Petualang Tiga Remaja

Petualang Tiga Remaja
Chapter 5


__ADS_3

"Apa kamu memang setenang ini?, apa kami tidak khawatir dengan keadaan kita sekarang?, asal kamu tahu ya kita ini dalam bahaya, aku yakin sekarang kita berada di dunia lain yang tidak kita kenal, tapi apa ini?, kamu terlihat  sangat santai seperti tidak ada masalah, apa aku tidak boleh curiga?", ujar Lisa melihat Frans dengan nada meningkat kesal. "Kamu benar, tapi kamu juga salah", ujar Frans seraya mengarahkan ikan tangkapan Cio ke arah api unggun, Lisa hanya menggelengkan kepalanya melihat respon Frans.


"Hoaaaaaaaa", ujar Cio yang terbangun dari tidur, dengan posisi duduknya Cio mengucek kedua matanya. Cio heran melihat ekspresi Lisa dan Frans, "sepertinya sudah terjadi sesuatu diantara mereka", gumam Cio dalam hati.


"Heyy, kalian kenapa?, kalian berantem?, Lisa perbaiki wajahmu yang kusam itu, kamu terlihat sangat  jelek jika menekuk wajahmu", ujar Cio menghampiri Frans yang sedang duduk didepan api unggun seraya membakar ikan hasil tangkapannya tadi, "Dan kamu si tanpa nama, kenapa lama sekali?, aku kira kamu akan meninggalkanku dan Lisa di hutan belantara ini, tapi Lisa sangat yakin jika kamu akan kembali, dan ternyata kamu benar benar kembali, syukurlah", ujar Cio lagi, tapi ekspresi Frans dan Lisa  tidak berubah sedikitpun. "Heeyyy kalian sebenarnya kenapa sih?, jangan membuatku takut tahu!", ujar Cio dengan nada kesal. "Ambilkan ikan itu!", ujar Frans singkat. Seketika Cio membelalakkan matanya terkejut, "Akhirnya kamu bicara juga", ujar Cio legah.


"Hey, kamu tahu ada apa dengan Lisa sekarang?, ada apa dengan kalian?, apa kalian berantem?, ayolah kawan tidak ada baiknya jika kalian seperti ini, kita sekarang harus bekerja sama untuk menemukan jalan pulang, tapi kalian mala seperti anak kecil", ketus Cio jaim, dan lagi lagi Frans hanya diam mendengar ocehan Cio yang panjang kali lebar itu, seketika Cio mengusek rambutnya berantakan karena muak dengan sikap dingin Frans.


"Ok, jawab pertanyaankubsatu kali saja!, nama mu siapa?, setelah kamu menjawabnya aku akan diam", ujar Cio kesal menatap Frans.


"Frans", jawab Frans singkat. Cio hanya menggelengkan kepalanya, bukan karena nama Frans, tapi karena heran dengan kedinginan Frans, "tuhan kenapa kau ciptakan mahluk menyebalkan ini?" gumam Cio.

__ADS_1


Setelah makan malam, mereka berencana untuk istirahat karena sudah larut malam. Sekitar pukul satu malam api unggun mulai redup, kayu bakar telah habis dan udara dingin semakin meraja lela, Cio dan Lisa sudah terlelap sekarang, sedangkan Frans?, dia hanya menatap langit yang kosong itu, dan memikirkan banyak hal.


"Apa kami bisa pulang?, ini sangat sulit, mereka hanya remaja polos yang tidak tahu apa apa, kenapa mereka mengalami ini semua?" Ujar Frans sembari menatap kengeningan malam.


"Apa maksudmu? Apa maksudmu mereka?", tanya Lisa dari arah belakang, Frans terkejut melihat Lisa yang belum tidur, Farans mengira mereka sudah tidur sejak tadi.


"Tidak, tidak ada apa apa", ujar Frans singkat.


"Hey kalian ternyata belum tidur", ujar Cio dengan nada kantuknya. "Apa yang kalian lakukan?, kalian harus istirahat! besok kita akan melanjutkan perjalanan", ujar Cio.


"Tidurlah aku akan berjaga", Frans berkata.

__ADS_1


Cio akhirnya terlelap  kembali, sedangkan Lisa?, dia masih sibuk menebak nebak soal kalimat Frans barusan.


"Jika benar kami berada di Nhirua, apapun yang terjadi aku harus menemukan cahaya biru itu", ujar Frans dalam benaknya pantang.


"Satu titik


Satu cahaya


Satu nafas


Satu suara"

__ADS_1


Hanya itu yang dipikirkan Frans sekarang, teka teki mulai berdatangan menghampirinya.


__ADS_2