
Pendampingku menghilang dari hadapanku, aku langsung memasuki rumahku ke dalam dan menuju dapur untuk mengambil beberapa obat-obatan yang telah disediakan Pendampingku untuk mataku.
“Rasanya aku ingin menjadi zombie dan mencabik-cabik badan bocah itu tanpa menyadarinya, jadi aku tidak mendapatkan dosa setelah membunuhnya, lagian kan aku tidak sengaja? (aku sangat kesal)”.
Setelah aku mengobatinya, aku langsung memakai Eye Patch yang telah disediakan oleh Pendampingku dan aku langsung menuju kamarku lalu berbaring dan merenung.
Aku mencoba menahan emosi dan amarahku dari kejadian barusan, aku benar-benar membuat skenario dimana aku sedang mencabik-cabik kepala anak itu karena aku sedang sangat kesal.
Apa aku perlu memberitahukan hal ini pada Kimmy? yang pasti dia ada di pihak ku kan, jadi tidak apa-apa jika aku beritahu.
- [ Chat POV ] -
AD: Kimmy, lihat ini
AD: [Photo 1] (foto selfie Adriel ; memperlihatkan Eye Patch nya)
Y: Apa itu yang kau pakai di matamu? kau sengaja memakainya supaya terlihat keren?
AD: tidak, mata ku terluka dan menjadi buta karena suatu kejadian
Y: Astaga! kejadian apa barusan? mengapa sampai begitu???
AD: Ada piring tipis keras terbang yang dilempar oleh anak-anak yang sedang bermain disekitar aku jalan-jalan barusan dan tidak sengaja terkena mata kiriku, anehnya orang yang melemparnya tidak ingin meminta maaf padaku!
Y: Begitukah? memangnya bagaimana anak itu menanggapinya?
AD: Anaknya hanya berlari ke orang tuanya, dan momen yang paling membuatku jengkel ialah ibunya membela anaknya mati-matian tanpa menyadari kesalahan anaknya itu! dan menganggap remeh luka di mataku...
Y: Anak dan ibunya sama saja ya, sama-sama bodoh. memihak boleh, tapi seharusnya mereka bisa tahu dong kalau itu suatu kesalahan?
AD: Nah! itu yang ku maksud, ugh... aku sangat kesal tahu!.
Y: Ya... aku tadi juga barusan membuat sesuatu kejadian yang memalukan, rasanya aku ingin menghilang dari permukaan bumi.
AD: Kejadian apa?
Y: Dimana aku tidak sengaja menendang orang yang menyapaku karena sempat mengira itu Gean, ha... sangat memalukan, apalagi aku sedang ditengah banyak orang.
Gean ya... ah, sebelumnya kan aku pingsan karena terlalu terkejut setelah tidak sengaja melihatnya, itu artinya...
AD: Ada apa dengan Gean?
Y: Bukankah aku sudah memberitahukannya pada kalian?
Y: oh aku lupa, sebelumnya kamu pingsan.
Y: Ya sepertinya, aku makin takut dengan Gean karena dia mengikuti ku terus-menerus.
AD: jadi dia menjadi seorang stalker?
Y: bisa dibilang seperti itu.
__ADS_1
Aku sedikit nyengir melihatnya, Sekarang dia menjadi seorang stalker Kimmy ya... Gean sepertinya begitu menyukainya sampai melakukan hal yang seperti itu.
Y: Bagaimana dengan hubungan kalian berdua sekarang?
AD: Aku tidak tahu, kami sudah lama tidak bertemu.
Y: sepertinya kalian sudah memiliki konflik sebelum kamu pindah rumah, benarkan?
AD: Ya, benar
Y: Oh...
AD: Yasudah, aku akan beristirahat dahulu
Y: Baiklah, istirahatlah dengan baik sampai mata kamu sudah mendingan.
Aku menutup Hp ku dan berusaha untuk tidur, namun aku sedang tidak merasakan rasa mengantuk jadi sangat susah untuk tidur. sekarang sudah siang, sekitar Jam 13:42, mungkin itu alasan mengapa aku tidak bisa mengantuk.
Aku memutuskan untuk mencari makanan di dapur (siapa tahu ada makanan).
“Em Driel, jika kamu ingin makan, kamu harus membelinya di luar sana”
“Ugh, mengapa aku harus keluar dan melihat mereka semua yang bodoh itu?”
“Jika tidak, bagaimana kamu bisa makan?”
“Hah, yasudah lah, berikan aku uang”
Sepertinya anak-anak itu masih berada (bermain) di tempat sebelumnya dimana mataku dibuat seperti itu.
Disaat aku melewati mereka (anak-anak itu), aku dilihat dengan tatapan tajam serta wajah yang sangat mengejek dan ditertawakan oleh mereka. aku seperti sedang dibully.
“Hei! lihatlah, adak bajak laut hahaha!”
“Apakah dia pikir dia menggunakan itu supaya terlihat keren didepan orang-orang? hahaha!”
Hahaha... Hahaha... Mereka menertawakan ku.
Sudahlah, aku hanya perlu menghiraukan apa yang mereka lakukan terhadapku. lagian kan, mereka hanya anak kecil—tidak pantas untuk dipedulikan.
Aku pergi berjalan menuju toko-toko yang ada di sekitar untuk membeli beberapa makanan pokok untukku, aku mendatangi salah satu toko yang paling dekat yang ada di depanku sekarang, keadaannya sangat ramai dan dikerumuni oleh ibu-ibu yang sedang mengobrol.
Aku menghiraukan mereka dan fokus untuk mencari apa yang sedang ku butuhkan sekarang.
“Hey, apa itu orangnya?” salah satu ibu di sana menunjuk padaku secara diam-diam.
“Iya benar”
“Penampilannya sangat aneh, terlebih lagi dengan pakaiannya”
“Oh betul, sesuai dengan sifatnya yang sangat buruk itu loh”
__ADS_1
Ada apa ini? mereka sedang membicarakan ku sampai-sampai terdengar olehku sendiri.
Saat aku mengambil roti dan ingin meletakkannya ke keranjangku, aku tiba-tiba mendengar sesuatu.
“Yang sabar, buk. memang pada dasarnya pasti ada orang seperti itu di hidupmu” salah satu ibu dari mereka mencoba mendukung dan memihak salah satu ibu yang ada di sana juga. selain ibu itu, ibu yang lain juga ikut mendukungnya. aku sangat merasa aneh, mereka menatapku dengan rasa yang sangat benci.
Dari yang aku hanya mendengar mereka tanpa melihatnya, pandanganku langsung terpindahkan untuk melihat siapa ibu yang sedang diberi dukungan oleh mereka.
Aku menatapnya dengan serius dari kejauhan dan fokus untuk melihatnya—Aku sepertinya mengenali orang itu.
Setelah aku lihat, aku menyadari bahwa ibu itu adalah ibu yang sebelumnya anaknya aku marahi karena membuat mataku buta.
“Apa yang sialan ini lakukan pada orang-orang? apa dia ingin menyebarkan rumor tentangku? mengapa dia berlagak seperti korban saja dan menjelekkan ku?” aku dan batinku yang sedang protes.
Kepalaku dan perasaanku ingin meledak menahan rasa kesal mereka, aku benar-benar ingin membunuh mereka sekarang. Tidak membunuhnya secara langsung, namun menyiksa mereka sampai mereka mati tanpa diampuni.
Aku menahan kesal ku dan berusaha menghiraukannya dan pergi ke depan kasir, Namun mereka lebih dahulu mendekat ke depan kasir itu.
Lihatlah betapa mengejeknya wajah ibu-ibu itu. selain betapa bodohnya mereka semua, wajahnya juga sangatlah jelek seperti sifat mereka—Aku bisa saja muntah karena terlalu lama melihatnya.
Mereka sepertinya sangat sengaja menghalangi ku untuk pergi ke depan kasir, dan membuatku untuk mengulur waktu hanya untuk mengantri dibelakang mereka. sengaja untuk membuatku lambat.
“Mas, silahkan ke kasir bagian sini” salah satu kasir di sana berkata padaku—Aku sempat lupa, jika di sini ada 3 kasir, jadi aku tidak perlu untuk mengantri dibelakang rombongan sialan itu.
Salah satu ibu mendekat pada kasir yang ada didepan mereka dan menyebarkan gosip tentangku, mereka terlihat sangat akrab.
Aku tidak tahan menahan kesal, aku benar-benar ingin memeras ginjal mereka.
Sembari kasir sedang menghitung total belanjaanku, aku menatap mereka yang sedang berada di kasir satunya (disebelahku) dan mulai berpikir, “Setidaknya buatkan mereka yang mendukung ibu itu berganti pihak padaku... ugh sialan...”
Aku mengulang-ulang kalimat itu didalam batinku sambil melihat mereka dengan wajah mengejek dan melihat wajah ibu dari anak sialan itu sedang menahan tawa kecilnya melihatku.
“... Pemandangan apa barusan?” Batinku berkata dengan kebingunganku.
Aku terkejut, disaat aku sedang memikirkan kalimat itu, pandanganku langsung berubah menjadi merah, tali-tali merah dari atas yang mengait bagian-bagian dari tubuh ibu-ibu itu—Pemandangan itu langsung menghilang setelah aku berhenti memikirkannya.
“Sudahlah, palingan hanya ilusi semata”
Setidaknya aku sudah sadar bahwa daritadi aku melamun sambil melihat mereka, mereka menunjukkan wajah nyinyir dan merendahkan padaku.
-/skip; sudah ada dirumah dan sedang memasak
“Memangnya aku akan kuat tinggal di lingkungan seperti itu?! sialan sekali” aku mengeyel selagi memasak.
“Ada apa Denganmu, driel?” Pendampingku datang tanpa diundang dan bertanya dengan wajah mengejek.
“Apa apaan komuk wajahmu itu? ini benar-benar tidak lucu?!” aku berseru dan marah padanya.
“Sebelumnya, tenangkanlah dirimu dahulu, setelah ini kau juga akan makan, kan jadinya tidak akan enak kalau makan sambil emosi begitu”
“Ya...” aku mengangguk dan mencoba menuruti apa yang pendampingku katakan.
__ADS_1