
Penerus Sang Legenda
Di dalam gua, setelah tiga hari tak sadarkan diri akhirnya Lou Yan pun sadar. Ketika bangun dia terlihat bingung, bocah itu berfikir bahwa dia tewas karena di serang oleh monster spirit.
"Di mana aku? apakah aku sudah tewas karena di serang monster spirit cheetah bertanduk satu? dan apakah ini alam sesudah kematian?" gumam Lou Yan sambil memasang muka kebingungan.
Saat dia mencoba bangun dan melihat kondisi sekitar, saat tubuhnya di gerakkan tiba-tiba dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dan setelah dia lihat ternyata tubuhnya sudah di obati dan di balut dengan perban.
"Ugh...... kenapa badanku sakit sekali? kalau aku sudah mati kenapa aku masih merasakan sakit? dan lukaku juga sudah di obati" Ucap Lou Yan sambil kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang.
Tiba-tiba muncul sebuah cahaya putih dan beraura dingin seperti salju mengelilingi tubuh Lou Yan, cahaya putih tersebut kemudian bertransformasi menjadi seorang lelaki berjubah putih dan di kelilingi oleh hawa dingin dan kilatan petir.
__ADS_1
"Tenang lah anak muda, kau belum mati. sekarang kau sedang berada di gua penyucian, tempat tinggal ku selama ribuan tahun terahkir"Ucap Luo Shi dengan suara lembut.
"Maaf, senior siapa? berarti senior yang menyelamatkanku dari serangan monster spirit cheetah bertanduk satu itu? kenapa senior menyelamatkan aku?"Tanya Lou Yan yang belum memahami situasi saat ini.
"Perkenalkan, aku Luo Shi, orang-orang dulunya sering memanggilku dengan sebutan dewa peracik obat. Ya benar, bisa di bilang yang menyelamatkanku nyawamu adalah aku, saat aku melihat kau bertarung dengan monster itu, aku bisa melihat kegigihan dan kebutuhan hatimu" Luo Shi memperkenalkan dirinya dan menjelaskan maksudnya.
"Dewa obat? keteguhan hati? maaf, tapi aku belum bisa memahami apa yang di maksudkan oleh senior, karena aku hidup sendiri di pinggiran kota jadi tidak banyak yang saya tahu" Jawab Lou Yan sambil menjelaskan siapa dirinya.
Setelah mendengar penjelasan Luo Shi, Lou Yan langsung teringat akan legenda petarung yang telah menyelamatkan kerajaan angin salju. Maka seketika itu Lou Yan yang sudah mengetahui identitas Luo Shi langsung bergidik ketakutan dan langsung memberi hormat.
"Mohon ampun senior, maafkan atas ketidak simpanan saya yang tidak mengetahui anda adalah seorang pahlawan besar yang telah menyelamatkan kerajaan angin salju" sembari memohon ampun Lou Yan hendak bersujud, namun master Luo Shi langsung menahannya "Tidak usah seperti itu anak muda".
__ADS_1
"Siapa namamu? apakah kamu masih memiliki orang tua ataupun saudara?" Tanya master Luo Shi.
"Perkenalkan nama saya Lou Yan, ibu saya meninggalkan saat saya masih kecil, dan ayah saya tewas di serang Monster spirit saat sedang berburu, dan keluarga saya membuang saya" Lou Yan menjelaskan kepada master Luo Shi dengan wajah sedih dan di selimuti dendam.
"Hmmm, nama yang bagus. Maaf telah membuat kamu mengingat ingatan yang menyakitkan tersebut. Apakah kamu mau menjadi murid ku? Membasmi kejahatan dan membela yang benar" master Luo Shi bertanya dengan nada serius.
"Demi menjadi lebih kuat dan membuktikan diri saya bukan seorang sampah tak berguna, saya Lou Yan akan menjadi murid master Luo Shi, murid Lou Yan memberi hormat kepada guru" Lou Yan bersujud tiga kali dan membuatkan teh untuk master Lou Yan sebagai tanda dia telah menganggap master Luo Shi sebagai gurunya.
"Bagus, mulai sekarang ingatlah bahwa kau sekarang adalah murid ku, dan kau akan membela yang benar dan memerangi kejahatan"
"Kau pulanglah dulu dan rawatlah lukamu, setelah dua hari datang dan temui aku di sini untuk melakukan pelatihan fisika" kata master Luo Shi sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Baik guru, murid akan mematuhi perintah guru" jawab Lou Yan dengan penuh keyakinan.