Pertemuan Yang Berakhir Perpisahan

Pertemuan Yang Berakhir Perpisahan
Bingung


__ADS_3

"gak tau yah tapi ibu biasa aja kok"kata ibu


"Bu kalau ada apa apa sama anak anak kita ibu bilang ya jangan diam"kata ayah


"iya sayang ibu akan selalu beri tahu apa yang terjadi kok"kata ibu


"ana Ara cepat ayah hitung mundur kalau ada yang belum sampai ayah hukum"kata ayah


"iya yah sebentar ana kesitu"kata Kirana


"iya yah bentar dikit lagi Ara kesitu kok"kata Clara panik karena dia belum menemukan persembunyian untuk obat obatan itu


"5"kata ayah mulai menghitung


"duhhh ayah sudah mulai menghitung kotak ku kemaren aku taruh mana sih"gumam Clara sebal


Sedangkan Kirana sudah berjalan ke arah ibu dan ayah


"4"kata ayah melanjutkan perhitungan nya

__ADS_1


"udah ku taruh laci sini aja dulu deh"kata Clara memperbaiki emosi nya dan membuka laci yang ada di bawah lemari.Tak butuh waktu lama Clara pun telah menaruh obat nya di laci yang tadi iya buka


"I coming yahh"kata Clara senang sembari membuka pintu kamarnya tak lupa ia menutupkan pintu utama rumahnya setelah itu ia datang ke meja makan yang disana ada keberadaan seluruh anggota keluarganya


"kak kok lama banget keluar dari kamar nya kenapa?"tanya ibu serius dan sedikit khawatir karena perkataan ayah yang tadi


"ishh biasa Bu Ara tadi lagi cari baju yang cocok hehe"kata Clara mencari alasan


"beneran?"kata ayah menatap lekat mata Clara


"iya yah Ayuk makan laper nih yah"kata Clara mengalihkan pembicaraan


"ohh itu temen yah yang udah kek kakak bagi Clara"kata Clara


"kok bisa kaya kakak?"tanya ibu


"yaa bisa Karen umur dia lebih tua dari pada Ara"kata Clara


"beneran teman atau pacar tuh kak"kata Kirana menyela

__ADS_1


"teman dek"kata Clara


"udah udah ntar makanannya keburu dingin kan gak enak"kata ibu


"iya bu.."kata Kirana


Mereka pun mengambil yang sudah disiapkan oleh ibu Kirana mengambil dengan memenuhi piring nya ayah dan ibu pun begitu.Tetapi,berbeda dengan Clara yang mengambil lauk nasi nya sedikit menggunakan piring kecil dia isi hanya setengah nya.mungkin gak setengah nya seperempat nya lebih tepat


"loh kenapa kok mbil nya dikit?"kata ayah mendahului ibu


"hehe tadi udah makan waktu di rumah temen sekarang masih kenyang jadi Ara ambil dikit doang"kata Clara menjelaskan agar tak ada kesalah fahaman


"okey"kata ibu yang mendahului ayah


Keluarga


Mereka pun melanjutkan makan dengan lahap walau pun di lidah Clara semua makanan menjadi pahit dan tidak ada rasa nya Clara tetap akan berpura pura baik baik saja.Clara tak ingin dengan keadaan yang cuman begitu dan sakit yang tak seberapa malah menjadi kericuhan di rumah nya sendiri.Walaupun sakit nya sudah tak bisa ditahan,pusing nya sudah tak karu karuan tapi dia tetap semangat jatuh dan bangun sendiri.dibalik dia yang sendiri ada seseorang yang akan selalu menjadi penyemangat nya bisa dibilang itu kekuatan dan nyawa nya.Di episode berikutnya kalian pasti akan tahu yang menjadi penyemangat dan kekuatannya itu siapa.


5 menit kemudian

__ADS_1


Selesai sudah


__ADS_2