
"ibu mana, La "? tanya Alifah pada adiknya yang sedang meonton tv.
" di belakang, lagi ngasih ayam makan." jawab adiknya yang masih fokus kelayar tv, namun Alifah tak mendengarkan jawaban adiknya,ia terus berteriak memanggil ibunya.
" bu...ibu...Aku lulus bu." teriak Alifah sambil terus menengok kesetiap ruangan.
"La, ibu dimana sih?" tanya Alifah lagi, kesal.
__ADS_1
" Di belakang ka.! tuh, ibu! " lala menujuk pada ibunya yang baru masuk kedalam rumah.
"kakaak...kenapa sih,teriak-teriak? tuh kan Zaki jadi bangun."omel sang ibu, yang dengan gegas masuk kekamarnya tanpa mempedulikan Alifah.
" bu...Alifah lulus.!" Alifah mengikuti ibunya kekamar sambil terus menunjukan kertas kelulusanya.
"sssstt...jangan berisik!" ibunya memberi isyarat untuk Alifah agar tak membuka mulutnya, agat tidak mengganggu Zaki adik bungsunya yang sedang bobo siang.
Alifah cemberut, lalu ia keluar dari kamar ibunya dan merebahkan badannya di kursi ruang tv.
ia pejamkan matanya, "ahh, tak ada yang senang dengan kelulusanku." pikirnya. Alifah menarik nafas panjang lalu membuangnya lewat mulutnya.
"Astaghfirullah! kaka.....itu sepatu belum dilepas kenapa?" maki ibunya saat melihat sepatunya yang masih menempel dikakinya.
Alifah bangun dari kursinya "hehe" ia hanya tersenyum kecil, lalu membuka sepatu dan kaos kakinya.
Alifah mengangguk yakin.
diam. Alifah berharap ibunya memberinya selamat atas kelulusannya, namun dilihatnya sang ibu hanya menunduk diam.
hening sejenak,entah apa yang ada dipikiran ibunya, Alifah tak berani bertanya.
"Ayo...makan dulu ka! ibu udah masakin oseng kangkung kesukaanmu." tawar Bu masni, ibunya Alifah.lalu ia pergi lagi kebelakang.
__ADS_1
Alifah tak mengindahkan tawaran ibunya,kenapa ibunya tak memberinya selamat atas kelulusanya.
padahal saat ia lulus dari bangku sd, ibunya sangat senang dan memberinya selamat juga kado.
namun, tidak dengan kelulusanya sekarang. ibunya seperti acuh dan cuek.
Alifah menaruh sepatu usangnya yang sudah pada bolong dibagian tungkaknya.
selama masuk SMP,baru sekali ia dibelikan sepatu...
ia rebahkan tubuhnya dikasur yang sudah tak lagi empuk. ia memandang langit-langit kamarnya yang langsung menembus genteng-genteng tanpa ada internit ataupun Grc...
dilihatnya adiknya yang ketiga Hasna sedang tidur disampingnya.
Hasna masih berumur 3tahun, setiap malam atau siang Hasna tidur bersamanya.
sedang Lala masih ingin tidur bersama orang tuanya walaupun itu harus dilantai.
Amir adiknya yang pertama sudah duduk di bangku SMP kelas 7, ia biasa tidur diruang tv.
rumahnya hanya berukuran 6*7 hanya ada dua kamar, untuknya dan orang tuanya yang nempatin.
dapurnya ada diluar, itupun dilahan kosong milik tetangga.
__ADS_1
selama belum dibikin rumah, lahan itu boleh digunakan oleh keluarganya. Alifah bersyukur mempunyai tetangga yang baik hati.
Alifah memejamkan matanya, pikiranya kini telah dibawa oleh alam mimipi indahnya.