
Memulai Latihan Kultivasi
Setelah masuk ke dalam mulut monster tersebut tiba-tiba mereka seperti berada di dalam gua, mereka pun berjalan lurus ke dalam gua yang gelap dan sunyi itu, setelah beberapa saat berjalan mereka melihat sebuah cahaya dari ujung gua dan Lou Yan pun bergegas lari ke arahnya.
"Lihat guru ada cahaya! ayo kita pergi ke sana." ucap Lou Yan sambil berlari ke arah cahaya.
namun alangkah terkejutnya Lou Yan dengan apa yang di lihatnya, dia melihat sebuah dunia yang sangat besar, padahal dia mengira dia ada di dalam perut monster tersebut.
"Guru apakah ini dunia di dalam perut monster tadi?" tanya Lou Yan dengan perasaan bingung.
"Secara harfiah kita memang berada dalam perut monster tadi, namun sebenarnya ini adalah sebuah dunia lain, bisa di bilang dunia pararel yang di buat oleh temanku dulu"
"Dunia ini terhubung melalui susunan ruang dimensi yang berada dalam perut monster tadi, dunia ini bukan dunia yang kau tinggali. Di dalam hutan yang ada di dunia ini di penuhi oleh hewan hewan spirit yang yang sangat ganas, dan juga ada suku suku yang tinggal di sini, jadi kita bukan satu-satunya mahluk hidup di sini." ucap Luo Shi sambil menjelaskan tempat yang sedang mereka temui.
"Tapi apakah suku-suku yang tinggi di dunia ini sudah mengenal peradaban dan mengerti bahasa kita guru?" Tanya Lou Yan sambil melihat hutan yang lebat dari pinggir tebing.
"Suku-suku di sini kebanyakan sudah mengenal peradaban tapi ada beberapa suku yang masih bersifat bar-bar." Jawab Luo Shi sambil terus memandang ke arah Utara hutan.
"Baiklah sekarang kita akan berlatih di sini cukup lama, jadi persiapkanlah mental dan niatmu!" Ucap Luo Shi sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Emm... guru berapa lama aku akan berlatih di sini?" tanya Lou Yan yang masih merasa kebingungan dengan dunia yang mereka datangi.
"Jika kau nurut dan nggak buat masalah, paling 5 tahun kau sudah selesai dengan latihan di sini!" ucap Luo Shi sambil tersenyum dan menepuk pundak Lou Yan.
"APA..... 5 TAHUN..!!! Guru kau bercanda ya? kalau selama itu gimana dengan nasibku nanti saat kembali! bisa-bisa saat aku kembali rumahku sudah di gusur dan udah nggak punya apa-apa." Ucap Lou Yan sambil membayangkan dirinya yang menjadi miskin saat selesai berlatih.
"Hey bocah, apakah kau tidak pernah masuk ke akademi petarung? Kenapa kau tidak tahu dasar-dasar pengetahuan alam semesta?" tanya Luo Shi sambil melirik Lou Yan.
seketika raut wajah Lou Yan berubah seakan di rasuki roh lain, yang tadinya bersikap kekanak-kanakan berubah menjadi sedih dan dan di selimuti dendam.
"Sejak kecil aku hidup bersama ayahku, kami di usir dari keluarga setelah ibuku meninggal, sejak saat itu kami hidup miskin di pinggiran kota dan hanya mengandalkan hasil buruan untuk hidup, namun sejak ayahku meninggal 3 tahun lalu, aku harus berusaha hidup sendiri, jangankan untuk masuk akademi, untuk kebutuhan sehari-hari saja aku masih kekurangan." ucap Lou Yan sambil meneteskan air mata karena mengingat ketidak Adilan yang orang tuanya terima.
Setelah mendengar ucapan Lou Yan, Luo Shi langsung menghampiri Lou Yan dan mengusap kepalanya, sambil terus mengelus kepalanya dia berkata.
Mendengar kalimat yang di ucapkan gurunya Lou Yan pun segera sadar akan kesalahannya dan tidak mau berlarut-larut dalam kesedihannya yang akan menghancurkannya.
"Terimakasih guru atas nasehatnya, saya bersumpah akan menjadi petarung terkuat di dataran dan akan membalaskan dendam kedua orang tua saya!" ucap Lou Yan sambil membungkuk hormat kepada gurunya.
"Bagus! Sikap tabah dan kuat menjalani takdir adalah kunci untuk menjadi petarung yang tangguh!" ucap Luo Shi sambil tersenyum kagum pada muridnya.
__ADS_1
Luo Shi pun mengeluarkan sebuah kristal dari dalam lengan bajunya, kristal itu memancarkan cahaya yang berwarna warni seperti pelangi dan dari dalam kristal tersebut memancarkan energi Yuan dalam jumlah yang lumayan banyak.
T/N\= Anggap aja itu batu kristal yang sedang memancarkan cahaya warna-warni.
"Hey Xiao Yan, sebagai hadiah karena kau telah naik ke tingkat petarung pemula tahap awal maka aku akan memberikan kristal ini kepadamu!" ucap Luo Shi sambil memberikan kristal yang ada di tangannya.
"Emmm...... guru, sebenarnya ini batu apa? Kenapa energi Yuan yang berada di dalamnya sangat besar?" tanya Lou Yan sambil mandangin batu kristal tersebut.
Luo Shi yang mendengar pertanyaan muridnya itupun tersenyum tipis dan dan mulai menjelaskan mengenai kristal yang di berikan kepadanya.
"Kristal ini bernama kristal roh, kristal ini banyak di cari oleh para petarung karena dapat di gunakan sebagai cadangan energi saat dalam pertempuran ataupun pelatihan, namun bagi para petarung pemula yang tingkatannya di bawah tahap pembentukan bumi kristal ini sangatlah berharga, karena dengan menyerap kristal roh mereka mampu meningkatkan kultivasi mereka,"
"Selain itu kristal roh juga di bedakan menurut kualitas dan energi yang di kandung, ada tiga jenis yaitu kristal roh kualitas biasa, kristal roh kualitas unggul, dan yang paling tinggi adalah kristal roh dewa yang sangat susah di temukan, kristal roh yang kau pegang adalah jenis kristal roh kualitas unggul dan mungkin mampu membawamu ke tahap petarung pemula tingkat akhir!" ucap Luo Shi yang sedang menjelaskan tentang kristal tersebut.
"Karena kau sudah tahu tentang Kristal tersebut sekarang cepat masuk ke dalam gua dan berkultivasi lah, kalau kau terus menanyakan tentang kristal itu lama-lama mulutku bisa berbuih!" ucap Luo Shi dengan muka yang berubah mengerikan.
"Eh...., baik guru, aku tidak akan banyak tanya lagi, aku percaya sama pelatihan guru dan tidak akan mengecewakan mu!" ucap Lou Yan sambil ketakutan dengan muka gurunya yang berubah menjadi menyeramkan.
__ADS_1
"Cepat jangan banyak omong, aku akan kembali beristirahat ke dalam cincin maha naga dan kau cepatlah berkualitas, setelah selesai melakukan kultivasi bangunkan aku." ucap Luo Shi sambil sambil berubah menjadi cahaya putih dan masuk ke dalam cincin maha naga.
Setelah gurunya masuk ke dalam cincin maha naga, Lou Yan pun segera masuk ke dalam gua dan duduk bersila di atas baru besar, dia menyerap energi yang ada dalam kristal roh tersebut.