
Alifah berdiri didepan gerbang matanya terus mencari seseorang yang berjanji akan mengajaknya ke mall.
sudah hampir 1 bulan Alifah berada dijakarta, ia tidak pernah keluar jalan-jalan, apalagi ke mall.
ia membayangkan banyak gedung-gedung yang berjulang tinggi dan mall-mall yang luas dan indah.
yang ia ketahui hanya rumah pak Burhan, tempat ia sekolah dan alf***** deket rumah pak Burhan.
jangankan untuk keluar jalan-jalan ke mall, sekedar keliling komplek perumahan pun belum pernah ia lakukan.
pekerjaan rumah yang ia lakukan membuatnya tak ada waktu untuk sekedar menghirup udara diluar.
ya... hanya tidur diwaktu malamlah pekerjaan yang selalu ditunggu Alifah. merebahkan tubuhnya diatas kasur merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, dan bermimpi indah.
"sudah lama lif?" Ari menghampiri Alifah yang melambaikan tangan ke arahnya.
Alifah menggeleng. "belum, sekitar 5 menit ka.!" ujarnya terasa gugup saat Ari menggandeng tangannya.
"yuk kita berangkat!" Ari menarik tangan Alifah dan menyuruhnya Naik motor dibelakangnya.
Alifah menuruti permintaan Ari, jantungnya sudah tidak karuan saat berada sedekat itu bersama pria idamannya.
selama perjalanan tak ada percakapan antara mereka.
Mata Alifah terus memutar kanan kiri, memandang gedung-gedung tinggi yang berada dikanan kiri jalan.
waktu pertama ia datang kejakarta, Alifah tertidur, sehingga ia tidak dapat menikmati pemandangan yang ditunggunya.
__ADS_1
ia terbangun setelah berada disebuah komplek, tepat didepan rumah pak Burhan.
"kita ke mall pondok indah ajah yuk,!" Ari membelokkan motornya menuju mall yang sudah dekat.
Alifah benar-benar kagum dengan bangunan mall yang membentang dikanan kiri jalan tersebut.
Ari memarkirkan motornya, sedang Alifah matanya terus berkeliling memandang seluruh bangunan tersebut.
ia berpikir tak ada mall sebesar dan seluas ini di kotanya.
Ari menarik tangan Alifah yang masih terkagum-kagum heran.
"kamu kaya aneh banget melihat ini semua? apa kamu baru pertama kali kemari?" Ari bertanya heran dengan tingkah Alifah yang sesekali menyebut keagungan tuhan saat melihat bangunan mall tersebut.
Alifah menjawabya dengan sebuah anganggukan.
"what?"ucap Ari kaget, bagaimana mungkin Alifah baru pertama kemari padahal mall ini masih terletak di jakarta selatan yang tak jauh dari sekolahnya.
Alifah pun menceritakan asal usulnya dan kenapa ia bisa sekolah dijakarta. Alifah juga bercerita kalau ia terlalu banyak kerjaan rumah membuat ia tidak pernah tahu tempat-tempat atau suasana diluar rumah selain sekolah.
"wah, istri pak Burhan jahat banget menjadikanmu sebagai babu.!" ujar Ari saat mendengar kalo semua pekerjaan rumah Alifah yang kerjakan.
"hanya itu yang bisa aku perbuat untuk kebaikan pak Burhan yang udah menyekolahkanku." ujar Alifah sambil memandang langit-langit didalam gedung mall.
Ari hanya diam tak berkomentar saat mendengar jawaban tulus dari wanita disampingnya.
Ari mengajak Alifah menonton film bioskop, Awalnya Alifah menolak karna takut terlalu lama untuk pulang, namun saat mengetahui bahwa Ari sengaja mengajaknya menonton karna ia sudah memesan tiket itu dari kemaren.
__ADS_1
"sayang kalo dibuang.! " rengek Ari memelas.
flash back
mendengar wanita yang ia cintai akan datang, Ari sangat bergembira.sang kekasih meminta ari untuk bertemu di sebuah mall untuk menonton bareng.
dengan senang hati Ari yang akan memesan tiketnya.
namun sayang setelah tiket telah dipesan, kekasihnya mengabari tidak dapat bertemu hari ini, karna ada keperluan mendadak.
merasa sayang untuk dibuang dan hangus sia-sia, Ari mengajak Alifah si murid baru yang polos dan terlihat kampungan untuk menemaninya menonton.
Ari memilih Alifah temanya menonton karna ia pikir Alifah tidak seperti gadis yang lain yang akan memintanya ini itu saat memasuki mall.
namun saat mendengar Alifah bercerita siapa diri Alifah sebenarnya membuat Ari mengasihani Alifah, dan ia ingin membantu dan melindungi gadis kampung tersebut.
flash back of.
ini pertama kalinya Alifah memasuki sebuah tempat yang terlihat redup. banyak kursi berjejer didalamnya yang menghadap sebuah Layar yang cukup lebar.
Ari mendapat kursi no 31 & 32, setelah mendapatkan kursinya Ari menarik tangan Alifah dan menyuruhnya duduk dikursi yang ditunjuk Ari.
sekitar 3 menit semua orang menunggu film diputar sementara mata Alifah masih berkeliling memandang gedung yang ia tempati.
lalu tiba-tiba. klik.....
Aaaauuu...Alifah berteriak ketakutan saat ruangan tiba-tiba gelap,tangannya memeluk kencang tubuh Ari.
__ADS_1
sontak membuat Ari bingung dan malu.tak lama layar film dinyalakan semua orang menatap kearahnya.
Alifah yang merasa jadi tontonan langsung melepaskan pelukanya ditubuh ari....