Petualangan Neu Pen'du

Petualangan Neu Pen'du
9. Tornado Spesial


__ADS_3

"Maksud Tuan Pendu, Batu Leluhur kita bermasalah?"


"Benar! Apa yang kalian lakukan pada batu leluhur mu?"


Mereka pun terkejut, lalu Namo pun menjelaskan pada Tuan Pendu. Sekitar 5 Tahun yang lalu, warga desa pecah menjadi 2 kelompok berbeda.


Perpecahan ini terjadi karena ada 2 kelompok yang percaya atas cerita Namo dan Kelompok yang tidak percaya.


Cerita Namo yang paling berkesan adalah bahwa Batu Leluhur mereka adalah senjata pusaka dari leluhur Nebo.


Berkat itulah kelompok yang percaya mulai ingin menaklukkan batu Leluhur mereka. Berbagai cara mereka lakukan pada Batu Leluhur.


Sebenarnya banyak warga dan Namo pun tidak setuju atas perbuatan itu, tetapi di dalam kelompok itu, Kepala desa Najo dan anaknya juga bergabung membuat mereka hanya bisa diam.


Menurutnya sebagai kepala desa, sudah haknya memiliki Senjata Pusaka seperti Batu Leluhur.


"Aduh.. Semua ini salah ku, tidak mengingatkan kalian waktu itu" Saat ini ekspresi suara Tuan Pendu menjadi gelisah.


"Apakah kalian tau, walaupun itu adalah senjata pusaka. Tetapi dengan kekuatan orang-orang yang memiliki nama dari Batu Leluhur. Memang, walaupun tidak bisa mencabut batu itu secara langsung tetapi lama-lama batu itu pun akhirnya akan tercabut"


"Jika batu leluhur kalian tercabut, pasti akan ada bencana besar yang menimpa desa kalian"


Namo, Nonai, Nevt pun terkejut. Bencana besar? Jika ini memang terjadi. Mungkin desa mereka akan tamat.


"Jadi Tuan apa yang harus kami lakukan?"


Nonai tidak bisa menahan untuk bertanya, Keselamatan desa mereka saat ini adalah prioritas pertamanya.


"Tidak tertolong tetapi…"


Kalimat Tuan Pendu ini membuat mereka semakin panik. Jika Tuan Pendu sudah berbicara seperti itu 100% sudah tidak dapat tertolong, tetapi tuan Pendu melanjutkan.


"Tetapi ada 1 jalan keluar, tetapi itu akan membuat kalian terbeban"


"Tuan Pendu, apapun itu tolong sebutkan"


Mendengar tekat dari ucapan Namo, Tuan Pendu hanya mendesah pelan, dia memang sungguh menyukai sifat Namo.


"Pertama, hentikan mereka yang ingin mencabut Batu Leluhur"


"Kedua, aku akan membawa Nevt kedalam wilayah ku, aku akan melatihnya selama 10 tahun. Agar Nevt dapat menjaga desa kalian di masa depan"


Rencana Tuan Pendu bukannya membuat Namo dan Nonai sedih, melainkan mereka mala tersenyum bahagia.


Melihat ekspresi kedua orang tuanya, Nevt hanya tersenyum masam.

__ADS_1


"Haduh, awalnya aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada Nevt dan menjelaskan tentang separuh kekuatan ku, tetapi takdir mengatakan lain"


Separuh kekuatan. Inilah yang masih menjadi misteri Namo dan Nonai. Tuan Pendu memang belum pernah menjelaskan ini pada mereka, karena itulah mereka masih menyembunyikan cerita ini. Nevt pun bingung, dia tidak pernah mendengar itu dari ayah dan ibunya.


Setelah itu Tuan Pendu menceritakan Namo dan Nonai, tentang fungsi Batu Leluhur selain ritual penamaan.


Cerita Tuan Pendu sungguh mencengangkan mereka, Batu Leluhur sebenarnya adalah sebuah segel yang menciptakan gelombang tornado spesial di laut wilayah mereka, untuk menutup jalur dunia luar.


Tornado ini sungguh spesial, karena hewan laut seperti ikan dan hewan dari luar wilayah laut desa, khususnya yang bisa di makan oleh manusia akan tertarik ke dalam wilayah laut desa mereka.


Tetapi sebaliknya hewan tersebut tidak bisa meninggalkan area laut desa, dan yang lebih penting lagi, jika ada manusia yang bukan warga desa yang ingin menerobos dari luar wilayah dan ingin masuk ke dalam wilayah desa. Mereka akan tersedot ke dalam tornado sampai di dasar bawah laut yang sangat-sangat dalam, sampai mereka kehabisan nafas dan meninggal.


Tetapi jika warga desa ingin melewati tornado, mereka hanya terpental masuk kembali ke area laut desa tanpa terluka


Namo sebenarnya mengerti tentang keberadaan tornado tersebut, memang benar hal itu terjadi karena dia pun telah mencoba segala macam cara untuk melewati tornado tersebut saat masih muda tetapi tetap gagal.


Tetapi jarak antara desa dan area tornado itu cukup jauh dari tepi pantai. Sekitar 30 kilometer.


Setelah itu Tuan Pendu menyusun rencana agar memudahkan Namo dan Nonai menghentikan tindakan warga desa.


Untuk Nevt dia pun bersiap untuk berangkat menuju wilayah Tuan Pendu.


"Oh.. aku lupa, wilayah ku bukanlah di gua yang dulu saat pertama kali kita bertemu, tetapi di dasar laut terdalam di dunia ini. Apakah kalian sebagai orang tua tidak keberatan?"


Kabar ini mengejutkan mereka, dasar laut terdalam? Walaupun Nevt mempunyai berkah yang dapat bernafas dalam air.


Tetapi Nevt sudah memutuskan tanpa berdiskusi dengan orang tuanya.


"Tuan aku siap, asalkan desa ku terselamatkan"


"Bagus, Berangkatlah saat ini juga. Akar itu akan menuntun mu sampai ke wilayah ku"


Tetapi saat itu orang tua Nevt menangis, sebenarnya mereka tidak rela, tetapi anak mereka sudah mengambil keputusan.


Sebagai orang tua yang baik mereka hanya bisa mendukung dan membantu yang terbaik.


Saat itu juga mereka mengantarkan kepergian Nevt, setelah kepergiannya, Noma sang ayah menenangkan istrinya dan bersiap melakukan tugas untuk menghentikan warga desa yang mencoba mencabut Batu Leluhur.


----------


"Nevt, apakah kau sudah terbiasa?"


Nevt saat ini sedang menyelam di dalam air, dia pertama kalinya menyelam di dalam laut.


"Cobalah pelan-pelan bernafas"

__ADS_1


Nevt mulai bernafas di dalam air, awalnya dia tersedak tetapi lama-lama dia semakin terbiasa dan bahkan bagaikan bernafas di daratan.


"Tuan, ini sungguh berkah yang hebat"


"Hahahaha panggil aku ayah angkat, karena nama ku melekat di nama mu, aku seharusnya menjadi ayah angkat mu bukan?"


"Benar, salam ayah angkat"


"Bagus, aku akan memberikan tugas pertama untuk mu"


"Tolong ayah angkat sebutkan"


"Ada total 359 tornado yang mengelilingi area wilayah laut desa mu. Dengan kekuatan berkah dan setengah kekuatan ku pada mu. Kau mungkin dengan mudah melewati tornado tersebut, tetapi aku ingin kau mengambil 10 tas saja, yang berada di bawah Tornado di kedalaman laut."


"Banyak tas yang ada di sana, tetapi ambil 10 saja"


"Baik ayah angkat"


Selesai berbicara Nevt mulai berangkat, bagaikan ikan dia berenang sangat cepat. Tidak perlu waktu lama dia sampai di depan tornado tersebut.


Tanpa banyak bertanya dia langsung memasuki salah satu tornado tersebut, saat dia sudah sampai dasar bawah tornado dia melihat banyak tulang manusia yang berceceran dimana-mana.


Sebagai anak nelayan dia memang tidak takut di dalam laut atau berenang bebas walaupun pertama kali. Tetapi setelah melihat banyak tulang manusia, dia terkejut dan hampir pingsan.


"Nevt! Jaga kesadaran mu!"


Tuan Pendu membentaknya, dia pun tersadar lalu dengan cepat mengambil 10 tas yang ada di tumpukan tulang-tulang.


"Bagus, sekarang kembali ke arah wilayah laut desa mu dan panenlah Rumput laut perak yang banyak"


"Baik ayah angkat"


Tas itu berukuran kecil mungkin berukuran 5cm untuk panjang, 10cm untuk tinggi.


Awalnya Nevt bingung dengan perintah Ayah angkatannya, Rumput laut perak itu panjangnya 30cm, bagaimana itu bisa muat?


Tepat setelah sampai ke area Rumput laut perak. Tuan Pendu mengintruksikan Nevt untuk memindahkan isi 1 tas ke tas yang lain sampai kosong.


Awalnya Nevt bingung, tetapi saat dia membuka tas tersebut dia terkejut.


"Tas macam apa ini, aku bisa melihat ada ruang yang sangat besar dan banyak barang-barang yang berada di dalam tas ini"


"Itu adalah tas dimensi, begini cara memakainya. Pegang 2 tas, saat ini pasti ada dua ruang dimensi yang tergambar di kepalamu bukan?"


"Benar ayah angkat"

__ADS_1


"Bagus, kosongkan salah satu dan pindahkan di tas yang lain"


Dengan perintah dari ayah angkatnya dia pun melakukannya. Ternyata benar, itu berfungsi. Saat ini tas yang berada di tangan kanan Nevt sudah kosong dan tanpa barang sama sekali. Tetapi tas di tangan kiri semakin barang yang berada di ruangan tersebut.


__ADS_2