Petualangan Neu Pen'du

Petualangan Neu Pen'du
8. Berkah Spesial Nevt Pen'du


__ADS_3

"Apa-apaan ini! Jangan bercanda!"


Sepintas ayah Nonai pun berteriak tetapi sebelum dia melanjutkannya ayah Namo melerainya.


Ayah Namo terkejut mendengar ini, tetapi dia lebih penasaran dari pada tidak mempercayai seperti Ayah Nonai.


"Apakah kalian serius?"


"Kami serius Ayah Mertua"


"Tidak-tidak. ini sangat tidak mungkin, Ini MUSTAHIL!" Bentak Ayah Nonai lagi.


"Tenanglah besan, di dunia ini tidak ada yang mustahil. Jika perkataan anak ini tentang berkah cucu kita itu benar, itu sungguh akan menjadi kabar luar biasa"


Saat mengatakan ini mata ayah Namo bersinar melihat cucu mereka. Jika itu benar maka cucu mereka akan menjadi sosok yang hebat di desa mereka.


Ayah Nonai terdiam, dia mulai berfikir juga. Jika memang kenyataan, ini sungguh menjadi berkah yang luar biasa. leluhur mereka sekali pun dalam cerita-ceritanya tidak mempunyai berkah seperti itu.


Ayah Nonai menatap anaknya dengan serius, tetapi hanyalah anggukan yang menjadi balasannya. itu sungguh membuat hatinya berdebar gembira.


Mereka pun melanjutkan perbincangan sampai sore hari tanpa istirahat. Kabar tentang Nevt Pen'du yang mempunyai berkah spesial, membuat mereka membahasnya tanpa rasa bosan.


-------


13 tahun berlalu, Nevt Pen'du tumbuh menjadi remaja tampan dengan rambut hijau dan mata hijau sebening kristal.


Hari ulang tahunnya yang ke 13, dia menerima kotak kayu kusam dari ibu dan ayahnya.


"Ayah apa ini?"


"Sudah 13 tahun berlalu, banyak kisah-kisah tentang diri mu yang belum ayah ceritakan"


"Ayah jangan bilang aku adalah anak PUNGGUT"


Tepat selesai Nevt berbicara, ayahnya memukul kepalanya tanpa aba-aba.


"aduh.."


"Kau ini bicara apa ha? dasar anak nakal"


Memang Nevt mempunyai sifat seperti ayahnya yang terbiasa berterus terang.

__ADS_1


Ibu Nevt pun tertawa pelan sambil menutupi mulutnya.


"Ibu.. Ayah memukul ku, Ibu marahi ayah!"


"KAUU!!!!"


Mendengar Nevt meminta pertolongan ibunya, Ayahnya memasang wajah garangnya dan tersenyum sadis.


"Ayah maafkan aku, aku hanya bercanda"


"hahaha"


Namo dan Nonai tertawa lepas mendengar anak mereka menyerah.


Kehadiran Nevt memang membuat hidup mereka berwarna. Walaupun banyak gosip tidak menyenangkan yang menghantui mereka.


Mereka seakan tidak perduli tentang itu. Bagi mereka, hidup bersama seperti ini adalah kehidupan yang sempurna.


Saat Nevt memandangi kotak kayu itu, ayahnya menjelaskan asal-usul kotak itu.


Pertama Namo menjelaskan dari hari kelahirannya dan bertemu dangan sosok Tuan Pendu dan seterusnya.


Nevt memang telah mendengar sebagian dari cerita ini dari gosip buruk yang beredar di desa mereka. Tetapi dulu saat Nevt meminta penjelasan pada ayah dan ibunya. Mereka hanya mengatakan belum saatnya.


Ekspresi Nevt berubah-ubah saat mendengarkan cerita ayah dan ibunya. Tetapi dari sekian banyak ekspresi yang dia tunjukan 98% adalah ekspresi terkejut.


Gua misterius, Tuan Pendu, Akar ajaib yang bisa membentuk apa saja dan menumbuhkan buah-buah aneh, Ritual Penamaannya yang merubah warna rambut dan kelopak matanya dan yang paling mengejutkan adalah dia memiliki berkah bernafas dalam air.


"Benar, karena itulah kita melarang mu bermain di daerah laut. kita takut saat kau mengetahui ini kau menjadi tidak terkendali lalu menyelam seenaknya ke laut lepas. walaupun kau bisa bernafas dalam air itu tidak menutup kemungkinan adanya bahaya di dalam laut yang dalam"


Peraturan ini telah di susun sedemikian rupa oleh semua anggota keluarga Nevt Pen'du.


Dengan tunjuan melindungi Nevt Pen'du dari bahaya-bahaya yang ada di laut. Setidaknya larangan-larangan itu berlangsung sampai Nevt berumur 13 tahun.


"Bukalah Kotak itu, ayah dan ibu juga penasaran apa yang ada di dalamnya. Karena kami tidak bisa membuka itu, mungkin hanyalah dirimu yang bisa membukanya"


"Tuan Pen'du dulu berpesan pada kita untuk menyerahkan ini pada mu saat kau berusia 13 tahun"


"Baik"


Saat Nevt membuka kotak kayu tersebut, ayah dan ibunya tersenyum. Memang benar perkiraan mereka selama ini.

__ADS_1


Saat Kotak Kayu itu terbuka, muncul sinar kehijauan yang menyilaukan.


"Sinar ini!" Serempak Ayah dan Ibu Nevt berteriak.


Setelah itu, sinar hijau tersebut mereda dan terlihat ada sebatang akar muda yang tergeletak di dalam.


"Akar apa ini?"


Saat Nevt bergumam dan mengambil akar tersebut ada suara yang sangat kuno bergema dari akar tersebut.


"Nevt Pen'du, Selamat ulang tahun ke 13 tahun!"


Sesaat mendengar suara kuno tersebut, serentak ayah dan ibunya berlutut dan menagis.


"Tuu.. Tuan Pendu"


"Oh.. Namo, Nonai.. bagaimana kabar kalian"


"Sangat baik Tuan, ini semua berkat anda"


Namo dengan posisi berlutut dia membalas pertanyaan Tuan Pendu.


Nonai yang juga sedang berlutut hanya bisa menagis bahagia sampai-sampai tidak sanggup untuk berbicara, Nonai sungguh merindukan suara kuno tuan pendu.


Namo yang melihat anaknya tertegun selama ini dengan memegang akar muda tersebut, membentak.


"Nevt! Dimana sopan santunmu! Cepat berlutut!"


Berkat bentakan ayahnya, Nevt sadar dan bergegas berlutut.


"Tidak perlu!"


Tuan Pendu menghentikan tindakan Nevt saat itu juga.


"Tuan maafkan ketidak sopanan anak saya, saya memang sudah menjadi ayah yang buruk. Sampai tidak bisa mengajarkan sopan santun pada anak ku"


"Tuan Pendu, Maafkan saya atas ketidak sopanan ku, jangan engkau hukum ayah ku. Ini murni kesalahan ku. aku mohon Tuan menghukum ku saja"


Dengan pandangan menunduk pada akar tersebut Nevt meminta maaf pada Tuan Pendu.


"Pemberani, Jujur, Bertanggung jawab semua sikap yang aku suka dari kedua orang tua mu. Di maafkan"

__ADS_1


Tepat saat mereka ingin berterimakasih, Tuan Pendu membentak mereka.


"Ada apa ini! Kenapa aura batu leluhur kalian memudar?"


__ADS_2