Petarung Suci

Petarung Suci
Chapter 8


__ADS_3

Mencari Tempat Pelatihan


Setelah berhasil menyelesaikan latihan yang di berikan gurunya, atas perintah gurunya langsung melanjutkan latihan berikutnya, walaupun merasa lelah dan lapar Lou Yan pun masih tetap mengikuti Luo Shi.


Tempat latihan yang mereka tuju adalah sebuah portal ruang dimensi. Ruang dimensi adalah sebuah dunia yang di buat oleh seorang petarung dengan menggunakan teknik khusus, walaupun di sebut ruang, akan tetap ruang dimensi lebih mirip seperti dunia mini yang di ciptakan oleh seorang petarung, dan hanya petarung tingkat tinggi dan yang memiliki teknik khusus lah yang bisa membuatnya.


"Hey guru apakah kau yakin masih ingat jalan menuju tempat latihan berikutnya? bukanya kau sudah Korslet eh maksudku sudah lama terkurung di dalam gua jadi tidak ingat?" tanya Lou Yan dengan wajah pucat kelaparan.


"Hey bocah jangan remehkan Indra ke enam ku! walaupun aku sudah lupa jalan menuju ke sana, tapi Indra ke enam ku sangat tajam tenanglah pasti kita akan segera sampai!" Kata Luo Shi sambil celingak-celinguk sana sini mencari jalan ke portal dimensi.


'Sudah ku duga dia tidak tahu jalan! mengandalkan Indra ke enam kentut mu, dari tadi kau cuman celingak-celinguk saja!" batin Lou Yan sambil memasang wajah suram bak hantu di karnaval.


"Haiz..... sepertinya kita berisitirahat makan siang dulu di sini!" ucap Luo Shi sambil menggelengkan kepala


Mendengar kalimat yang terucap dari gurunya bagi Lou Yan bak oasis di Padang gurun, tak butuh waktu lama Lou Yan pun langsung bergegas memanggang ikan untuk dia makan.


"Tenang guru murid mu ini tidak akan menentang perintah mu guru..!!!" ucap Lou Yan sambil meneteskan air liur melihat ikan bakarnya.


"Hey....!!! dasar murid sialan!, di suruh makan aja langsung berangkat, coba kalau kau di suruh latihan pasti harus di ancam dulu!" ucap Luo Shi dengan mata membara.


"Tenang guru, dulu aku pernah di ajak ayahku menjelajah hutan ini, jadi aku tahu betul di mana titik pusat hutan ini!" ucap Lou Yan dengan tenang sambil memuaskan hasrat terpentingnya (Makan sampai kenyang).

__ADS_1


"Dasar murid kurang ajar......!!!! kalau kau tahu kenapa kau tidak beri tahu jalannya dari tadi!!! "teriak Luo Shi sambil mengepalkan tangan pertanda tamatlah riwayatnya mu Lou Yan.


"Oh... aku lihat tadi guru begitu bersemangat menjelajah, jadi aku membiarkan guru bermain dulu" ucap Lou Yan sambil memasang muka ketakutan akan kemarahan guru.


"Dasar bocah bau kencur.....!!!! menjelajah palamu! kemari kau akan ku hajar kau sampai jadi lemper...!!! Oi jangan lari...!!"ucap Luo Shi sambil mengejar Lou Yan dengan dengan mata membara.


"Ampun guruku tadi aku begitu kelaparan sehingga tidak bisa berpikir jernih!" ucap Lou Yan sambil lari tanpa tujuan karena di kejar Luo Shi.


Tak di sangka ternyata Lou Yan berlari ke dalam pusat hutan dan memasuki area portal ruang dimensi, tiba-tiba secara tak terduga muncul seekor monster spirit yang sangat besar.


Monster spirit tersebut berbentuk seperti kura-kura namun memiliki ukuran yang besar dan terlihat sangat tangguh. Kura kura tersebut keluar dari danau dan mengeram menandakan kalau dia marah.



"Hua.......!!!! mon~Monster.....!!!Guru tolong aku guru!" teriak Lou Yan dengan suara keras nan cempreng.


"Hahaha.... bocah ternyata kau mempunyai keberuntungan yang amat besar juga ya" ucap gurunya sambil menepuk pundak Lou Yan.


"Keberuntungan bapak kau tuh....!!! Guru itu monster spirit level tinggi! bagaimana mungkin kau malah bahagia bertemu dengannya?!" ucap Lou Yan ke pada gurunya dengan naga tinggi.


"Diam dan lihat bagaimana gurumu menyelesaikannya."ucap Luo Shi sambil tersenyum ke arah monster spirit tersebut.

__ADS_1


Luo Shi pun mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam bajunya, gulungan itu adalah sebuah gulungan Kuno yang pernah di berikan oleh sahabatnya sewaktu dia berangkat berperang. Di dalam gulungan tersebut terdapat mantra yang mampu membuka pintu ruang dimensi yang ada dalam hutan tersebut.


"Hey bocah kemarilah dan ulurkan tanganmu!" ucap Luo Shi sambil membuka gulungan tersebut dan mengambil belati.


"Eh....eh.... guru kenapa kau membawa belati?! apakah kau masih dendam kepada ku?!" tanya Lou Yan sambil berusaha melepaskan tangannya dari Luo Shi.


"Tenanglah aku hanya butuh sedikit darahmu kok!" ucap Luo Shi sambil menyayat tangan Lou Yan dan meneteskan darahnya ke gulungan mantra.


"AGH......****....!!!" Teriak Lou Yan dengan keras sambil menangis tersedu-sedu.


"Jangan alay deh! kan cuman minta sedikit darah doang!" ucap Luo Shi sambil tersenyum bahagia melihat penderitaan Lou Yan.


"Hiks.... kenapa nggak gunain darahmu sendiri sih?!"


"Kau lupa ya? kan aku cuman arwah tanpa raga, jadi mana mungkin aku punya darah."


Setelah darah di teteskan ke atas mantra, tiba-tiba gulungan mantra itu terbakar dan mantra yang ada di dalamnya mulai terbang dan menempel di kepala monster tersebut, setelah mantra itu terpasang monster itu terdiam dan hanya membuka mulutnya lebar-lebar.


"Eh? guru kenapa monster itu diam dan hanya membuka mulutnya saja? apakah dia sudah mati? tanya Lou Yan sambil menunjuk ke arah monster spirit tersebut.


"Dia hanya tersegel sesaat! cepat kita masuk ke dalam mulutnya!" ucap Luo Shi sambil memegang tangan Lou Yan dan terbang masuk ke dalam mulut monster tersebut.

__ADS_1


"Kyaa.....!! guru apakah otakmu korslet lagi? bukanya bersyukur bisa selamat dari bahaya malah menantang bahaya lagi!" teriak Lou Yan sambil melambaikan tangan.


Sebenernya monster spirit tersebut adalah gerbang menuju ke ruang dimensi yang dahulu pernah di ciptakan oleh teman Luo Shi, monster spirit ini bernama kura-kura pulau selatan. Dia adalah peliharaan orang yang membuat ruang dimensi ini, karena pemiliknya sudah mati jadi dia akan menyerang siapapun yang berani mendekatinya.


__ADS_2