Persahabatan Yang Ternoda

Persahabatan Yang Ternoda
Bab 8


__ADS_3

pkl 17;30 WIB


"darimana saja kamu?" tanya bu ida tidak suka saat melihat Alifah yang baru pulang dari sekolah.


"Abis main bu.!" jawab Alifah ketakutan.


"Bagus yah! sudah berani kelayaban!" sentak bu ida matanya melotot marah.


"kamu tau? ayahmu menitipkanmu kesini bukan untuk main.! kalo sampe nanti terjadi apa-apa sama kamu gimana,hah?! kamilah yang disalahkan." ibu ida terus mengomeli Alifah atas keterlambatanya pulang.


"gara-gara kamu main, lihat tuh jemuran basah lagi karna kehujanan, Nasi Abis membuat kami memesan makanan diluar dan menghabiskan duit. semua gara-gara kamu.!" sentak bu ida, kini tangannya tak segan telah menjewer telinga Alifah dengan sangat keras, membuat Alifah meringis kesakitan.


"kalo besok-besok kamu main lagi, dengan terpaksa kamu dilarang sekolah." ancam bu ida kesal.


Alifah hanya menunduk diam, ia tak berani menjawab apalagi berontak atas sikap ibu ida yang semena-mena menghukumnya.


"hari ini tak ada makanan untukmu,! itu hukuman akibat kamu melanggar peraturan dirumah ini.! bentak bu ida...ia masuk kekamarnya dengan membanting pintu cukup keras, membuat Alifah kaget dan takut.


Pak Burhan belum pulang, ia masih dikantor.


seandainya ada pak Burhan tentu ibu ida tidak akan menjewernya....


" ibu.....aku kangen.!" Alifah menangisi nasibnya, yang membayangkan akan indah saat ia dijakarta dan bersekolah namun,itu hanya sebuah impianya.


Alifah tertidur setelah lama ia menangisi nasibnya dan merindukan keluarganya.


ingin ia sampaikan pada ibunya tentang keadaanya. namun ia tidak mau membuat ibunya sedih memikirkannya.


pkl 04;30

__ADS_1


Alifah terbangun saat mendengar seruan adzan berkumandang


badanya sangat berat untuk di bangunkan ia berusaha bangun namun seisi ruangan kamar seperti berkeliling memutari dirinya.


Alifah tak kuasa bangun ia rebahkan lagi tubuhnya dikasur.


pkl 06;00


byurr....


"oh...gini toh kelakuan asli kamu,sering klayaban, dan males.!" ibu ida mengguyur tubuh Alifah yang sedang meringkik, membuat Alifah bangun dan kedinginan.


"cepetan, bangun!" bentak ibu ida lagi.


"sudah numpang, males-malesan,doyan klayaban lagi.!" caci ibu ida dipagi hari.


merasa tubuhnya basah diguyur Air Alifah bergegas kekamar mandi mengganti seprei dan bajunya.


" cuihhhh..." hina ibu ida meludah sembarang tempat.


sementara Alifah dikamar mandi mual muntah -muntah.


"hueeek..."


"hueeeeek."


"hueeeek."


mendengar Alifah muntah-muntah ia langsung menggedor pintu kamar mandi.

__ADS_1


Alifah membukanya ia tersenyum mengira ibu ida merasa kasihan padanya.


"sudah berapa kali kamu melakukanya?" hardik ibu ida membuat Alifah melongo apa arti pertanyaanya.


"melakukan apa bu?" Alifah balik tanya tidak mengerti.


" halah! jangan sok be**, lu.!"


"siapa saja yang melakukanya?"


ibu ida terus menanyakan pertanyaan yang Alifah tak faham maksudnya.


"melakukan apa bu? Alifah gak ngerti.!" Alifah menjawab dengan ketakutan.


tubuhnya terasa lemas, matanya sudah mulai kabur dan...


"eeeeeeh.... jangan pura-pura kamu!" ibu ida mendorong tubuh Alifah yang akan jatuh dihadapanya.


buuk...!!!!!


suara tubuh Alifah terjatuh dilantai kamar mandi.


"ayaaaaaaaah.!" tetiak bu ida saat mengetahui kalo Alifah pingsan.


Pak burhan mendekati panggilan istrinya, ia kaget dan bingung saat melihat Alifah tergeletak didalam kamar mandi.


"Alifah kenapa,bu?"


Apa yang ibu lakukan padanya membuat ia bisa seperti ini?" pak burhan curiga kalo istrinya penyebab Alifah pingssn.

__ADS_1


"apaan sih yah, curiga mulu.!" sungut ibu ida kesal


Pak burhan menggotong tubuh kecil Alifah, yang terlihat semakin kurus semenjak tinggal dirumah yang seperti neraka itu.


__ADS_2