Pertemuan Yang Berakhir Perpisahan

Pertemuan Yang Berakhir Perpisahan
Apakah Kamu Yakin


__ADS_3

"what 3 tahun berpacaran?"kata ibu terkejut


"iya"kata Clara


"yaampun yah anakmu"kata ibu


"yaudah lah Bu orang Ara juga udah besar kok kita sebagai orang tua hanya memberi tahu yang terbaik buat kamu"kata ayah


"siap yah Ara sama peon juga gak akan macam-macam dan ga mungkin juga Ara mengorbankan karir Ara untuk menjadi dokter"kata Clara meyakin kan ayah dan ibunya


"terus itu yang urus keperluannya siapa?"kata ibu


"yang urus nanti aku sama Leon Bu"kata Clara


"terus kami ngapain kak"kata Kirana yang keluar dari dalam kamarnya


"kalian hanya perlu menyiapkan diri saja"kata Clara

__ADS_1


"udah itu doang kak?"kata Kirana


"iya dek"kata Clara


"lah ana kira tuh bakal ribet kalo kakak nikah ternyata malah kek hari hari biasa aja"kata Kirana


"gak nanti kalo kalian capek nanti"kata Clara


"yaudah kakak ke kamar dulu ya Bu yah"kata Clara meminta izin


"siap calon pengantin"kata Kirana


"andai semua tau keadaan ku sebenarnya apakah kalian semua akan terima?"kata Clara sambil menitikkan air matanya dan mengunci pintu kamar nya


"sudah lama ku pendam rasa sakit ini akhirnya terbongkar setelah parah"kata Clara sembari memeluk boneka pink berukuran sedang


"aku hanya ingin membantu kalian dan bukan merepotkan kalian"kata Clara menitikkan air dari matanya

__ADS_1


"aku tak dianggap sebagai anak kandung ibu aku juga biasa saja di depan mereka"kata Clara yang mulai deras air mata nya seakan seperti hujan badai


"aku gak papa kok tapi aku kenapa kenapa ayah ibu"kata Clara masih menitikkan air mata


"apa emang ini jalan yang harus ku tempuh apa ini semua ujian yang harus kulewati?"kata Clara


"anak pertama perempuan yang dulu nya menjadi kesayangan tetapi sekarang rasanya menjadi pembantu rumahan"kata Clara yang mulai sesenggukan


"anak yang tak bisa mata pelajaran apapun akan dibandingkan dengan adiknya yang pintar"kata Clara mengusap ingus nya yang menetes


"sakit hati ku ini melibihi sakit yang ku terima ini apa kalian tak tau itu?"kata Clara


"katanya ayah dan ibu akan mengetahui semua yang dirasakan oleh anak nya tapi ini apa yah?"kata Clara yang mulai membekap mulutnya dengan boneka yang ia peluk


"okay Ara sadar kok Ara banyak kekurangan dibandingkan kelebihan malah sepertinya Ara gak punya kelebihan kan di mata ibu?"kata Clara


"Ara pingin seperti teman teman Ara yang selalu menjadi putri kesayangan di rumah orang tuanya Bu"kata Clara

__ADS_1


"apa Ara sudah tidak dianggap anak lagi dengan ibu makannya ibu sampai segininya?"kata Clara


"setiap malam aku insecure berperang dengan diri sendiri menyakiti tangan ku sudah cuman sebelah kanan karna aku takut kalau yang kiri pasti akan ketahuan dengan Leon hanya eon yang peduli hanya Leon"kata Clara yang semakin membekap mulutnya lebih keras


__ADS_2