
"Waaaahhh... Sekarang aku dimana?, kenapa aku ada di tempat seperti ini?" tatapan Cio membelalak seraya bertanya memperhatikan alam disekitarnya. "Ini sepertinya hutan", jelas Frans ikut serta mencerna tempat mereka berpijak, seketika Cio berpaling ke arah Frans, awalnya Cio heran melihat keberadaan Frans, karena mereka tidak saling mengenal namun mereka berbijak di daerah yang sama. "Ayo!" ujar Fran meninggalkan Cio, "kau mau kemana?" tanya Cio yang heran melihat Frans melangkah maju, "kalau tidak mau ikut, berdirilah disana sampai hewan buas menerkam mu" ketus Frans berjalan menelusuri hutan, meninggalkan anak lelaki yang tidak ia kenal, ekspresi Cio berubah menjadi takut, seketika ia menggigit bibir bawahnya dan mengikuti arah langkah Frans, "Hay apa kau tahu jalan pulang?, kenapa ke arah sana?, bagaimana jika kau salah langkah", ujar Cio menghindarkan dedaunan besar yang mengganggu jalannya. "Lumut lumut ini tumbuh liar dibalik cahaya matahari, berarti disana arah barat, kita harus ke arah sini", ujar Frans mengarahkan jari telunjuknya ke arah barat setelah melihat tumbuhan lumut itu, Cio yang melihat heran Frans menggeleng, "Apa yang dia lakukan?, dia bicara soal apa?" gumam Cio, "Aissh tumbuhan ini sangat mengganggu, aku baru tahu di Bumi ada tumbuhan yang seperti ini, seperti di film film saja" Celetus Cio yang jengkel dengan tumbuhan aneh itu karena telah menghalangi jalannya, batang yang ramping namun dapat menopang daun yang diameternya kurang lebih satu meter.
"Hay aku belum tahu namamu? Aku Cio", Frans hanya berjalan diam meninggalkan Cio yang cerewet itu, ekspresi Cio seketika berubah jadi masam melihat Frans tidak meladeninya. "Apa dia manusia?" ketus Cio.
__ADS_1
Sudah lima jam mereka menelusuri hutan, melewati dedaunan aneh, sungai yang dingin, mendengar suara hewan yang mengerikan membuat lelah diwajah Cio sangat terlihat, dia ingin sekali beristirahat namun Frans tidak pernah menghentikan langkahnya, jika Cio beristirahat pasti Frans akan meninggalkannya dan Cio merupakan remaja yang penakut, tidak ada alasan untuk beristiraat sekarang dia harua mengikuti Frans, itu adalah keputusan yang benar.
"Hay kau... Apa kau tidak kelelahan?, lihat pakaianku sangat basa karena keringat, kau ini manusia apa bukan sih?" ketus Cio melangkah dengan sisa tenaganya. "Ayolah kawan istirahatlah walau sejenak, apa kau tidak mendengar nafasku yang hampir habis?, bagaimana kalau aku mati konyol disini?" ujar Cio merengek dengan nafas yang terpenggal penggal.
__ADS_1
Seketika Frans berhenti secara tiba tiba, Cio yang dibelakang hampir saja menabrak Frans tidak sengaja, untung saja ia menghentikan langkahnya dengan sigap. "Hay, kalau mau berhenti bilang bilang dong", ketus Cio. "Ok istirahatlah", ujar Frans meninggalkan Cio dan mendekati pohon besar diujung sana. Cio yang tidak melihat tempat teduhan yang baik, akhirnya menyusul Frans yang duduk dibawah pohon besar itu.
"Lari.. Lari...aku bilang lari! " Frans telah lari lebih dulu karena semak itu bergoyang lebih keras, Cio melihat semak didepannya seketika panik dan lari menyusul Frans, "Aaaaaaaaaa, ibu, ibu,,,, tolong aku ibu,,, "ujar Cio teriak panik. Mereka berdua lari sekencang kencangnya, karena ada mahkluk besar yang mengejarnya dari belakang, "itu apa?" Ujar Cio mengeraskan suaranya dengan nafas terpenggal penggal, "entahlah, aku rasa itu hewan buas" ujar Frans yang berlari diantara dedaunan liar, Cio semakin panik sejadi jadinya.
__ADS_1
Bruuuk...
"Aduuuuuuhhh" ketus Cio menerka punggung sakitnya itu.
__ADS_1