
Sudah 3 hari Alifah tidak masuk sekolah, tifus Alifah kambuh.
Alifah sangat merindukan sekolah terutama bertemu Ari.
"ah! kenapa rindu ini begitu menyiksaku" batinnya.
bayangan Ari selalu muncul dimimpinya, walaw badannya belum stabil kadang-kadang ia tersenyum sendiri mengingat sikap konyolnya ketika bersama Ari.
Alifah seorang murid yang selalu berprestasi dirinya terlihat sangat bodoh jika dihadapan pria pujaannya.
Setelah nonton bareng, Ari belum pernah melihat Alifah lagi.
saat bertanya keteman sekelas Alifah, tak ada satupun yang mengetahui keadaannya.
terlebih tak ada surat izin dan pemberitahuan apapun dari Alifah.
"ah,bodohnya aku lupa meminta no ponselnya waktu itu." grutu Ari memaki dirinya.
jangankan nomer telephon alamat rumah yang ia tinggali sekarang pun ia tak tahu.
Alifah hanya bercerita dia asli kota Cirebon dan sekarang tinggal bersama Pak Burhan.
Ari ingin cerita banyak sama Alifah,dirinya merasa nyaman ketika bersama Alifah.
Alifah sosok gadis lugu dan polos, dia tidak seperti kebanyakan para gadis yang lain, setiap jalan meminta dibeliin ini dan itu.
Bukan Ari tak mau mengeluarkan duit, hanya saja ia benci terhadap cewek matre.
Ari terlahir dari keluarga seorang pengusaha sukses.
wajahnya yang tampan membuat para gadis ingin memilikinya.
namun sayang Ari sudah memiliki pilihan hatinya.
"kamu masih marah beb?" tanya sesorang dari smartphone Ardi.
__ADS_1
Ari diam tak menjawab, tentu ia sangat marah karna kekasihnya tidak menepati janjinya.
"aku kan udah kasih alasan beb, saudaraku sakit, jadi kita tidak bisa bertemu." sambungnya lagi yang terus memelas agar kekasih hatinya tak marah lagi.
untuk yang kesekian kali Ari kecewa dengan sikap Afni kekasihnya. yang selalu ingkar janji.
"beb's...!" panggilnya lagi.
merasa tak ada jawaban Afni memutus telephonnya.
Ari membanting smartphone miliknya kesofa.
"inikah balasan rindumu untukku,Afni!aku sudah bosan kau campakan, aku sudah bosan kau ingkari. namun kenapa cuma kamu gadis yang aku cintai? tuhaaaan.....aku lelah...aku cape...." batin Ardi, lalu ia menyalakan music rok dengan volume tinggi.
keesokan harinya Alifah masuk sekolah, tubuhnya masih lemas, namun ia tak memedulikan kondisinya.
ia begitu bersemangat untuk segera bertemu pria pujaannya.
begitu bel istirahat berbunyi.
matanya memutar mencari disetiap bangku yang berjejer memutari meja.
hanya ada beberapa orang saja yang berada didalam perpustakaan.
"mungkin ia belum kemari." pikirnya sambil duduk membungkukkan punggungnya dimeja.
"lif.!" panggil seseorang membangunkan lamunan Alifah.
"ka Ari..!" sontak Alifah kaget seraya membalikkan badannya menatap heran petugas perpustakaan yang sudah berdiri disampingnya.
"maaf pak! saya kira ka Ari." Alifah menunduk malu.
pak imam penjaga perpustakaan tersenyum melihat gadis dihadapanya yang terlihat sedang dilanda galau.
"sudah bel masuk, neng!" ucap Pak imam tersenyum memberi tahu Alifah yang sejak bel berbunyi Alifah masih menundukan kepalanya dimeja.
__ADS_1
"apa?! sudah bel?" kaget Alifah ia bangun dan menabrak kursi didepanya.
"auuu..." Alifah mengadu kesakitan.
"hati-hati neng! jangan Ari mulu yang dibayangin.!" pak imam terkekeh melihat tingkah muridnya.
Alifah merasa sangat malu dengan sikapnya, kenapa ia bisa tertidur di ruang perpustakaan, terlebih ia menyangka pak imam adalah Ari.
"ah bodoh...bodoh....!" maki Alifah pada dirinya sendiri.
Alifah sedikit mempercepat langkahnya menuju kelas.
semua pintu kelas sudah tertutup pertanda sudah ada seorang guru yang sudah mengajar dikelasnya.
Alifah teringat hari ini adalah jadwal pelajaran ekonomi.
ia membayangkan Bu susi guru ekonomi, yang terkenal sadis. a
kan sangat marah besar atas keterlambatannya.
tiba-tiba Alifah membalikkan badannya, ia pergi ketoilet dan mengunci dirinya didalam.
entah apa yang dilakukannya didalam.
lumayan lama Alifah didalam toilet sampai terdengar suara adzan berkumandang Alifah baru keluar dari dalam toilet
pikir Alifah itu tandanya istirahat kedua telah kembali.
para siswa-siswi berhamburan keluar kelas
ada yang langsung kemushola sekolah, ada yang asyik ngobrol ada juga yang malah pergi kekantin sekolah.
Alifah membuka pintu toilet matanya berputar menatap kanan kiri yang sudah terlihat ramai.
Alifah melangkahkan kakinya ke mushola, kini ia terlarut dalam menghadap tuhannya.
__ADS_1