Persahabatan Yang Ternoda

Persahabatan Yang Ternoda
Bab 3


__ADS_3

Alifah mengangkat ranselnya yang penuh dengan baju-bajunya.


hari ini pak Burhan akan membawanya ke jakarta.


"saya titip Alifah pak.!" pinta Pak Hadi pafa Pak Burhan sambil mereka berpelukan.


"tenang saja pak, Alifah akan aku rawat seperti anakku sendiri." ucap Pak Burhan meyakinkan.


sedang Bu Masni istri pak Hadi tidak mau keluar kamar, ia masih menangis, tak kuat melihat kepergian putrinya.


"kamu sudah siap, Alifah?" tanya pak Burhan saat melihat Alifah sudah menggendong ranselnya.


Alifah mengangguk,matanya mencari sosok ibunya yang tak terlihat diluar mengiring kepergianya.


" ibu, dimana pak?" tanya Alifah.


lalu ia menyalami tangan bapaknya.


"ibu dikamer, temuilah dulu ibu, ka". pinta Pak Hadi pada putrinya.


Alifah mengangguk, lalu masuk kekamar ibunya.


Alifah mendapati ibunya,yang sedang menutupi mukanya dengan tangan yang tampak terlihat basah.


" bu..." panggil Alifah


" Alifah berangkat dulu ya, bu.!" Alifah mendekati ibunya.

__ADS_1


Bu Masni bangun terduduk, lalu memeluk putrinya disusul isakan tangis.


membuat Alifah juga tak tahan mengikuti tangisan ibunya.


"jaga dirimu baik-baik disana,ka.! jangan lupa sholat, ngaji, belajar, dan berdoa." Nasehat bu Masni sambil mengusap hidungnya dengan baju yang dipakainya.


Alifah hanya mengangguk, lalu dipeluknya lagi ibunya.


"Alifah, minta maaf ya, bu.! kalo Alifah banyak salah sama ibu, doain Alifah juga ya bu, agar Alifah jadi orang yang sukses." kini bedak tabur alifah jadi luntur oleh air matanya.


Bu Masni mengangguk, dan mengusap air mata dipipi Alifah dengan tanganya.


sakit, sakit sekali menghadapi kepergian putrinya.


"ka...." terdengar panggilan Pak Hadi dari luar menunggu Alifah yang terlalu lama dikamar bersana ibunya.


"ayo ka, Pak Burhan sudah lama menunggumu dimobilnya." perintah pak Hadi yang menghampiri istri dan putrinya.


"hati-hati ya, ka." dikecupnya kening Alifah. lalu bu Masni terduduk lemas kembali diatas ranjangnya.


"ibumu baik-baik saja." Pak Hadi meyakinkan Alifah yang hendak ikut duduk kembali bersama ibunya.


"Assalamu'alaikum..." Alifah melangkah keluar kamar ibunya.


"wa'alaikumussalam..." jawab sang ibu lirih.lalu kembali menutupi mukanya dengan kain gendongan putra kecilnya,Zaki.


Alifah mengusap wajahnya yang terasa basah dengan bajunya, membuat mukanya jadi berantakan tanpa ada sedikit make up diwajah polosnya.Alifah hanya memakai bedak tabur bayi milik Zaki.

__ADS_1


diluar pintu sudah berjejer ketiga adiknya, Amir Lala dan Hasna. sedang Zaki sedang tidur dikamar bersama ibunya.


Alifah menyalami satu persatu adiknya,Alifah berpesan pada Amir agar menjaga adik-adiknya.


dan Lala untuk siap membantu ibunya.


"kaka, nanti kalo pulang bawa es klim ice cream ." pinta Hasna merengek


Alifah hanya mengangguk setuju.


Assalamu'alaikum." salam Alifah lalu masuk kedalam mobil yang sedari tadi menunggunya.


terdengar derungan suara mesin mobil yang dinyalakan.


Alifah mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil dan melambaikan tanganya.


Bapak dan adik-adiknya menyambut lambaian tanganya.


buru-buru Bu Masni keluar rumah melihat kepergian Putri sulungnya.


"ya Allah....lindungilah putriku dimanapun ia berada." bisik doa Bu Masni.


setelah mobil Pak Burhan benar-benar tak terlihat keluarga pak Hadi masuk kedalam rumahnya kembali.


Dalam perjalanan banyak pertanyaan dari Pak Burhan untuk Alifah.


sekedar untuk menghidupkan suasana.

__ADS_1


terkadang Alifah tertawa dengan ucapan Pak Burhan yang membuatnya lucu.


tanpa terasa perjalanan Cirebon -Jakarta membuat Alifah mengantuk, dan tertidur lelap dalam mobil.


__ADS_2