
Satu minggu sudah Alifah tinggal bersama keluarga pak Burhan, walaw ia merasa tidak betah namun demi keinginanya melanjutkan sekolah, ia tetap sabar dan teguh.
Bu ida menganggapnya seperti pembantu, semua pekerjaan rumah Alifah yang pegang. mulai dari, cuci baju, cuci piring,menyapu, mengepel, menyetrika dan memasak semua harus dikerjakan Alifah dengan maksimal dan rapih.
jika ada kesalahan sedikit tak segan bu ida memarahinya.
berbeda dengan sikap Pak Burhan yang sangat baik padanya. membuat ia selalu berpikir ulang untuk menyerah.
Hari yang ditunggu-tunggu itu pun datang, hari dimana Alifah akan mengenakan baju abu-abu yang diimpikanya.
sebelum subuh Alifah sudah bangun, dengan cepat ia mengumpulkan baju kotor milik keluarga pak Burhan lalu ia merendamnya, sambil menunggu rendaman ia membereskan setiap ruangan didalam rumah itu lalu menyapu dan mengepelnya.
Alifah mengambil beras lalu mencucinya dan dimasukanya beras tadi kedalam megic com.
Alifah lanjut mencuci pakaian menggunakan tanganya,walaw ada mesin cuci namun, ibu ida tak membolehkanya mencuci di mesin cuci...irit listrik katanya uang listriknya dibagi untuk bayaran spp Alifah. padahal baru hari ini Alifah masuk sekolah.
Alifah tak ambil pusing, ia menuruti setiap perintah ibu ida.
selesai mencuci dan menjemur Alifah memasak untuk sarapan keluarga pak Burhan...ia begitu semangat mengerjakan tugasnya hari ini. kadang keluar beberapa lagu ceria dari mulutnya.
"nanananana...." ia terus menyanyi sambil memasak. tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikanya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
" pagi-pagi udah nyanyi, berisik!" ibu ida merebut secangkir teh yang ada ditangan Alifah untuk Pak Burhan.
lalu ia membawa pergi teh tersebut kedalam kamarnya.
Alifah sedikit sedih saat ibu ida menggentaknya tadi, namun tiba-tiba ia tersenyum penuh semangat dan kembali memasak.
saat memasak sudah selesai, segera ia menghidangkanya dimeja makan dengan hati-hati dan rapi.
Alifah tersenyum puas, ia menatap jarum jam yang berada didapur menunjukan pukul 06;15. ia segera mengambil handuk dan pergi kekamar mandi.
selesai mandi diambilnya seragam Abu-abu yang telah ia setrika sangat rapi. lalu ia mengenakanya dengan sangat hati-hati karna takut lusuh lagi.
setelah selesei ia berdandan, Alifah mengambil tas lalu digenndongnya.
"Alifah...sini.....apa ini celana
saya ko bisa jadi kotor ginih.!" ibu ida melempar celananya kearah Alifah dengan kasar.
alifah memeriksa kotoran yang ditunjukan ibu ida.
"ini gak bisa ilang bu." alifah menjelaskan.
__ADS_1
"karna ini terkena oli, jadi susah ilangnya bu." jelas alifah lagi.
"pokoknya saya gak mau tau, kamu cuci yang bersih sekarang juga.! karna itu celana mau aku pake buat ntar sore." perintah bu ida keras kepala.
"tapi bu....." Alifah ingin membela diri karna kalo sampe ia mencuci ulang celana bu ida bisa-bisa ia terlambat dihari pertama ia masuk sekolah. namun apapun kehendak ibu ida, Alifah tidak boleh menolaknya.
ia berfikir bagaimana cara menghilangkan oli di celana ibu ida tersebut.
Alifah berusaha keras menghilangkan bekas oli dicelana ibu ida, namun nihil bekas oli tersebut tak mau pergi.
Pak Burhan yang melihatnya sudah rapih, namun malah masih nyuci menegurnya.
"jam berapa sekolahmu masuk?" tanya pak burhan matanya masih fokus liat jarum jam didinding.
"jam setengah 7." jawab Alifah.
"pagi sekali.?" tanya pak burhan lagi.
"iya pak, soalnya masa orentasi." jawab Alifah yang masih mengucek celana ibu ida.
"ya udah sana berangkat, ituu udah terlambat.!" perintah pak Burhan sambil menunjuk jarum jam di dinding.
__ADS_1
tanpa jawab A, I ,U Alifah langsung berdiri dan hendak pamit untuk berangkat sekolah.