
Pelatihan Master Luo Shi
Setelah beristirahat selama dua hari Lou Yan pun pergi ke gua penyucian untuk bertemu master Luo Shi. setelah sampai di sana dia langsung memberi hormat sembari memanggil gurunya untuk memulai latihan.
"Murid datang menemui guru untuk memulai latihan!" ucap Lou Yan dengan lantang sembari memberi hormat
Tak lama kemudian dari dalam gua muncul master Luo Shi dengan jubah putih dan tersenyum gembira.
"Ahkirnya kau sudah datang, apakah lukamu sudah sembuh dan siap untuk menjalani latihan? tanya master Luo Shi.
"Lukaku sudah sembuh guru, berkat obat yang guru berikan waktu itu lukaku sudah sembuh total" jawab Lou Yan dengan antusias.
"Bagus kalau begitu, sebagai hadiah karena kau sudah menjadi murid ku, aku akan memberimu sebuah hadiah"
Tiba-tiba muncul sebuah cincin di tangan Luo Shi, cincin itu memiliki lambang naga yang terbuat dari Jade hijau dan memancarkan aura energi Yuan yang amat besar .
__ADS_1
"Ini adalah cincin maha naga. Dulu sebelum aku meninggalkan, aku mengikat rohku ke dalam cincin ini dan menyegel gua ini agar suatu saat akan ada yang mampu meneruskan takdir yang tidak bisa aku selesaikan. Aku harap kau menjaga cincin ini dengan baik," ucap Luo Shi dengan raut wajah dan suara sedih dan rasa penyesalan yang mendalam.
"Baik guru, aku akan menjaga cincin ini dengan baik dan berusaha menjalani takdir yang di berikan langit untuk ku!" jawab Lou Yan sambil menerima.
"Bagus! Kau tidak mengecewakanku, sekarang ayo ikut aku kita mulai latihan pertama mu"
"Baik guru...!!"
Master Luo Shi pun mengajak Lou Yan pergi menuju tempat latihan pertamanya, tepat latihan pertamanya berada di pinggiran hutan dekat kota angin salju.
"Guru, kau akan melatihku atau menyiksaku?!" tanya Lou Yan sambil memandang sinis gurunya.
"Hahahah.... tenang saja bocah, asal kau ikut aturanku kau tidak akan mati. Dan aku tidak akan membiarkan murid kesayanganku mati. Sekali lagi kau bicara seperti ini, hmmm......" tatapan master Luo Shi langsung berubah tajam dan dingin kepada Lou Yan.
Melihat ekspresi dan tatapan gurunya yang berubah menjadi menakutkan membuat Lou Yan banjir keringat dingin. "Baik guru aku akan menjalani latihan neraka ini dengan baik dan tak akan mengecewakan guru" jawab Lou yang baru saja mendapatkan tatapan yang mengerikan dari sang guru.
__ADS_1
"Bagus. kuatkan tekadmu Xiao Yan. supaya nanti kau bisa membalaskan dendam kedua orang tuamu dan merebut apa yang telah mereka rebut darimu," ucap master Luo Shi menyemangati Lou Yan.
"Baik guru, aku akan menjadi kuat dan membalaskan dendam ayah dan ibuku!. Murid mohon pamit untuk memulai latihan" mendengar kata-kata gurunya, hati Lou Yan terbakar api dendam dan membuatnya mengingat kematian orang tuanya.
"Baik sekarang mulailah lari kelilingi hutan ini dan setelah selesai temui aku di gua penyucian."Ucap Luo Shi sambil pergi meninggalkan Lou Yan.
"Baik guru saya akan berlatih sungguh sungguh!"
Lou Yan mulai berlari sekuat tenang untuk mengelilingi hutan tersebut. Karena belum pernah menjalani latihan keras seperti ini, bagi Lou Yan ini seperti neraka dunia yang di berikan oleh gurunya.
"Astaga, hutan ini seperti tidak ada batasannya saja. aku rasa butuh waktu seharian untuk mengelilingi hutan ini satu putaran" ucap Luo Yan yang sudah mulai kelelahan.
Tak terasa hari sudah siang, panas sinar matahari yang menyengat kulit di tambah dengan rasa lelah, haus, dan lapar menambah kesengsaraan yang di rasakan Lou Yan. Akan tetapi di saat saat dia mulai putus asa dia selalu teringat akan perlakuan tidak adil yang di rasakan oleh orang tuanya dan dirinya.
Ketika membayangkan masa masa sulit yang di alami orang tuanya, dia merasakan api amarah yang ada dalam hatinya, harinya menjadi sesak dan tatapan matanya memancarkan aura kebencian seperti mengisyaratkan rasa ingin balas dendam.
__ADS_1
"Hiyaa........!!!" Lou Yan berteriak dengan kerasa untuk membakar semangat yang ada dalam hatinya. Burung-burung yang hingga di sekitar pohon dekat Lou Yan terbang kocar-kacir ketakutan mendengar teriakkan Lou Yan yang sangat kencang.