
"Alifah....ayo bangun! udah sampe." Pak Burhan menggoyang-goyangkan badan Alifah yang sejak tadi nyampe belum terbangun juga.
sedang Bu ida istri Pak Burhan,mengeluarkan beberapa pesanan oleh-oleh khas kota Cirebon.
ada Terasi, Kerupuk melarat, kerupuk udang dan tape khas kuningan.
sebelum sampe rumah Pak Hadi, Pak Burhan membeli pesanan istrinya dahulu.
sebenarnya pak Burhan ingin membeli beberapa khas kuliner kota cirebon juga, seperti, tahu gejrot,empal gentong dan nasi jamblang. namun takut rasanya tak enak jika kelamaan dijalan,pikirnya.
"wah...pisang apa ini yah, ko warnanya merah gitu?" tanya keysa putri kecil pak burhan.umurnya sekitar 5 tahun.
diliatnya Alifah yang masih asyik tidur dalam mobil, membuatnya heran siapa gadis tersebut.
"ayaaaaaah....itu siapa? teriak keysa menunjuk seorang gadis yang sedang meluruskan kakinya di atas kursi mobil.
Alifah tersontak bangun mendengar teriakan keysa.
ia mengusap wajahnya dengan kedua tanganya.
lalu menatap sekeliling mobil yang sudah berhenti.
ia menengok kebelakang ada seorang gadis kecil yang sedang berdiri mematung menatapnya.
" apa kita udah sampe,pak? tanya Alifah saat mengetahui pak Burhan mengambil kunci mobilnya.
__ADS_1
pak burhan mengangguk tersenyum.
"keysa....sini nak! ini teman kamu yang baru, namanya kaka Alifah. ayuk salim!. pak Burhan memperkenalkan putri kecilnya. cantik, lucu gumam Alifah.
keysa menatap Alifah dari ujung kepala sampe kaki, membuat Alifah merasa sedang dicurigai.
Alifah tersenyum pada keysa sambil mengulurkan tanganya untuk berkenalan.
" Alifah,nama kamu siapa cantik?" Alifah memperkenalkan diri.
namun gadis kecil itu lari menghampiri seorang wanita cantik, yang tersenyum padanya.
"sudah kenyang tidurmu lif.?" tanya wanita cantik yang kini telah menggendong sikecil keysa.
Alifah sangat kenal dengan ibu Ida, karna dulu sebelum ia mempunyai keysa sering ikut ke kampung untuk menengok kebun jati miliknya.
namun , ibu ida menangkis tanganya.
"aduuuuh, Alifah itu pipimu ada ilernya iih jorok banget kamu.!" cibir bu ida.
"sana, cuci muka n tangan dulu, bila perlu mandi.!" perintah ibu ida.
Alifah gugup malu,ia malah mengelap bekas ilernya dengan telapak tangan, membuat ibu ida jijik pengen muntah.
"hueeeeek...."
__ADS_1
"ayo, masuk lif.! " ajak pak Burhan seraya merangkul istri atau anaknya.
Alifah menuruti ajakan pak Burhan,sedang ibu ida melirik kebelakang sambil menyunggingkan bibirnya tanda tak suka.
"bunda, udah siapin kamarnya buat Alifah belum?" tanya pak burhan pada istrinya.
" aduuh...bunda belum sempet ayah, ayahkan tau sendiri bunda repot banget.!" jawab ibu ida yang kini ia yang telah menggandeng suaminya.
"Alifah maaf ya, tadi tante ga sempet beresin kamarmu.! ucap pak Burhan meminta maaf.
Alifah mengangguk tanpa protes.
ia masuk kekamar yang ditunjukan pada ibu uda.
sedang pak Burhan entah pergi kemana Alifah tak mengetahuinya.
kamarnya cukup jauh dari ruang tamu, dan terletak antara kamar mandi dan dapur. kamar ukuran 2*3 itu terlihat begitu sempit, karna banyak sekali baju-baju berserakan disana.
dalam kamar tersebut juga tak ada jendela,begitu gelap dan engap.
terlihat ada sarang laba-laba disetiap sudut kamar.
terdapat kasur busa lantai uk 90*200 dan juga lemari pelastik uk setengah badanya.
juga ada meja yang diatasnya terdapat keranjang baju-baju yang tak beraturan dan sebuah setrika dipinggirnya.
__ADS_1
Alifah pikir ini gudang, namun saat liat penuh tumpukan baju dalam keranjang tersebut, ia menepis pikiranya salah.
" ahhh...entahlah... kamar apa ini, semoga aku betah." lagi-lagi ia baringkan tubuhnya diatas kasur lantai yang sudah mulai menipis.