Petualang Tiga Remaja

Petualang Tiga Remaja
Chapter 7


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai ditepi sungai seberang.. Frans mengikat rakit mereka dibebatuan agar rakitnya tidak hanyut. "Frans selanjutnya kita kemana?", tanya Cio memperhatikan hutan sebelah, "kita harus melewati hutan ini", ujar Frans singkat sembari mengambil tiga buah batang sedang untuk Lisa dan Cio. "Ini!" Ujar Frans sembari memberikan batang itu kepada Lisa dan Cio, "untuk apa batang ini?", tanya Cio lagi. "Anggap saja sebagai tongkat untuk membantumu berjalan", kata Frans singkat dan melanjutkan perjalanan. Seketika Lisa menatap Cio dan Cio hanya mengangkat bahunya.


Terlihat hutan ini lebih lebat dari hutan sebelumnya, aurahnya sangat lembab, suara hewan hewan kecilpun ramai menghiasi suasana hutan ini. Dedaunan di hutan ini agak berbeda dari hutan sebelumnya, lebih mendekati tanaman rumput yang panjang dang lebar, tingginya hampir  sepinggang mereka, itu membuat perjalanan lebih sulit untuk bergerak karena tidak ada celah untuk berjalan. Tiga jam mereka melewati rerumputan aneh itu, sekarang mereka memasuki area pohon pohon yang menjulang tinggi dengan ranting yang aneh, terlihat hewan hewan yang bergelantungan diranting pepohonan, sepertinya monyet tapi agak berbeda, ujung ekor monyet itu berwarna biru dan memiliki rambut panjang dikepalanya.


"Lis, aku takut Lisa", ujar Cio ngeri melihat hewan hewan itu.


"Kamu itu cowo atau cewe sih?, kamu gak malu tanya itu ke aku?", ujar Lisa heran.


"Bagaimana jika monyet aneh itu menyerang kita?", tanya Cio sembari mendongak ke atas melihat ratusan monyet yang memperhatikan mereka dari atas.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mengganggunya, mereka pasti juga tidak akan mengganggu kita", ujar Lisa sembari mengejar langkah Frans.


"Lis, lis,, ada monyet dibelakangku Lis, Lis,,, ", ujar Cio panik. Seketika Cio berlari ke arah Lisa karena panik,


"Apaan sih Cio?", ujar Lisa kesal menatap kepanikan Cio.


"Monyet Lis, monyet itu dibelakang kita", ujar Cio takut. Seketika Lisa membalikkan wajahnya ke arah belakang, ekspresi Lisa sangat terkejut karena bukan satu monyet yang mereka lihat, ada puluhan monyet yang sedang mengawasinya dari belakang, "Kita harus apa Lis?", tanya Cio lagi. "Mereka tidak mengganggu kita, kita perlu berjalan dan tidak membuat mereka merasa terancam", ujar Lisa dengan nafas terpenggal penggal.


"Frans.. Frans.. FRAAAAANS,", teriak Lisa memanggil Frans, suara monyet monyet itu semakin keras dari arah ranting pohon, sepertinya mereka merasa terancam, satu dua tiga monyet itu turun dari ranting pohon menuju ke arah mereka. Frans yang melihat ratusan monyet itu bersorak, "Lariiiii!", ujar Frans memperingati.

__ADS_1


Seketika mereka ber-tiga berlari sekencang kencang mungkin agar lolos dari kawanan monyet itu, "Frans itu monyet apa?", tanya Cio sembari membahu Frans tengah berlari, "Entah lah aku juga tidak tahu", ujar Frans.


Lima menit mereka berlari sepertinya monyet itu tidak mengejak mereka lagi.  "Frans Lisa mana?" tanya Cio dengan panik, seketika Frans melihat ke arah belakang mencari sosok Lisa tapi Frans tidak menemukan sosoknya. "Dia dimana?", ujar Frans menghentikan langkahnya dan berbalik badan,  Cio yang heran melihat Frans menghentikan langkahnyapun ikut berhenti, "kenapa kamu berhenti Frans, kita harus lari", ujar Cio ngosngosan.


"Itu Lisa", ujar Frans melihat Lisa telah berada dibibir tebing air terjun. "Frans kemana monyet monyet itu?, apa dia sudab lelah mengejar kita?", tanya Cio lagi. "Tidak mereka tidak lelah, tapi mereka berhasil  mendapatkan Lisa. "Ujar Frans sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah Lisa. Mulut Cio pun terbuka lebar terkejut melihat ratusan monyet itu sedang membawa Lisa ketebing air terjun.


"Mereka hendak apa?", tanya Cio panik.


"Ayo ke sana", ujar Frans sembari lari mendekat ke arah Lisa, "Frans apa kau sudah gila?", ujar Cio, tapi tidak ada pilihan untuk tidak mengikuti langkah Frans.

__ADS_1


"Fraaanss, FRAAAAANS", ujar Lisa teriak takut karena kawanan monyet monyet itu membawanya mendekat tebing terjal air terjun.


Monyet monyet itu hendak melemparkan tubuh Lisa ke bawa tebing air terjun tersebut. Frans yang melihat ekspresi Lisa menangis ketakutan mempercepat laju larinya khawatir, tapi sudah terlambat tubuh Lisa sudah dilempar ke bawah sana. Langkah Frans terhenti melihat pemandangan didepannya itu seraya tidak percaya. "Lisaaa", ujar Cio di samping Frans terkejut.


__ADS_2