Persahabatan Yang Ternoda

Persahabatan Yang Ternoda
Bab 6


__ADS_3

Alifah berlari terburu-buru menuju gedung sekolahnya, ia langsung hafal jalan yang pernah ditunjukanya pada pak Burhan saat ia mendaftarkan diri disekolahnya.


jarak antara rumah pak Burhan dan sekolahnya tidak terlalu jauh sekitar 500 m, membuat Alifah cukup berjalan kaki untuk sampe ke tempat sekolahnya.


"auuuu...." teriak seorang wanita yang Alifah tabrak karna terburu-buru untuk ikut masuk kedalam barisan ratusan siswa-siswi baru di sekolahnya.


"ma..maaf!" Alifah meminta maaf pada wanita yang sama-sama memakai baju putih abu-abu seperti dirinya. ia sangat takut dan gugup.


sang wanita bangun dari tanah lalu membersihkan tangan dan roknya yang kotor karna terjatuh, ia menatap tajam marah pada Alifah.


"apa kamu tidak punya mata,hah?" bentak wanita dihadapanya.


"maaf! aku tak sengaja.!" ulangnya lagi meminta maaf, dengan entengnya wanita tersebut mendorong tubuh Alifah hingga terjatuh.


"itu balasan permintaan maafmu!" sungut wanita dihadapanya, ia tersenyum puas telah membalas kelakuan Alifah yang tak sengaja menubruknya hingga jatuh.


"Aniiis....apa-apaan kau ini!" sentak seorang pria yang melihat sikap wanita didepanya yang terlihat arogan.


"ayo bangun! kamu tak apa-apa,kan?" tanya sang pria mengulurkan tanganya untuk membantu Alifah bangun dari tanah, Alifah hanya menggeleng dan menyambut uluran tangan sang pria.


"apaan sih ri..." Anis memisahkan tangan Ari dari genggaman Alifah, ia tidak suka jika Ari menolong Alifah.


Ari menangkis tangan Anis yang menarik tanganya.

__ADS_1


Anis kesal lalu pergi sambil menatap tajam ke arah Alifah.


"Ari..." ari mengulurkan tanganya memperkenalkan diri.


"Alifah." sambutnya tersenyum. Ari menyuruh Alifah untuk cepat masuk kedalam barisan yang terkumpul siswa-siswi baru.


Ternyata Ari adalah salah satu anggota osis yang akan membina siswa-siswi baru disekolah Alifah.


Ari terlihat tampak bijaksana dan sopan, saat ia memberi pengarahan pada murid baru dengan gamblang.


masa orientasi di SMA Budi Arti ini tidak seperti masa orientasi waktu Alifah hendak masuk SMP yang memakai penampilan aneh dan melakukan hal-hal konyol selama seminggu.


Namun disini selama masa orientasi murid baru hanya diberi arahan dan tata tertib peraturan disekolah.


Saat itulah perkenalanya dengan Ari sahabat barunya dimulai.


maka saat pemilihan osis baru banyak yang menginginkanya menjadi ketua osis.


Wajahnya lumayan tampan, postur tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, kulitnya putih terlihat lesung dipipi kirinya saat ia tersenyum manis membuat para gadis terpesona dan kagum.


"Lif...!" Ari mengagetkan Alifah yang sedari tadi mengagumi ketampananya.


"hhh...ya." Alifah tampak gugup yang diketahui sedang memandang Ari dengan kagum.

__ADS_1


"mikirin apa, sih?" ternyata Ari tak sadar kalo Alifah sedari tadi memikirkanya.


"eng..enggak." alifah mengambil buku didepanya, ia pura-pura membacanya dengan menunjukan kata demi kata yang tertulis dibuku yang ia baca.


setiap bel istirahat Alifah selalu pergi keperpustakaan, karna disana ia selalu mendapati Ari yang tak pernah bosan untuk membaca.


" pulang sekolah, kamu ada waktu gak? tanya Ari sambil bisik-bisik takut obrolanya terdengar berisik mengganggu teman yang lain.


"apa?" Alifah balik bertanya dengan suara keras, membuat orang sekitar menatap kearahnya.


"hussss! jangan kenceng-kenceng! " Ari memberi isyarat menutup mulut Alifah menggunakan telunjuk jarinya.


Alifah merasakan kelembutan jari ari, membuat jantungnya dag did dug tidak karuan, buru-buru Ari melepas jarinya dari bibir Alifah, Alifah tampak sangat malu sesaat ia menikmati sentuhan jari Ari kebibirnya.


"ada waktu gak?" ulang Ari bertanya. Alifah tampak bingung, ia berpikir ada apa ari menayakan hal itu? sedang ia berfikir, tak ada waktu senggang sepulang ia sekolah, karna ia harus membantu pekerjaan rumah milik pak Burhan yang ia tempati.


"hey....!" Ari mengagetkan Alifah yang malah melamun atas pertanyaan sepelenya.


"a...ada." Alifah menjawab ragu, padahal ia tau pasti kegiatanya sepulang sekolah.


"aku main kerumahmu, ya?" pinta Ari yang membuat Alifah jadi bingung, karna ia belum pernah menceritakan bersama siapa ia tinggal.


"hmmm.. jangan dirumah ya.!" Alifah balik meminta. ia takut ibu ida marah padanya jika sampai ia membawa seorang lelaki kerumahnya.

__ADS_1


"ya udah, kalo gitu sepulang sekolah, kita ke mall ajah yuk!" ajak Ari yang dijawab anggukan oleh Alifah tanda setuju.


bel tanda istirahat berbunyi, memisahkan keduanya untuk kembali belajar dikelasnya masing-masing.


__ADS_2